
Bagaimana nasib kalian jika sebuah badai api super besar menerjang dan menelan kalian hidup-hidup? Woah, sudah pasti kalian akan langsung mati ditempat, ya kan? Yah, memang itulah yang harusnya terjadi padaku. Namun begitu api dan asap menghilang, aku masih berdiri tegak tanpa mendapatkan sebuah luka sama sekali. Pakaianku saja masih utuh tanpa adanya robek dan bekas terbakar. Aku mencoba membuka mataku perlahan. Berharap mimpi mengerikan ini akan berakhir. Akan tetapi seketika aku merasa kecewa saat melihat seekor naga besar mengerikan, menatapku dengan ekspresi herannya yang terkesan lucu. Dari sini kusimpulkan, jika aku masih hidup. Sial!
"K-KAU...!? KENAPA KAU TIDAK MATI?!" Mata sang naga terbelalak tidak percaya. Dia kebingunan karena aku masih sehat walafiat.
Sebenarnya bukan cuma dia saja yang bingung, aku pun juga sama. Entah bagimana aku masih hidup. Seharusnya aku sudah menjadi butiran debu, mengingat api yang menyerangku memiliki jangkauan yang terbilang luas. Tapi nyatanya aku masih di sini.
[ Shield Protector sedang tidak aktif. Mengisi ulang dalam 3 detik. ]
Aku yang gila atau karena perasaan terlalu senang sebab masih bisa hidup, mendadak aku mendengar suara. Suara ini menggema dikepalaku. Seperti suara seorang wanita, tapi suaranya seakan-akan dia sedang berbicara melalui komputer. Kau tahu suara google translate voice? Ya seperti itu.
[ Shield Protector kembali aktif. Sekarang anda bisa menggunakanya. ]
Serius, siapa sih ini. Bikin berisik aja. Apa dia tidak tahu jika saat ini aku tengah bertarung mati-matian.
"AKU AKUI KAU HEBAT JUGA, MANUSIA. TADI ITU ADALAH NAFAS APIKU YANG PALING MEMATIKAN. KAU TAU BERAPA SUHUNYA? 20.000°C."
Sekarang si naga kembali berbicara. Argh, ini membuat kepalaku pusing. Tidak bisakah pria ini mendapat ketenangan. Ya, walau kuakui aku duluan yang mencari masalah dengan menantang Dewa naga, tapi bisa kan tidak bicara keras-keras? Badannya itu besar, jadi jika dia berbicara pelan sekalipun, suaranya bisa kedengaran. Lagipula untuk apa dia berbicara keras seperti itu? Kurasa jawaban untuk pertanyaanku adalah karena ingin dibilang mengerikan.
"TIDAK KUSANGKA KAU KEBAL TERHADAP API. TIDAK ADA MANUSIA YANG BISA KEBAL DARI APIKU. JIKAPUN ADA, TIDAK ADA YANG BERTAHAN SAMPAI SUHU 4000°C. KAU MEMBUATKU CURIGA. AKU AKAN MENGECEK STATUSMU UNTUK MEMASTIKAN RASMU."
Apa? Mengecek statusku? Jadi dia juga tahu soal status ini? Biarlah siapa tahu saat melihat statusku yang overpower, dia akan menuruti permintaanku untuk tidak meledakkan kota itu. Situasi ini akan segera berbalik hehehehe....
[ Peringatan! Penyusup terdeteksi. Hide Status akan aktif 5 detik lagi. ]
Suara ini lagi. Bisakah kau hentikan wahai wanita misterius? Suaramu benar-benar membuat kepalaku tambah sakit. Tapi tunggu... kenapa dia bilang penyusup terdeteksi? Apa karena si naga mengerikan itu ingin melihat statusku? Lalu apa maksudnya Hide Status? Aku menggaruk-garuk kepala bingung. Apa jangan-jangan....
