Go To Another World and Become a Powerful Demigod

Go To Another World and Become a Powerful Demigod
Bab 04 : Pelayanku seorang Dewa?



"Kau benar. Aku adalah seorang demigod dan anak dari Miracle sang Dewa Semesta Alam." Aku menjelaskan.


Si naga mendadak terdiam sebentar, lalu tidak lama kemudian dia bersimpuh hormat padaku. Ekspresinya sangat ketakutan. Keringat, yang bisa kulihat dengan jelas karena sang naga menempelkan kepalanya di tanah tepat di depanku, mengucur lebih deras dari sebelumnya. Matanya menatap ke bawah, namun sesekali dia mencuri-curi pandang ke arahku. Mulutnya membuka dan mengatakan sesuatu yang sangat berbanding terbalik dengan perawakannya.


"M-M-M-M-MAAFKAN HAMBA TUAN REYHANAF. H-H-H-HAMBA MOHON PENGAMPUNAN TUAN. HAMBA TIDAK TAHU JIKA ANDA ADALAH ANAK DARI YANG MULIA RAJA SEGALA RAJA DEWA, TUAN MIRACLE." Katanya.


Aku merasa kasihan padanya, Tapi juga merasa geli. Naga yang tadinya bersikap garang dan mengerikan berubah menjadi pendiam dan penakut. Tentunya rasa takutnya ini memiliki alasan. Yah, aku pun juga akan melakukan hal yang sama jika mengancam dan berteriak pada seorang anak dari Dewa paling berkuasa di semesta.


"Sudah, angkat kepalamu. Aku tidak mempermasalahkan itu." Kataku lembut.


Dia mengangkat kepalanya dan melihatku dengan takut. Sesekali kuperhatikan matanya masih melihat ke arah lain. Aku mendesah. Walau aku sudah berkata seperti itu, dia masih saja takut. Namun dengan begini aku diuntungkan. Aku bisa dengan mudah menanyakan tentang kenapa dia ke sini, dan apa tujuan dia tanpa harus takut untuk ditolak.


"Err..., Tuan Magnitudo--"


"T-TOLONG, PANGGIL SAJA HAMBA MAGNI, TUAN." Potongnya.


"Baiklah, Magni. Aku ingin menanyakan beberapa pertanyaan padamu."


"SILAHKAN, TUAN. HAMBA AKAN DENGAN SENANG HATI MENJAWAB BEBERAPA PERTANYAAN YANG AKAN TUAN BERIKAN."


"Pertama, kenapa kau datang ke sini? Ke sini yang aku maskud adalah ke Altars."


"BAIK TUAN. SAYA KE SINI KARENA--"


Aku mengangkat satu tangan. "Tunggu dulu."


Si naga kaget. Dia menjadi panik. Mungkin karena dia mengira telah melakukan kesalahan yang membuatku tiba-tiba memotong omongannya.


"A-ADA APA, TUAN? APA SAYA MELAKUKAN KESALAHAN?"


"Tidak, kau tidak melakukan apapun."


"TANPA MENGURANGI RASA HORMATKU, JIKA HAMBA TIDAK MELAKUKAN APAPUN, KENAPA ANDA MENGHENTIKAN JAWABAN HAMBA?"


"Itu karena suaramu terlalu keras. Sejak dari tadi kupingku sakit mendengar suaramu itu. Bisakah kau berubah menjadi lebih kecil atau sesuatu yang seukuran denganku agar kita juga bicaranya lebih enak?"


Dia terdiam lama. Apa aku sudah keterlaluan karena menyuruh seorang Dewa untuk mengubah ukurannya? Menurutku sih iya. Lagipula orang bodoh mana yang menyuruh seorang Dewa untuk tidak menunjukkan kebesarannya. Tidak, tentu saja ada dan orang bodoh itu adalah aku. Ini bahaya. Jujur, aku masih agak takut dengannya. Fakta jika dia adalah Dewa tidak mengubah apapun, dan kuyakin kalau sekarang dia pasti marah. Kemarahan seorang Dewa bisa menimbulkan sesuatu yang buruk. Bisa saja dia membuatku terkena suatu penyakit mematikan yang tak ada obatnya, atau merubahku menjadi seekor hewan pengerat yang selalu berkubang dalam air kotor dan sampah di pinggir jalan. Tak dipungkiri lagi pasti begitu. Tidak ada yang tak bisa dilakukan seorang Dewa. Ah, ini pelajaran untuk selalu menjaga mulutku. Mulai sekarang aku akan selalu menerapkan prinsip "Jangan pernah sombong." pada diriku sendiri.


