Gen 1993

Gen 1993
PART 8 Kisah Arif dan Sari 1



      Sepulang dari bukit taman bunga di belakang Villa miliknya, Arif membawa beberapa bunga yang sudah di tatahnya menjadi sebuah buket bunga yang sangat indah, wajahnya begitu bahagia dan terlihat gugup, dia berencana melamar Sari untuk menjadi istrinya, sebelum itu dia sudah meminta restu pada Marta dan Clair dan mereka berdua menyetujui keinginan baik putra mereka itu.


Marta dan Clair bekerja sama membuat sebuah surprise lamaran untuk Sari, Marta mengajak Sari berkeliling di perkebunan, sementara Clair dan Arif menata rumah mereka menjadi panggung demi kesuksesan lamaran Arif.


"Ibu? Kenapa tiba-tiba ibu mengajakku berkeliling di perkebunan anggur ini? Tanya Sari penasaran.


Ibu berusaha menghilangkan kecurigaan Sari padanya,"Tidak ada niat apapun sayang, Ibu hanya ingin mengajakmu keluar, kau sudah lama berdiam diri di dalam rumah bukan?


Sari menggeleng cepat,"Tidak juga bu, aku sering mengunjungi taman bunga di bukit.


"Kau benar, tapi lupakanlah soal itu, apa Ibu boleh bertanya sesuatu padamu?


Sari menatap penuh arti pada Marta,"Ibu biasanya tidak meminta izin padaku jika bertanya sesuatu.


Marta menghentikan langkah kakinya dan memegang kedua bahu Sari,"Kali ini berbeda nak, ibu ingin bertanya padamu, apa kau mencintai Arif?


Pertanyaan Marta seolah menghantam kepala Sari kuat, muka Sari memanas,"A..aa..apa maksud ibu? Apa aku harus menjawab pertanyaan ibu?


Ibu tersenyum melihat kegagapan dan pipi Sari yang merona,"Tidak perlu, Ibu sudah mendapat jawabannya ucap Marta sembari merangkul Sari dan mengajaknya melanjutkan perjalanan.


*****


Sari terkejut ketika dia membuka pintu, Arif berdiri di sana dan memberinya sebuah buket bunga yang indah, setelah itu dia menunduk dan berkata pada Sari,"Will you marry me?


Sari membungkam mulutnya karena bahagia, dia tidak menjawab dengan ucapan, dia menjawabnya dengan mengangguk secepat kilat, arif bangkit dari duduknya dan memeluk Sari,"Kupikir kau akan menolak lamaranku ucap Arif.


Selama tiga hari mereka mengadakan pesta pernikahan untuk Sari dan Arif, seluruh warga di sana menghadiri acara pernikahan mereka yang sederhana, tapi sangat membahagiakan, Sari berharap dia tidak akan bertemu dengan Arnold maupun Chelsea lagi.


*****


Satu tahun sudah berlalu, kini Sari dan Arif mendapat seorang putri dari buah pernikahan mereka, dia memberinya nama Winda Clair. Clair sangat menyukai dan menyayangi cucu satu-satunya itu begitupun dengan Marta, mereka selalu membantu Sari menjaga putrinya,"Ibu, jika ibu terus memanjakan Winda, aku takut jika dia akan jadi anak yang manja.


"Tidak apa-apa sayang, asalkan dia tidak jadi anak nakal ucap Clair.


Sari memutar bola matanya malas,"Aku kalah jika berdebat dengan ayah dan ibu kata Sari dan melanjutkan pekerjaan rumahnya.


Arif datang dan mengatakan jika dia mendapatkan panggilan pekerjaan di kota, awalnya Marta dan Clair menolak mereka ke kota karena peristiwa satu tahun yang lalu, tapi keadaan Winda yang mendorong mereka mengatakan iya.


Sari, Winda dan juga Arif berangkat ke kota, Marta menangis melihat kepergian mereka, tapi Clair menenangkan istrinya itu,"Sudahlah mereka tidak pergi jauh, kapa-kapan kita akan mengunjungi mereka.


*****


Di kota pihak perusahaan yang merekrut Arif, menyediakannya rumah dan juga mobil untuk Arif, Arif begitu bahagia dengan pekerjaan barunya itu, tetapi Sari merasa gelisah, dia takut jika Arnold ataupun Chelsea akan datang mencarinya, dan itu artinya dia akan membahayakan orang yang di cintainya.


Arif menyentuh pundak Sari, menyadarinya dari lamunannya,"Ada apa? Apa kau baik-baik saja? Tanya Arif khawatir.


Sari memeluk Winda dalam pelukannya,"Tidak sayang, aku hanya kelelahan saja katanya lagi.


