
FLASHBACK!!
Disinilah novi srkarang, di pekarang rumah milik ayahnya, stelah ia mengetahui siapa Adhan sebenarnya, ia mangsung pamiy meninggalkan adhan bersama ayahnya tanpa ia mau berbicara dengan adhan.
'Kau menepati janjimu kii, Kembali di saat aku sedang membutuhkan tempat bersandar. Namun sepertinya kau terlambat' Batin novi.
Suara hentakan kaki membuat novi tau siapa yg akan mendekat. Baru saja orang itu membukan mulutnya untuk bicara novi lebih dulu memotongnya.
"Tetaplah disitu!!!" Tegasnya.
"Viii....." Lirih pria tersebut yg mampu membuat darah di tubuh Novi mengalir derastis.
"Tetaplah disitu!!!" Tegas novi lalu ia beranjak dari tenpat duduk nya. baru saja ia ingin melangkah tiba tiba..
"Aku sudah duga ini, kau pasti membenciku saat kau tau semua. Mangknya itu aku tak memberi taumu dari awal jika aku adalah ZAYN ADHAN AL-FI'QRI" adhan sudah mulai mengeluarkan air matanya. "Aku kakak laki laki tak tahu diri vii, Aku pergi begitu saja saat adik perempuanku membutuhkan bahu tuk bersandar, perisai tuk berlindung. namunn aku malah pergi, pergi begitu saja di saat yg tidak tepat" Ucapnya lalu menatap punggu novi. "Vii jika kau membenciku tak apa, Namun aku mohonn vii tataplah mataku. Aku tau vii kau melaksanakn amanahku.
Kau menyebut namaku di setiap doamu, Menikungku di sepertiga malamnya, dan kau mengaminkan doa mu dalam 99 namanya. Doa mu tak sia-sia vii semua terkabulkan, Kau tak akan menyianyiakan kesempatan ini bukan?" Ucap adhan panjang lebar, yg membuat Novi semakin terisak.
Novi membalikan badan nya, ia menatap mata milik adhan lalu dengan cepat ia berlari berlari dengan suara isaknya. Berlari, berlari memeluk Seseorang yg slama 7Th ini ia rindukan, Yg selama ini dia sebut namanya dalam setiap doanya, yg slama ini ia tikung di sepertiga malamnya, Dan ia Aminnkan doa nya dalam 99 namnya. Dan sekarang semua sudah terkabulkan, IKI nya sudah kembaliii, Mungkin inilah Jawaban jawaban atas doa Novi kapan ia akan bahagia..
"Ikiiii...." Lirih novi di dada bidang milik adhan.
"Ya viii aku disini, aku kembali. maafkan aku" Lirih adhan. memeluk erat novi.
"Kita bukan muhrim, lepaskan" Ucap novi.
Adhan menggeleng, membuat novi tidak mengwrti.
"Lepaskan, kita bisa berbuat Zina jika seperti ini"
Lagi lahi adhan menggeleng.
"Izinkan seperti ini, sebentar saja" Ucap adhan
"Tak bisaaa, kita bukan mahrom"
Adhan kembali menggeleng.
"Yudh entar tinggal halalinn" Ucap adhan
Dengan cepat novi pun menjiwit lengan kekar milik adhan, sehingga membuat sang empu meringis kesakitan. lalu melepas pelukannya.
"Sakittt vii kau ini gadis kecil yg kasar"
"Kau yg memulai duluan Pak"
"Viii ayolahh aku bukan gurumu lagi, sekarang aku Kii muu vii kii mu kau tak percaya?"
Novi menggeleng "Saya belum percaya sepenuhnya".
"Lantass Bagaimana caranya agar kau percaya sepenuhnya denganku?"
Novi mengangkat bahunya acuh tak acuh, lalu melenggang pergi.
"Aku akan memberi tau Daddy yg sebenarnya,lalu aku akan menanyakannya" Lirih adhan.
Di tempat berbeda,Duduklah seorang pria paruhbaya di Kursi kantornya.
*Toktokktokk*.....\(suara pintu di ketuk\)
"Masuk"
"Assalamualaikum Daddy"
"Waalaukumsalam, Kemari nak. Duduklah" Adhan mengangguk lalu ia duduk di kursi tamu yg berada di rungan Tuan FI'QRI.
"Daddy ada yg ingin aku bicarakan"
"Katakan apa tentang perusahaan?"
"Tak daddy ini bukan tentang perusahaan"
"Lantass???"
"Ini tentang urusan pribadi antara daddy denganku" Ucap adhan mengongakkan matanya menatap sang ayah lengkat2.
"Katakan nak, ada apa sebenarnya?"
Adhan menghembuskan napas nya *lalu*....