Aku menunggu untuk menghadapi amarahnya itu. Namun, meski sudah menunggu lama tetap tidak terjadi apa-apa. Alhasil aku menjadi gelisah sendiri. Ini seperti saat kau akan dihukum mati, namun si penjaga sipir bilang, "kau akan dieksekusi mati dalam waktu dekat. Tapi kami tidak akan memberitahu kapan tepatnya kau akan dieksekusi.". Menyebalkan bukan? Situasi seperti itulah yang membuatku kesal.


Tapi ditengah rasa kegelisahanku, mendadak muncul sebuah asap hitam yang datang entah darimana. Asap hitam itu berputar di bawah kaki besarnya dan melayang naik ke atas. menyelubungi tubuh bersisik kerasnya yang besar. Asap itu semakin lama semakin bertambah banyak hingga berhasil menutupi seluruh tubuh si naga. Kepompong hitam terbentuk di depanku.


Ditengah persitiwa yang mencengangkan itu, mataku menatap dengan takjub sekaligus takut. Apakah ini sihirnya. Bisa saja, sih. Belum lama ini dia mengeluarkan badai api besar, dan bukan suatu yang mengejutkan lagi jika sekarang asap hitam super pekat nan panas yang menjadi gilirannya. Jika kulihat lebih jelas, asap itu terlihat seperti awan panas gunung berapi atau jika di Indonesia disebut wedus gembel. Kenapa aku bisa tahu? Dilihat dari bentuknya saja aku dapat mengenalinya. Asap ini bergerak bergerombol dan membentuk abu tebal layaknya awan panas yang keluar dari mulut gunung berapi. Mungkin inilah jurusnya. Ditambah dia adalah naga api, sudah pasti sihir awan panasnya ini berhubungan dengan kemampuannya.


Aku segera menutup mata cepat. Menunggu kemarahannya yang akan segera memangsaku tidak lama lagi. Aku sudah bersiap untuk menahan rasa terbakar yang akan segera melanda tubuhku, jika-jika aku merasakannya. Untuk kasus ini, aku benar-benar tidak tahu. Sejak datang ke sini, aku belum pernah merasakan sakit. Bahkan saat diriku dilalap sebuah badai api, aku tidak merasakan apapun. Mungkin karena (secara tak sengaja) aku memakai skill Shield Protector sehingga aku tidak bisa merasakan rasa sakitnya. Akan tetapi bagaimana jika skill itu tidak aktif lagi? Tentunya aku akan merasakan rasa sakit yang luar biasa karena terbakar secara perlahan.


Namun anehnya meski sudah menunggu lama untuk merasakan hukuman ini, semua yang kubahas di dalam pikiranku tidak pernah terjadi. Buktinya, aku tak kunjung merasakan sakit, suasana yang sempat mencekam mendadak berubah hening seketika, dan hanya terdengar hembusan angin kuat yang membuat kau berpikir jika kau sedang berdiri di atap bangunan pencakar langit. Ini tidak seperti yang kubayangkan sebelumnya. Situasinya terlalu tenang.


Disaat aku tengah dilanda kebingungan karena perubahan situasi ini, sesuatu yang membuatku tambah bingung sekaligus terkejut terjadi. Bukannya indra dikulitku yang bekerja untuk merasakan sakit karena terbakar, melainkan indraku yang lain yang bekerja. Telingaku mendengar sebuah sebuah sapaan lembut seorang laki-laki. Jika dari suaranya, kuterka dia berumur 20 atau 25 tahunan.


"Tuan Reyhanaf!"


Suara itu berkata lagi. Aku membuka mata perlahan dan mendapati seorang lelaki berperawakan tampan tengah membungkuk hormat padaku dengan berpakaian sopan : setelan jas hitam ala-ala pelayan kelas atas, celana bahan hitam, sepatu hitam, rambut merah panjang lurus dikuncir kuda, dan sarung tangan putih di masing-masing tangan.


"S-siapa kau?" Aku bertanya dengan ekspresi yang masih melongo terkejut.


"Ini aku, Tuan. Magnitudo Fortissimorum Draco, sang Dewa Naga kuno penguasa api." Ujarnya.


Yakin ini dia? Aku sih nggak yakin. Lihat saja penampilannya. Sangat rapih dan elegan. Tata bahasanya juga sopan. Mana mungkin jika orang bermatabat yang ada di depanku ini adalah sang naga mengerikan dengan ucapannya yang merendahkan. Tidak mungkin sama sekali.