[ Hide Status aktif. Silahkan lihat status baru anda :
____________________________________
☆ Status ☆
☆ Nama : Reyhanaf
☆ Usia : 18 tahun
☆ Ras : manusia
☆ Level : 2
☆ Hp : 12.000
☆ Mp : 8.000
☆ Magic :
¤ Light Magic lvl : 10
¤ Healing Magic lvl : 3
☆ Skill :
¤ ATK : 145
¤ DEF : 80
¤ INT : 100
¤ M. ATTACK : 97
¤ M. DEF : 88
¤ M. RESISTANCE : 34
¤ AGI : 12
¤ STR : 30
¤ VIT : 20
¤ HEALTH : 6.000
¤ DMG : 33
¤ DMG. RESISTANCE : 25
☆ Equipment :
¤ Bag Inventory Lvl 10
- Quantity : 1
- Class : Rookie
(Equip)
¤ Health Potion
- Quantity : 12
- Class : Rookie
(Equip)
¤ Mana Potion
- Quantity : 8
- Class : Rookie
(Equip)
____________________________________
Pemalsuan selesai. Status berhasil dipalsukan. Jika anda ingin melihat status asli anda kembali, silahkan katakan "Real Status". Itu akan memunculkan status anda yang asli. Pemalsuan status tidak mempengaruhi sihir ataupun gift yang berada di status asli anda. Anda masih bisa menggunakannya tanpa masalah. Hide Status dilengkapi 400 pertahanan. Tidak gampang ditembus bahkan oleh mage dengan level 100 ke atas. Hide Status akan terus bertahan kecuali dinonaktifkan oleh anda sendiri. ]
Ternyata benar. Statusku telah berubah dengan drastis. Dari nama, level, ras, HP dan MP, Skill, bahkan Equipment, semua berubah. Tidak terkecuali dengan Gift. Mereka hilang. Tidak ada Gift sama sekali dalam statusku. Selain itu title-ku juga menghilang. Benar-benar perubahan total. Tapi sisi baiknya pemalsuan status ini tidak mempengaruhi statusku yang asli. Itu artinya aku masih bisa menggunakan sihir overpower-ku tanpa takut mereka akan hilang. Aku menarik nafas lega. Syukurlah, jika itu terjadi maka aku akan habis oleh makhluk mengerikan yang ada didepanku ini. Baiklah, Ayo kita lihat bagaimana tanggapan si naga setelah melihat status baruku ini.
"ANEH...."
Dia mulai berbicara...
"STATUSMU PAYAH, KAU BAHKAN HANYA LEVEL 2, LALU HEALING MAGICMU JUGA TIDAK SEBERAPA LEVELNYA, TAPI KENAPA KAU BISA SELAMAT DARI APIKU? MENGHERANKAN...."
Sang naga menggaruk kepalanya dengan kuku jarinya. Dia kelihatan bingung. Itu wajar saja. Seseorang dengan status level 2 bisa bertahan dari serangan api super dahsyat. Bukankah itu aneh? Oh wanita misterius, ini sedikit pelajaran buatmu. Lain kali, buatlah pemalsuan status yang tidak berlebihan agar tidak mencurigai orang. Ah sudahlah, tidak lama lagi mungkin dia akan menyadari jika aku memakai Gift Hide Status dan memalsukan statusku yang asli.
"INI TERLALU MENCURIGAKAN. APA KAU MEMAKAI SUATU SKILL YANG MENYEMBUNYIKAN STATUSMU YANG ASLI?"
Aku menjawabnya dengan mengangkat bahu dan mencoba bersikap pura-pura tidak tahu. Padahal baru beberapa menit yang lalu seorang wanita misterius di kepalaku mengubah status Dewaku menjadi payah.
"TIDAK MAU MENGAKU, YA? BAIK, AKU AKAN MEMERIKSANYA SENDIRI."