*****


Dua tahun kemudian, Sari merasa jika Miracle memang sudah melupakan dirinya, buktinya selama dua tahun di sini, Sari tidak merasa ada kejanggalan sedikitpun, hingga suau hari dia melakukan kesalahan, dia membuat sebuah kantor miliknya di ruang bawah tanah rumah itu tanpa sepengetahuan Arif, di bawah Sari merancang sebuah lab untuknya, dia melanjutkan penelitiannya yang tertunda di Miracle, Chip yang di berikan Sarah sebelum dia meninggalkannya di Miracle menjadi milik Sari. Sari berusaha merusak chip itu, tapi ternyata chip itu susah untuk di hancurkan, oleh sebab itu Sari memutuskan membuat sebuah chip dan robot bernama Gen 1993, dia mempelajari chip yang di buatnya di Miracle bersama Sarah, itu sebabnya dia membuat Gen 1993 untuk melawan chip Miracle, tapi beberapa kali Sari mencoba memasang chip itu, kerangka robot Gen 1993 menolak dengan tegas, dan kadang mengeluarkan asap, Sari memukul meja kerjanya,"Oh shit! Di mana letak kesalahanku? Kenapa Gen 1993 tidak bekerja?


Karena lelah Sari memutuskan meninggalkan labnya sementara, dia kembali ke meja kerjanya yang di ketahui oleh Arif, di sana Sari memijat keningnya yang mulai berdenyut, dan dia membuat video di tempat itu.


"Cepat Sari lari ucap Jakob pada Sari.


"Jangan pikirkan tentang kami, pergilah! Selamatkan dirimu kata Sarah pada Sari.


"Tidak! Sari terbangun dari tidurnya, Arif menyalakan lampu di sebelah kanannya, dia duduk dan mengelus lengan Sari,"Ada apa? Apa kau mimpi buruk? Tanyanya penasaran.


Sementara Sari, dia mengatur napasnya,"Ke..ke..kenapa aku tiba-tiba memimpikan Sarah dan Jakob? Setelah tiga tahun berlalu, kenapa aku kembali memimpikan mimpi yang sudah lama ingin kulupakan, sebenarnya apa yang terjadi pada mereka? Apa mereka sudah mati dan menjadi robot? Ku harap tidak.


*****


Sari kembali ke labnya, dia masih penasaran dengan Gen 1993 buatannya, lalu tiba-tiba dia memiliki ide untuk memasang chip miracle pada Gen 1993, Sari menekan tombol tempat chip keluar, Sari melepas chip Gen 1993 dan menggantikannya dengan chip milik Miracle, saat Sari memasukkan Chip itu dan menekan enter, mata Gen 1993 menyala berwarna merah dan berjalan mencekik leher Sari, Sari ketakutan, dia berusaha mematikan mesin Gen 1993, tapi tidak berhasil karena Gen 1993 mempererat genggamannya pada leher Sari membuatnya terpojok dan susah bergerak, Sari mencoba meraih keyboardnya dan menekan cancel, tapi tidak tercapai dengan kekuatan dia mencoba menekan tombol cancel tapi tidak berhasil, Sari merasa susah bernapas, pandangannya mulai mengabur, dia mencoba berteriak tapi tak ada yang mendengarkan,"A..aa..arif kumohon tolong aku!


Tiba-tiba Gen 1993 menghentikan cengkramannya, Arif berhasil menekan tombol cancel keyboard milik Sari, Sari batuk karena tenggorokannya sakit, Arif mendekati Sari,"Kau tidak apa-apa? Apa yang kau lakukan tanpa sepengetahuanku Sari?


Sari merasa tidak enak hati pada Arif,"Ma...ma...maafkan aku Arif, aku masih tidak bisa melupakan Sarah maupun Jakob, aku hanya ingin menyelamatkan mereka.


"Apa? Apa kau tidak menyayangi aku ataupun Winda? Bagaimana jika kau meninggalkan kami? Apa kau tidak pernah memikirkan aku atau winda?


"Maafkan aku Arif.


Arif tidak tahu harus menghadapi Sari bagaimana, Sari akan tetap dengan pendiriannya, dan Arif tidak bisa marah pada Sari walau hanya sedetik,"Baiklah, aku tidak akan mencampuri urusan pekerjaanmu lagi, tapi ingat kau harus selalu berhati-hati.


Sari mengangguk dan memeluk Arif.


*****


Sari memandang Gen 1993 dengan tatapan intens,"Aku yang menciptakan chip Miracle bersama dengan Sarah, tapi kenapa chip itu bisa menargetkanku, sebenarnya ada apa dengan bahan yang terbuat dari chip itu pikir Sari keras.