"Aku tidak percaya." Kataku. "Buktikan!"


Lelaki itu menghela nafas. Dia mundur 3 langkah dan merentangkan kedua tangan ke samping. Saat itu juga awan panas yang sempat menyelubunginya datang kembali. Awan yang tadinya hanya sedikit, mendadak menjadi sangat banyak. Awan itu naik dan naik ke angkasa hingga mencapai ukuran sebuah gunung. Lalu dari dalam awan panas yang super tebal itu, keluarlah seekor naga mahabesar yang sangat kukenali belum lama ini.


"APA SEKARANG KAU PERCAYA, TUAN REYHANAF?"


Aku kembali memandangnya dengan takjub, meskipun rasa ngeriku juga kembali sedikit. Entah kenapa aku tidak bisa melepaskan rasa takut ini begitu saja. Apa ini karena sihirnya?


[ Jawab. Penyebabnya adalah skill Ultimate Aura Domination. Skill ini menyebabkan perasaan takut, ngeri, dan terancam secara berlebihan bagi sang korban. Saat Dewa Magnitudo berubah menjadi naga, skill tersebut akan aktif dengan sendirinya dan langsung menyebar sampai radius 500 meter. Skill ini tidak bisa dihalau atau dihilangkan kecuali oleh kemauan si pengguna sendiri.


Tambahan : Skill ini juga berefek pada makhluk immortal lainnya. (Tidak berpengaruh untuk Raja Dewa). ]


Aku mengangguk-angguk mengerti mendengar penjelasan si wanita misterius. Jadi karena skill itu aku menjadi takut. Skillnya lumayan juga. Kalian tahu, untuk menakuti makhluk lain agar tak ada yang mencari masalah denganku. Dengan begitu, hidupku pasti akan berjalan lebih damai.


[ Jawab. Satu skill yang dimaksud telah ditemukan. Skill Aura Domination. Mengevolusi skill guna mencapai skill yang dimaksud. Aura Domination >> Evolve >> Mastering Aura Domination >> Evolve >> Great Aura Domination >> Evolve >> Ultimate Aura Domination >> Selesai. Skill didapatkan. Memperbaharui Status anda :


____________________________________


☆ Status ☆


☆ Nama : Reyhanaf Miracle


☆ Usia : 18 tahun


☆ Ras : Demigod


☆ Level : ???


☆ Title : The Miracle Person, Timor Domini Est.


☆ Hp : ??? ( Unknown )


☆ Mp : ??? ( Unknown )


☆ Magic :


¤ Absolute Change


¤ Absolute Creativity


¤ Absolute Existence


¤ Absolute Restoration


¤ Causality Manipulation


¤ Destiny Manipulation


¤ Freedom


¤ Meta Miracle Manipulation


- Miracle Performing


¤ Meta Power Manipulation


- Meta Ability Creation


¤ Meta Summoning


¤ Metapotence


¤ Nonexistence


¤ Omnificence


¤ True-Self Recognition


- Regulation


¤ Universal Irreversibility


¤ Unrestricted Murdering


¤ Almighty Magic


¤ Change Embodiment


¤ Omnipotence


¤ Reality Condition


¤ Reality Warping


¤ Wish Embodiment


¤ Wish Granting


☆ Skill :


¤ ATK : ???


¤ DEF : ???


¤ INT : ???


¤ M. ATTACK : ???


¤ M. DEF : ???


¤ M. RESISTANCE : ???


¤ AGI : ???


¤ STR : ???


¤ HEALTH : ???


¤ DMG : ???


¤ DMG. RESISTANCE : ???


☆ Gift :


¤ Omnilingualism.


( Kamu dapat berbicara, membaca dan mengerti semua bahasa yang ada di dunia. Termasuk bahasa ras Elf, Dwarf, orc, goblin, semua jenis hewan yang suci ataupun tidak, Malaikat, dan Dewa. )


¤ God Eye.


( Memungkinkan bagi kamu untuk melihat seluruh isi jagat raya. Entah itu dunia, atau alam semesta. Kau juga dapat melihat dalam jarak yang sangat jauh dan dapat melihat tembus pandang. )


¤ Regeneration : Level : ???


( Kamu adalah musuh besar Dewa Kematian. )


¤ Shield Protector : Level : ???


( Tidak ada yang bisa melukaimu saat jarak sudah berada 1 meter dari tempatmu berdiri. )


¤ On/Off Magic, Skill, and Gift.