Si naga memfokuskan energinya di kedua bola matanya yang besar. Dari ekspresinya yang seperti sedang buang air besar, aku tahu jika dia sedang berjuang keras untuk melihat statusku yang asli. Hal yang sama juga terjadi padaku. Aku sedang berjuang keras menghalau suara berisik yang datang terus menerus tanpa henti dari kepalaku. Aku sendiri sudah dibuat sempoyongan oleh suara milik wanita sialan itu. Dikepalaku, suara si wanita misterius terus terdengar tanpa jeda sedikitpun. Memberitahukan sesuatu yang menurutku tidak penting sama sekali.
[ Pertahanan ke-13 ditembus, Pertahanan ke-30 ditembus, Pertahanan ke-44 ditembus, Pertahanan ke-60 ditembus..., ]
Dan begitu seterusnya sampai pertahanan terakhir berhasil ditembus. Aku menggeleng cepat guna mengusir rasa pusing dikepalaku, yang mana sepertinya tidak berguna sama sekali. Itu jelas tidak berguna, mengusir kepala pusing dengan menggelengkannya secepat mungkin. Ya, malah tambah pusing. Bodohnya aku ini. Mataku berputar-putar tak karuan. Sekitar 1 menit dilanda kepala sakit dan rasa pusing yang berkepanjangan, perlahan tapi pasti rasa pusing ini akhirnya berhenti. Fiuh, syukurlah.
Aku lalu mendongak menatap sang naga yang tak juga berkomentar sejak dia menembus pertahanan Hide Status-ku. Dia nampak diam. Tumben sekali. Biasanya naga ini akan terus berbicara dengan nada mengerikannya. Tapi kali ini dia diam tak berbicara. Apa dia kaget karena melihat statusku yang asli. Menurutku sih begitu. Baiklah, ini kesempatanku. Kesempatanku untuk gantian melihat statusnya. Begini-begini aku juga penasaran. Apa benar dia ini Dewa, atau hanya omong kosong belaka. Bisa saja dia hanya naga besar bodoh yang mengaku-ngaku sebagai Dewa. Siapa yang tahu, kan? Karena itu aku ingin melihat kebenarannya.
Tapi, tunggu! Bagaimana caranya? Aku tidak tahu sihir atau skill apa yang harus digunakan. Ayah tak memberitahuku tentang ini. Si naga juga hanya melototiku saat menggunakan skill itu. Dia tidak mengucapkan mantra atau jurus apapun. Apa digunakan dengan keinginan sendiri, ya?
[ Jika anda ingin melihat status orang lain, anda tinggal menatap orang yang ingin anda lihat statusnya dan katakan "Status" lalu sebut nama orang itu. Fitur ini juga dilengkapi dengan Mind Silent. Yaitu, fitur yang membuat anda juga bisa mengatakannya di dalam pikiran tanpa repot ketahuan oleh target anda. ]
Si wanita misterius menjawab dengan nada Google Translate-nya yang khas. Aku ingin tertawa, tapi kuurungkan niatku itu. Walau bagaimanapun dia sudah memberitahuku caranya. Aku ucapkan banyak terima kasih, wahai wanita Google Translate misterius.
Tanpa menunggu lama aku segera mencoba cara yang tadi dikatakan oleh si wanita misterius itu. Aku lalu menatap tajam ke arah si naga yang masih terdiam membeku di depanku. Aku melakukannya sama seperti saat si naga melototiku. Kemudian aku mengucapkan kata-kata seperti yang dikatakan oleh si wanita misterius. Bedanya aku mengganti "sebut nama orang itu" menjadi Magnitudo, nama sang naga. Dan, tara! Secara ajaib status si naga muncul dimataku.
