
"Karena kau adalah misi utama yang di perintahkan Sari dan juga Frans pada sistemku, aku akan terus menjagamu dari bahaya.
"Kau benar, aku tidak seharusnya menyerah, robot-robot itu harus di musnahkan sebelum mereka membuat dunia menjadi kiamat.
"Winda, kau harus mencari virus yang dapat merusak mesin mereka, meski kau harus kehilangan sesuatu, kau harus tetap mengaktifkan virus itu.
"Apa maksudmu? Aku tidak akan mungkin kehilangan apa-apa lagi, merekalah yang tidak akan mendapatkan apa-apa.
Frans melepas pelukannya pada Winda,"Kau harus beristirahat, besok kita akan mencari professor yang pernah mengajar ibumu, pertama kita harus mencari arsipnya di Universitas ibumu, aku yakin mereka akan menuliskan alamatnya.
Winda menganggukkan kepalanya tanda setuju,"Pencarian ini, robot-robot itu tidak boleh mengetahuinya bukan?
"Tentu saja, jika mereka sampai mengetahuinya. Mereka akan berusaha mengagalkan rencana kita dan resiko paling berbahaya, mereka mungkin akan membunuh Professor. Jadi kita akan melakukannya secara diam-diam.
*****
Cahaya matahari pagi menerobos masuk ke dalam hotel melalui jendela yang sudah tidak terhalangi gorden karena Gen 1993 membukanya dan itu membuat Winda terbangun dari tidurnya,"Ya! Kenapa kau membuka gordennya?
Gen 1993 membalikkan badannya dan berdiri tegap di hadapan Winda,"Apa tidur terlalu nyenyak membuatmu lupa dengan rencana kita semalam? Hari ini kita akan mencari Professor, apa kau lupa? Ayo cepat bangun, aku akan menunggumu di bawah kata Gen 1993 lalu berjalan meninggalkan Winda yang terlihat kesal.
"Dasar robot bodoh! Akh! Aku sudah muak, tapi walau bagaimanapun rencana harus tetap kulakukan.
Winda bangkit dari tempat tidur dan bersiap mencari solusi dari semua kekacauan ini.
Winda berdiri di depan hotel, sembari mencari sosok Gen 1993," Di mana robot itu? Apa dia sedang bermain-main denganku? Karena sudah lama menungguku?
Sebuah mobil Ferari berhenti tepat di di hadapan Winda.
"Kenapa mobil itu berhenti di sini, apa dia ingin mencari masalah denganku juga?
Kaca jendela depan mobil meluncur turun, Winda menunduk demi melihat siapa orang yang mengendarai mobil mahal itu dan betapa terkejutnya dia saat melihat pengemudinya.
"Frans?
"Ayo cepat masuk, kita harus segera mencari Professor itu.
Winda menarik knop pintu mobil dan duduk di samping Gen 1993, Winda masih tidak percaya dengan apa yang terjadi saat ini, dia lalu menoleh ke kiri dan menatap Gen 1993 yang begitu lincah dan tenang mengendarai mobil.
"Di mana kau mendapatkan mobil ini? Apa kau mencurinya?
"Apa itu penting sekarang?
"Tentu saja, jika kau mencurinya para polisi akan mengejar kita, lalu pencarian kita akan berakhir gagal, kita harus berhati-hati.
"Kau tidak perlu khawatir, tidak akan ada yang mencari mobil ini.
"Hah? Kenapa kau bisa sangat seyakin itu?
"Karena mobil ini, aku yang membuatnya sendiri.
"Apa? Wait, apa kau serius dengan perkataanmu?
"Of course.
"Wah, kau membuatku terkejut dengan keahlianmu, apa kau tahu?
*****
Winda melangkah masuk ke dalam Universitas ibunya, dulunya ibu Winda berjalan setiap hari di jalan ini dan beberapa tatapan tajam dan sinis memghantam fisiknya. Tiba-tiba pandangan Winda mengabur. Dia merasakan sakit yang di rasakan ibunya, hanya karena kecerdasannya dia di giring rasa iri dan dengki dari semua orang yang menatapnya, dengan cepat Gen 1993 menangkap tubuhnya,"Kau kenapa? Apa kau sakit?