( Membuat kamu dapat mematikan dan menyalakan kembali Magic, Skill, serta Gift yang kau gunakan sehingga tidak terlalu memakai banyak mana. )


¤ Editing Status.


( Jika kamu tidak suka dengan statusmu sekarang, kamu dapat mengedit statusmu sesuka hati. Kekuatan murni dari Dewa Keajaiban. )


¤ Hide Status.


( Menyembunyikan Status aslimu dan menggantinya dengan Status yang palsu. )


¤ Imagine Creation.


( Memungkinkan kamu membuat semua hal yang ada di pikiranmu menjadi kenyataan. Batasnya hanya terdapat di imajinasimu. )


¤ Absolute Luck.


( Kau orang yang sangat dicintai oleh Dewa Keberuntungan. )


¤ Ultimate Aura Domination (New) :


( Kamu bisa memberikan rasa takut, ngeri, seram, dan panik pada musuhmu hanya dengan menggunakan auramu. Berguna juga untuk makhluk immortal lain seperti Dewa, Malaikat, Celestial, Archelf, Primordial, Archdemon, Raja Iblis. )


¤ Speed of Light : Level : ???


( Kecepatan yang bisa mengalahkan cahaya. Kamu adalah makhluk tercepat dan rival dari Dewa Kecepatan. )


¤ Teleportation : Level : ???


( Kamu dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain hanya dengan kedipan mata. Tempat yang kau tuju : Tidak ada batasnya. )


☆ Equipment :


¤ Infinite Bag Inventory Lvl 99+


- Quantity : 1


- Class : Legendary


(Equip)


¤ Health Potion


- Quantity : 999+


- Class : Unique


(Equip)


¤ Mana Potion


- Quantity : 999+


- Class : Unique


(Equip)


¤ Tears of Phoenix


- Quantity : 5


- Class : Rare


(Unequip)


¤ Key of God


- Quantity : 1


- Class : Rare


(Unquip)


____________________________________


Anda ingin memakainya?


Ya/Tidak. ]


Tunggu, apa si wanita misterius baru saja membuatku mendapatkan skill si naga? Selain itu dia juga menambahkan title baru padaku. Ini membingungkan sekaligus membuatku terkagum-kagum. Aku memang menginginkannya, tapi tak kusangka bisa kudapatkan secepat ini. Ditambah lagi dia juga memperbarui statusku. Sebenarnya siapa sih wanita ini?


[ Jawab. Saya adalah makhluk abstrak tanpa raga, jenis kelamin, ataupun emosi yang diciptakan langsung oleh Tuan Miracle. Kebanyakan makhluk memanggil saya Artificial Intelligence System. Kehadiran saya disini adalah untuk mengevaluasi dan membimbing anda dalam menggunakan sihir, skill, dan gift yang telah diberikan Tuan Miracle. Saya juga bertanggung jawab akan status anda. Dengan demikian, saya bisa dengan mudah mengakses status, memberi penjelasan, dan menggantinya jika anda berkehendak. Saya juga bertugas untuk membantu segala permasalahan yang anda hadapi dan menyelesaikanya secara cepat dan tepat. ]


Oh, jadi bisa dibilang dia ini seperti sebuah komputer yang mempunyai kecerdasan sendiri. Ini mengagumkan! Bahkan di bumi, sistem kecerdasan buatan masih dalam tahap perkembangan. Hal seperti itu hanya ada di film-film semata. Tidak lebih.


"ERR... TUAN?" Magni berucap. "APA ANDA BAIK-BAIK SAJA? HAMBA LIHAT DARI SINI ANDA NAMPAK TERSENYUM-SENYUM SENDIRI. ADA APA GERANGAN?"


Si naga mendadak membuyarkan lamunanku. Sempat membuat kaget tapi tidak sampai meloncat layaknya kelinci. Aku sampai lupa jika si dewa naga Magni ada di sini. Yah, ini karena perhatianku sempat teralihkan oleh si wanita komputer ( bolehkah aku menyebutnya begitu? Rasanya kurang pas. ). Baiklah, karena buktinya sudah jelas, aku akan kembali menyarankannya ke bentuk manusianya yang tadi. Kupingku mendadak sakit lagi karena mendengar suaranya yang menggelegar laksana petir dikala hujan badai.


"T-tidak, aku baik-baik saja." Kataku. "Baiklah, karena kau sudah menunjukkan bukti jika si pelayan yang sangat santun tadi adalah kau, maka aku akan percaya padamu. Tapi, bisakah kau berkenan kembali ke bentuk manusiamu yang tadi?"