____________________________________
☆ Status ☆
☆ Nama : Magnitudo Fortissimorum Draco
☆ Usia : 7590 tahun
☆ Ras : God-Fire Dragon
☆ Title : The Mighty Ancient Dragon Fire
☆ Hp : 3.356.088.999
☆ Mp : 2.999.997.999
☆ Magic :
¤ Absolute Hot Inducement
¤ Concept Destruction
¤ Disintegration
¤ Energy Erasure
¤ Fire Shield Penetration
¤ Incineration
¤ Inextinguishable Fire
¤ Memory Erasure
¤ Soul Destruction
¤ Soul Mutilation
¤ Space Depletion
¤ Temporal Erasure
¤ Absolute Attack
¤ Fire Manipulation
- Conceptual Fire Manipulation
- Cosmic Fire Manipulation
- Spiritual Flame Manipulation
¤ Flashover Inducement
¤ Heat Manipulation
¤ Incineration
¤ Nonexistence
¤ Omnicombustion
☆ Skill :
¤ ATK : 8.998.999
¤ DEF : 5.000.000
¤ INT : 2.889.700
¤ M. ATTACK : 1.999.800
¤ M. DEF : 1.500.000
¤ M. RESISTANCE : 1.000.000
¤ AGI : 2.999.887
¤ STR : 4.980.665
¤ VIT : 2.000.000
¤ HEALTH : 999.999
¤ DMG : 7.855.000
¤ DMG. RESISTANCE : 3.977.800
☆ Gift :
¤ Imortality
¤ Reincarnation
____________________________________
Wow, ternyata dia benar seorang Dewa. Dilihat dari statusnya dia adalah Dewa naga kuno penguasa api. Tapi kenapa seorang Dewa ada di sini? Mungkinkah dia diusir? Tunggu, sebelumnya dia bilang jika dia ingin menghancurkan seseorang bernama Nico, kan? Apa itu ada hubungannya dengan turunnya si naga ini ke Altras? Ini membingungkan. Lebih baik kutanyakan sendiri padanya.
"Err... permisi--"
"TOLONG JANGAN SAKITI AKU!"
Mendadak si naga berteriak ketakutan. Dia mundur beberapa meter dariku dan meringkuk dengan tubuh yang gemetar. Aku yang melihatnya merasa kebingungan. Maksudku, mana mungkin si naga yang notabene-nya adalah seorang dari ras Dewa, bisa takut dengan manusia sepertiku. Tidak mungkin. "Maaf?"
"S-SIAPA KAU SEBENARNYA!? TIDAK ADA MANUSIA YANG MEMPUNYAI STATUS SEPERTI ITU! STATUSMU SANGAT TIDAK MASUK AKAL."
Ah, ternyata aku salah. Dia takut padaku. Mungkin karena dia melihat status asliku yang sangat, sangat overpower. Ini bisa menjadi masalah. Bukannya aku tidak senang. Aku senang dia takut padaku. Itu artinya kita berdua tidak perlu melanjutkan pertarungan ini. Tapi yang jadi masalahnya adalah jika dia akan memberitahu identitasku. Bisa-bisa aku akan terkenal mendadak. Aku tidak mau itu. Itu akan merepotkanku dan membuat rencana kehidupan normal nan damai yang tengah kupersiapkan akan gagal total sebelum dimulai.
Aku menghembuskan nafas panjang. Memikirkan ini hanya membuat sakit kepalaku kambuh. Daripada memikirkan sesuatu yang merepotkan, lebih baik aku urusi dulu masalah yang ada didepanku ini. Pasalnya si naga masih saja meringkuk gemetar ketakutan. Apa aku ini sebegitu menyeramkannya hingga membuatnya ketakutan seperti itu? Perasaan tidak. Contohnya saat pertama kali aku dan naga ini bertemu. Dia tidak merasa takut ataupun terancam. Malah dia yang meneriakiku dan mengancamku dengan berbagai ancaman yang terdengar mengerikan. Hal ini benar-benar sempat mengejutkanku.