Winda tersenyum dan menatap Gen 1993,"Apa ini sistem ibu atau Frans?
Gen 1993 menatap bingung pada Winda,"Apa sebenarnya yang ingin kau katakan?
"Aku yang sudah mengaktifkanmu, tapi bukan aku yang memasang data emosi pada sistemmu? Kau terlihat sangat manusiawi, kupikir pelaku utamanya adalah Frans. Dia teman yang baik dan memang sangat perdulu padaku. Ayo kita pergi menemui seseorang yang mungkin bisa membantu kita.
Winda dan Gen 1993 menemui seseorang yang bekerja di bagian administrasi,"Kami dari kepolisian, telah terjadi pembunuhan, apa anda bersedia membantu kami.
Pada tahun 2019, seorang Professor mengirim muridnya ke Amerika. Apa anda mengenalnya?
"Professor, tentu aku mengenalnya. Dia adalah panutan dan Professor tercerdas pada masanya.
"Apa anda tahu, di mana beliau sekarang?
"Tentu, anda tunggulah di sini. Saya akan mencarinya di arsip mantan Professor yang mengajar di tahun 2019.
Winda dan Gen 1993 menunggu lelaki itu mencari arsip tentang Professor dan beberapa menit kemudian dia keluar dan membawa secarik kertas. Dia mendorong kertas itu di atas meja ke depan Winda,"Aku sudah menulis di kertas itu alamat rumah Professor, tolong perlakukan dia dengan baik.
"Kamshahamnida, kami pasti akan memperlakukannya dengan baik, kami akan menemui beliau, terima kasih untuk bantuannya.
*****
Sudah hal yang wajar jika Gen 1993 menjadi pusat perhatian karena ketampanannya, beberapa gadis memperhatikan Frans dan tak berhenti memandangnya.
"Dia tampan sekali.
"Apa dia seorang idol?
"Mungkin, visualnya terlalu sempurna.
Winda hanya tersenyum melihat dan mendengar mereka berbincang mengenai sosok Gen 1993.
"Sepertinya kau populer di kalangan wanita Frans.
"Aku tidak perduli, apa kau marah? Jangan menyembunyikan kemarahanmu, nanti akan menjadi penyakit.
"Kau terlalu percaya diri dan menyebalkan. Kau memang Frans.
*****
Winda menyembunyikan bel rumah Professor berulang kali, tapi tak ada jawaban.
"Apa dia tinggal seorang diri? Di rumah sebesar ini? Tanya Winda pada Gen 1993.
"Mungkin dia tidak mendengarnya. Atau ada sesuatu hal yang menghambatnya membuka pintu.
Beberapa menit kemudian, seorang wanita berusia empat puluh tahun membuka pintu rumah,"Anda mencari siapa?
"Kami datang mengunjungi Professor. Apa kami bisa menemui beliau?
Wanita itu tersenyum ramah dan membuka lebar pintu rumahnya,"Silahkan masuk, ibu ada di dalam kamarnya, dia sedang duduk di kursi goyang kesukaannya sembari melihat gambar mahasiswa dan mahasiswinya saat berfoto bersama dulu.
"Benarkah? Kami akan menemuinya.
Winda menarik kursi dan menaruhnyadi depan Professor.
Professor memperhatikan wajah Winda dengan seksama.
"Kamu siapa? Tanyanya sambil tersenyum.
Winda meneteskan cair matanya dan meraih telapak tangan Professor,"Apa Professor masih mengingat Kim nana?
Professor mengerutkan keningnya seolah sedang berpikir,"Kim nana? Iya aku mengingatnya, dia adalah mahasiswi tercerdas saat itu, tapi aku mengirimnya ke Amerika, karena tak ada yang menyukainya di sini, dia sangat pendiam dan kesepian saat itu. Aku masih mengingat raut wajah senangnya saat mengetahui jika dia akan melakukan pertukaran pelajar di Amerika.
"Apa ibu sesenang itu?
"Iya, dia berkata padaku. Kalau aku sudah membantunya keluar dari neraka.
"Tapi ibuku tidak tahu, kalau nyatanya neraka sesungguhnya menantinya di sana.
"Ibu? Apa kau punya hubungan dengan Kim nana?