Si naga menundukkan kepala. "HAMBA MENGERTI. HAMBA AKAN MENURUTI PERINTAH TUAN."


Lalu, awan tebal kembali datang untuk ketiga kalinya. Menyelimutinya bagai ulat yang ingin bertransformasi menjadi kupu-kupu. Setelah beberapa detik berlalu, awan panas itu mengecil dan keluarlah ( lagi ) si pelayan yang santun dari dalam awan panas itu sembari membungkuk memberi hormat.


"Hamba, Magnitudo Fortissimorum Draco, siap melayani Tuan."


"Ya, baik--"


Aku menghentikan ucapanku secara tiba-tiba. Entah kenapa seperti ada yang aneh. Apa aku yang salah dengar atau karena kupingku kemasukan awan panas, aku rasa tadi dia mengatakan 'siap melayani'. Lebih baik kutanyakan saja.


"Err... Magni, apa tadi kau bilang ingin melayani?"


"Iya Tuan."


"M-melayani siapa?"


"Tentu saja Tuan Reyhanaf."


Sontak saja aku yang mendengar itu langsung kaget. Seorang Dewa ingin melayani manusia? Yang benar saja.


"A-apa maksudmu? Kenapa kau tiba-tiba ingin melayaniku?"


"Itu sudah bagian dari tugas yang Tuan Miracle berikan kepada hamba. Maaf karena baru memberitahu anda sekarang. Hamba terlampau takut dan terkejut ketika melihat status dan juga identitas anda. Sekali lagi, maafkan hamba Tuan Reyhanaf." Tuturnya.


Aku menggaruk-garuk kepala bingung. "Tunggu, tugas? Apa maksudmu tugas?"


"Dahulu kala, Yang Mulia Dewa Miracle, yaitu Ayahmu, memberikan hamba beberapa tugas yang harus hamba selesaikan. Dan diantaranya adalah untuk melayani serta mengabdi pada seorang anak yang mewarisi namanya. Aku bersyukur kepada dewa-dewi, akhirnya setelah 1480 tahun menunggu di dunia fana ini, hamba bisa menjalankan tugas itu dengan kedatangan anda ke dunia ini, Tuan Reyhanaf Miracle." Jelasnya.


Mulutku ternganga tidak bisa berkata apa-apa. Aku? Yang seorang manusia fana menjadi majikan dari seorang Dewa naga berusia ribuan tahun? Jika aku tidak terbiasa pada kejutan, sudah pasti sekarang aku pingsan di tempat.


"Jadi Tuan Reyhanaf," katanya, "apa anda menerima hamba menjadi pelayanmu?"


Pelayan, ya? Tidak buruk sih. Tapi aku juga mesti menimbang-nimbang dulu tawarannya itu. Pikiranku berkecamuk liar tak karuan mencoba memikirkannya. Kalau menurut pendapatku, lebih baik kuterima saja tawarannya itu. Mendapatkan seorang Dewa menjadi pelayanmu adalah sesuatu yang sangat sukar terjadi. Hidup akan lebih mudah jika mempunyai seorang pelayan super kuat disampingmu. Dan pastinya hidup normal nan damai yang kuidam-idamkan sejak awal akan tercapai dengan mudah. Secara si naga yang akan mengurus semuanya sebelum aku mengangkat satu jari.


Dia sendiri sepertinya tidak keberatan. Selain si naga yang menginginkannya, dia juga pasti senang karena satu tugasnya akan segera dijalankan. Penantiannya dalam menunggu seorang anak yang mewarisi nama 'Miracle' selama ribuan tahun akan usai. Kutebak dia pasti telah bersabar dengan sangat. Jika aku ada diposisinya, aku akan gila sebelum mencapai angka 10.


"Oke, Magni." Kataku. "Aku terima tawaranmu. Mulai sekarang kau akan menjadi pelayanku hingga sisa hidupku." Dan si naga menjawab penyataanku dengan mengangguk senang.


Yah, dan di sinilah aku. Terdampar di dunia antah berantah, dianugrahi kekuatan mahabesar, menjadi demigod dari Dewa paling berkuasa, dan mendapatkan seorang rekan wanita asing dikepalaku serta pelayan seorang Dewa Naga berusia ribuan tahun.


Kurasa mulai sekarang, hidupku yang membosankan akan sepenuhnya berubah. Atau juga baru dimulai? Yang penting pokoknya aku ingin hidup damai!


Semoga....


Bersambung....