Lagipula Aku tidak bisa membiarkannya seperti ini. Sumpah, ini terlihat agak..., ya, bagaimana bilangnya. Menjijikan, kurasa? Coba saja kalian bayangkan saat seekor Dewa naga yang mempunyai ukuran sebesar gunung, meringkuk ketakutan bagai seekor tikus yang dipojokkan seekor kucing. Dan untuk kasus ini akulah yang menjadi kucing. Padahal antara aku dan naga itu yang pantas menjadi kucing adalah si naga. Jika kalian tanya, pikirkan perbandingan ukuran kami.
"Emm... Dewa Magnitudo, apa kau baik-baik saja?" Tanyaku padanya.
"I-I-IYA, AKU B-BAIK-BAIK SAJA...!"
Si naga tiba-tiba bangkit dan tidak lagi meringkuk bagai tikus. Dari gelagatnya aku tahu jika dia mencoba untuk kembali mendominasi suasana, meski itu tidak berhasil lagi untukku.
Kepalanya mendongak dan dadanya dibusungkan ke depan. Matanya mencoba menatap tajam padaku meski kuperhatikan sesekali matanya melihat ke arah lain. Mulutnya berusaha menyeringai walau sebenarnya dia gagal melakukannya. Malah dengan seringai seperti itu, si naga terkesan tidak menyeramkan lagi. Tidak, itu benar-benar bukan ekspresi yang akan kau tunjukkan jika baik-baik saja.
"EHEM." Si naga berdeham. "JIKA AKU BOLEH TAHU MANUSIA, SIAPA KAU INI?"
Hanya aku atau si naga berusaha untuk bersikap manis. Perubahan yang drastis, ya.
"Memangnya kau tidak melihat namaku saat kau memeriksa statusku?" Tanyaku.
"TIDAK. AKU TIDAK BISA MELIHAT NAMAMU KARENA NAMAMU DISENSOR DENGAN LABEL HITAM."
"Disensor?"
[ Itu adalah fitur pertahanan tambahan. Berguna untuk mengelabui penyusup yang berusaha untuk mengetahui nama anda. ]
Si wanita Google Translate misterius yang menjawab. Tidak kusangka ada fitur pertahan yang seperti itu. Tapi kenapa hanya namanya saja yang disensor. Entahlah, aku juga tidak tahu. Aku berpikir sejenak. Apakah aku harus memberitahukan namaku? Kupikir itu tidak masalah. Jika dia berniat membocorkan identitasku, aku akan mengancamnya agar tutup mulut. Setidaknya dia sudah takut padaku. Jadi bukanlah suatu hal sulit untuk mengancamnya.
"Aku Reyhanaf. Reyhanaf Miracle."
Seketika ekspresi si naga berubah. Dia tampak terkejut. Bahkan dari bawah sini aku bisa melihat keringat yang perlahan turun dari pelipisnya yang keras.
"A-APA KAU BILANG? MIRACLE? APA JANGAN-JANGAN 'MIRACLE' YANG ITU!?"
Aku menangkap maksudnya. Mungkin dipikirannya langsung tergambar seorang Dewa Maha Kuasa yang tak lagi menjabat sebagai Dewa keajaiban. Ya, siapa lagi kalau bukan Ayah angkatku. Tuan Miracle.
"Apa yang mau kau coba katakan adalah Tuan Miracle, sang Dewa Semesta Alam?" Tanyaku mencoba membenarkan.
Si naga menggangguk pelan. "DI DUNIA INI TIDAK ADA YANG BERANI MEMAKAI NAMA MIRACLE SEBAGAI NAMA BELAKANGNYA. JIKAPUN ADA DIA PASTI ORANG SESAT, ATAU...."
"Anaknya?" Terkaku.
Keringat si naga semakin mengucur deras. "OI, OI, JANGAN BILANG KAU...."
"Kau benar. Aku adalah seorang demigod dan anak dari Miracle sang Dewa Semesta Alam." Aku menjelaskan.
Bersambung....