Sari mengamati chip Miracle yang di gengamnya,"Apa yang harus aku lakukan padamu? Kenapa kau tidak bisa di hancurkan? Sebenarnya kau terbuat dari apa ucap Sari dan melempar chip itu ke dinding rumahnya.


Sari menundukkan kepalanya dan menjambak rambutnya, tapi tiba-tiba dia berpikir akan sesuatu,"Tunggu, kenapa aku tidak kepikiran soal chip Miracle itu? Sari kembali memungut chip itu dan memperhatikannya, aku harus melihat ini dengan mikroskop, Sari menaruh chip tepat di bawah alat itu, Sari seperti mengenal benda merah yang masih aktif berkedip-kedip di permukaan chip, tapi jika Sari tidak menggunakan alat itu, maka benda merah itu tidak terlihat,"Aneh, ini terlihat seperti CCTV, bukan tepatnya seperti alat pendeteksi, mereka bisa saja melakukan hal seperti ini.


Darah Sari panas, jantungnya berdetak dengan kencang, dia melempar Chip itu,"Oh shit! Aku telah melakukan kesalahan, apa itu berarti jika perusahaan sudah menemukan lokasiku? baboya.


Sari sangat khawatir dan cemas, sari yakin cepat atau lambat pihak Miracle akan menemukannya,"Aku akan berhadapan lagi dengan Arnold dan Chelsea. Sesaat itu juga, Sari membuat alarm penyusup pada halaman rumahnya, setidaknya dia bisa meninggalkan labnya ketika mereka datang untuk menjemputnya.


*****


Sari menyuruh Arif dan Winda meninggalkan rumahnya hari ini, demi menghilangkan kecurigaan Arif, Sari memanfaatkan kebaikan Arif padanya,"Sayang, apa aku boleh meminta bantuanmu?


Arif yang tengah sibuk membaca Koran, melipat korannya,"Tentu saja, memangnya kau butuh bantuan apa?


Sari menyerahkan Winda padanya,"Aku minta kau ajak Winda jalan-jalan, sekalian beli ini untuk keperluan sehari-hari kita kata Sari sembari menyodorkan catatan belanja padanya.


"Tapi, kenapa aku harus membawa Winda denganku? Tanyanya penasaran.


Sari mengepal tangannya,"Aku akan membuatkan kalian sesuatu, jadi ikuti saja permintaanku.


"Baiklah. Arif dan WInda sudah meninggalkan rumah, Sari melihat mereka hingga mereka menghilang di ujung jalan.


Sari Clair berharap, orang-orang itu tidak menyadari keberadaannya, jika dia sampai di temukan, maka itu sama saja jika dia membahayakan nyawa suami dan putri tercintanya,"Semoga mereka tidak mencari tahu tentang diriku, aku tidak sengaja menghacker proyek mereka melalui Chip yang ku buat bersama Sarah dengan menggunakan akun maniak, aku tidak boleh tinggal diam, aku yakin cepat atau lambat mereka akan menemukanku, dan sebelum itu terjadi, Gen 1993 harus selesai, tapi sampai saat ini aku masih kekurangan sesuatu, apa yang hilang di sini, sehingga Gen 1993 tidak berfungsi, di mana letak kesalahanku?


Sari tak berhenti berjuang, sepasang bola matanya terus saja memandangi kerangka milik Gen 1993 ciptaannya di layar komputer, keringat mengalir di pelipis Sari, dia merasa jika ajalnya akan segera menjemput. Seketika, lampu peringatan penyusup berbunyi di lab kecilnya, dia mencoba tenang, saat ini suami dan putrinya pergi keluar membeli keperluan rumah dan itu adalah kemauan Sari, Sari tahu jika beberapa orang sedang mengintainya, dan dia yakin hari ini juga orang-orang itu akan menyerangnya.


Sari mengotak-atik komputernya dan para penyusup masih bisa membobol pertahanannya. Sari segera meninggalkan lab rahasianya dan bergegas ke ruang belajar yang selama ini di gunakannya, di sanalah dia mencoba bersikap tenang dan tidak menimbulkan emosi.


Seorang lelaki berbadan besar, menyodorkan pistol tepat ke pelipis Sari,"Apa kau adalah maniak?


Sari gemetar, tapi dia meraih jarinya dan berusaha menyembunyikan ketakutannya itu,"Maniak? Bukan, nama saya Sari Clair.


Lelaki itu membanting laptop milik Sari,"Jangan mencoba mengguruiku, jika tidak kamu akan mati sekarang juga.