God's Destiny

God's Destiny
Bab:10



DI SEBUAH TAMAN KOTA.


Seorang pria sedang menyanyi, beriringan bedang petikan gitar di tanganya.


cinta......


maafkan aku memberi luka


membuatmu bersedih...


mengundang air mata...


Dan tanpa di sadari ada seorang gadis yg tertarik dengan suara seorang pria tersebut, tanpa ia sdari ia melangkah mendekati pria tersebut.


cinta....


tak kenapa kau marah


hanya satu ku pinta


jngan kamu usaikan....


"KITA!!" ucap nya mengahiri lagu dan petikan gitar nya di iringi suara gadis yg setia mendengarkan lagunya dan ikut mengahiri lagunya dengan menyebut kata 'kita'.


Sang pria pun menoleh ke belakang, tepat seorang wanita yg ia lihat "Novi" lirihnya.


"Lagi SAD ya pak?" Tanya novi menahan tawanya. lalu duduk di sebelah adhan


"Tau aja kamu. Saya mah SAD nya jarang2 klo lagi pengen aja" Ucap adhan. Ya pria tersrbut adalaj adhan mantan guru sekaligus sosok pria yg menbuat hidup novi akan bewarna.


"Emng bisa kek gtu?"


"Di bisa2 in lah" Ucap adham menjawab.


"Aku tebak kau bnyak pikiran" Lanjutnya setelah melihat mimik wajah novi, ia tau apa yg di pikirkan novi.


"Yayayayayyay bapak tau semua tentang saya, hidup saya jadi saya iyain aja dah"


Adhan pun tertawa ringan.. "Mari bernyanyi, luapkan semua lewat lirik lagu"


"Gk bisa nyanyi pak"


"Bisa".... "Coba dulu" lanjutnya "Saya awali kamu nyambung Reff nya"


Novi pun mengangguk, ehtah mengapa ia merasa bahagia berada di dekat mantan gurunya ini.


         song by: INI AKU(Devano danendra)


 


Jangan takut sendiri......


Kamu tak kan lagi sepi...


jangan takut kehilangan.....


Aku beri kekuatan.....


Belum saatnya meyerahh...


Tetap di sampingku....


1


2


3.


Bila saat engkau jatuh


dan mulau merasa rapuh


pundak ku siap tersandar


tangan ku slalu menggenggam.


*Tanpa novi sadari air matanya mengalir saat ia mengetahui makna dari lagu tersebut*


Bahkan saat kau menyakiti


Aku kann tetap menanti


meski tak akan kembali...


'maafkan aku vi yg telah pergi, namun sekarang aku kembali.'


lirih adhan di dalam hatinya.


"INI AKU" ucap mereka bersamaan mengahiri lagu mereka.


"Bapak suka lagu ini?" tanya novi pada adhan


"iya. lagu ini mengingatkan saya pada kejahatan saya yang pergi begitu saja meninggalkan gadis kecil saya, Tanpa saya sadari gadis kecil saya itu tersakiti"


Novi terseyum saat adhan menyebut kata *Gadis kecil* 'entah kenapa rasanya adem di hati' batin gadis itu.


"Dan lagu ini mengingatkan saya pada Pangeran saya. Laki-laki yg slalu ada buat saya, memberikan ketenangan untuk saya"


Adhan menoleh menatap muka novi dari samping ' Maafkan aku novi,Apakan ini saat nya agar kau mengetaui semua nya. Jika iya, Katakan jika kau tak membenciku setelah ini.' Lirih adhan di hatinya.


"Vi?" panggil adhan


"Ya pak?" jwab novi menoleh


"Aku akan mengantarmu pulang, lalu bertemu ayahmu"


Novi pun kaget langsung mengerutkan dahinya. "Bapak mau ngapain? jangan macem-macem pak saya masih Esempe"


Adhan pun tertawa "haduhhh Nona NOVIA AS-SHILA siapa yg ingin melamar anda??"    'Entar juga ada waktunya vi jangan ngode ngode' batin adhan seraya terseyumm.


"Lantas?" tanya novi.


"Aku akan memberi pekerjaan untuk ayahmu"


Novi melotot menatap mata adhan. "Jadi apa?"


"Menejer di perusahaan saya"


Novi langsung tambah melebarkan matanya tanda tak percaya "KAU!!!" tegas novi


"Ya. aku CEO di salah satu perusahaan" jawab adhan seraya mengerti isi pikiran novi.


Novi msih melongo.


"Lantas pak? Untuk apa anda menjadi guru magang?" Tanya novi tidak mengerti dengan laki-laki di hadapnnya ini.


"Gabut doang mwheheheheh" jawab adhan santai.


1Dtik


2Detik


3Detikkk


Bughkkkkk.


Telapak tangan novi mendarat di lenga kekar milik adhan.


"Aduhhh gk ada sopan nya banget sama guru" Ucap adhan tidak terima jika lengan nya di pukul olehnya, Tapi di dalam hati nya 'Tetaplah seperti ini vi, aku rela babak belur olehmu agar kau kembali lagi ke dalam pelukan ku' Batin adhan.


"Anda menjengkelkan pak, kau senenak dirimu mengerjakan ini itu mentang mentang anda ini Seorang CEO"


"hmmm iya iya. tapi gini gini saya baik hati, Saya menawarkan pekerjaan kepada ayah mu. Padahal ada seseorang yg mengompori agar ayah mu tidak di terima di setiap perusahaan"


"Pasti ulah...........


.


.


.


.


.


Bawah bawah bawah bawah👇