
Sarah tidak bisa menahan sakit akibat cengkaram yang di rasakannya, dia tidak bisa melawan dia hanya memegang tangan Arnold dengan kedua tangannya, Sarah sudah di ambang batasnya, dia mulai kehilangan kesadaran, tetapi Arnold melepaskan cengkramannya dan melempar Sarah ke dinding, Sarah mulai batuk, mengambil napas dan memegang lehernya,"Ma..ma..maafkan aku Mr. Arnold, tapi kenapa kau membunuh Mr. Ronald? Dan aku melihatnya, dia bukanlah manusia melainkan sebuah mesin kata Sarah gagap.
Mr. Arnold tertawa mengerikan, membuat tubuh Sarah gemetar hebat. Ya Tuhan apa aku akan segera mati batinnya.
Mr. Arnold mendekati Sarah, Sarah mundur dan berkata,"Tidak! Jangan mendekat, jangan bunuh aku katanya.
Tapi lelaki itu tidak perduli dengan perkataan Sarah, dia terus mendekati Sarah hingga Sarah terpojok,"Kau harus mati di tanganku, ucap Arnold.
*****
Sedari tadi Sari tidak melakukan kegiatan apapun, dia hanya mengamati pintu, dia terus bertanya kapan Sarah datang, ini sudah lewat dari waktu, gudang dengan Lab milik mereka tidak terlalu jauh, tapi apa yang membuatnya lama? Batinnya.
Chelsea memegang bahu Sari, membuatnya sadar dari lamunannya, dia menatap Chelsea,"Ada apa? Tanya Sari.
Chelsea tersenyum,"Harusnya aku yang bertanya, ada apa denganmu?
"Chelsea, kenapa Sarah lama sekali? Apa terjadi sesuatu padanya? Tanya Sari khawatir.
Chelsea melihat ke atas seolah sedang berpikir, dia kembali menatap Sari setelah cukup beradu pandang dengan langit-langit Lab,"Hmmm...kurasa tidak mungkin jika terjadi sesuatu padanya teman, sudahlah kau lanjut saja pekerjaanmu, kau lihat katanya sambil menunjuk jam tangannya.
Sari tetap merasa khawatir, dia bangkit dari duduknya,"Kawan-kawan kalian lanjutkan pekerjaan kalian, aku akan menyusul Sarah, aku khawatir terjadi sesuatu padanya.
Ke empat temannya mengangguk dan terus menatap kepergian Sari hingga dia hilang di balik pintu,"Dia terlalu baik kata jakob takjub.
"Apa kau mengaguminya? Aku akan katakan padanya, jika kau menyukainya kata Chelsea mulai menggoda.
Jakob bertingkah kikuk, sepertinya dia salah tingkah, dia mengambil sesuatu yang seharusnya tidak di ambilnya dan bahkan berbicara gagap,"Ka..ka..kata siapa aku menyukainya. Membuat seluruh temannya menertawakannya.
Sementara di luar Lab, Sari terus mencari sosok sahabatnya itu, hingga mendengar teriakan dari ujung lorong,"Tidak!!!!!
Sari membulatkan bola matanya saat melihat Sarah tergeletak bersimbah darah di sudut dinding, Sari tidak berteriak, dia hanya membungkam mulutnya dan medekati Sarah, dia berusaha mengoyangkan tubuh sahabatnya itu agar dia terbangun, tapi tak ada gerakan apapun, Sari menangis melihat Sarah, saat dia ingin mencari bantuan, Sarah memegang ujung celananya, dengan perasaan takut, Sari menoleh dan melihat Sarah membuka matanya, Sari lalu duduk dan medekati Sarah,"Ka..ka..kau kenapa katanya yang tak berhenti menangis.
Sarah mencoba mengerakkan badannya, tapi tidak bisa, dia mengatakan sesuatu pada Sari,"Ka..kau jangan berisik, Arnold itu penjahat, dia kejam dan juga keji, aku tidak mendapatkan luka yang fatal Sari, tapi cepat atau lambat aku akan menjadi seperti mereka, jadi sebelum mereka kembali, kau harus pergi dari sini, dan ingat jangan mengatakan apapun, bersikaplah bahwa kau tidak mengetahui apa-apa, apa kau mengerti?
Sari masih saja menangis, dia mencoba mencerna perkataan sahabatnya, tapi dia masih tidak terima atas apa yang di terima Sarah,"A..aa...aku tidak bisa diam saja melihatmu seperti ini.
"Tapi kau tidak bisa melakukan apapun, satu hal yang harus kau tahu...Sarah tidak melanjutkan ucapannya, dia menahan tangisnya, dia mencengkram baju Sari erat,"Professor sudah mati, dia di bunuh oleh Arnold karena berusaha menyelamatkanku.
Mendengar perkataan Sari seolah dia mendapatkan tembakan pistol tepat di dadanya, dia sesak, bagaimana kejamnya dia membunuh orang tuaku, dia memang hanyalah seorang pengajar bagi kami, tapi bagiku dia adalah orang tua keduaku pikir Sari.
"Ja..ja...jangan berlama-lama di sini, pergilah ke Lab, sebentar lagi para orang Miracle akan datang menjemputku, Sari kau benar, Ronald adalah robot manusia yang tidak sempurna, bahkan Arnold dia juga seorang robot, tapi dia sempurna jangan mencoba untuk melawannya ucap Sarah dan Sari pergi meninggalkannya karena mereka mendengar suara langkah kaki mulai mendekat.
Sepanjang jalan di lorong, Sari tak henti memegang dada, dan juga mulutnya, dia terus menangis, dan tidak tahu harus mengadu pada siapa, tapi Sari teringat pada teman-temannya, Sari yakin jika teman-temannya tidak akan tinggal diam. Sari segera menghapus air mata dan mencoba bersikap seperti biasanya.
Ke empat temannya menoleh ke arah pintu, saat mereka mendengar pintu terbuka, Chelsea memandang Sari dan mencari sosok temannya yang lain,"Kau sudah kembali? Lalu di mana Sarah tanya Chelsea penasaran begitup dengan ketiga temannya.
Sari meremas tangannya, dia masih bingung, apa dia harus cerita pada teman-temannya atau menunggu waktu yang tepat, saat Sari bersiap menceritakan tiba-tiba pintu Lab terbuka, dan orang yang membuka pintu adalah Mr. Arnold. Sari gemetar melihatnya, dia takut jika dia akan ketahuan. Tapi Arnold tidak melakukan apapun, dia masuk dan bertanya bagaimana perkembangan pembuatan mesin mereka.
Arnold melirik ke tempat Sarah, dia lalu bertanya di mana Sarah berada, lalu dia kembali berbicara,"Aku tahu, aku lupa jika tadi orang tua Sarah datang, mereka meminta untuk mengambil Sarah, karena paman Sarah meninggal.
Chelsea menoleh ke Sari, seolah dia bertanya. Apa-itu-benar?
"Kalian lanjutkan pekerjaan kalian, aku akan datang ketika pekerjaan kalian selesai ucap Arnold dan tersenyum menakutkan ke arah Sari sebelum dia menghilang di balik pintu.
Sari duduk terpaku setelah Arnold keluar dari Lab, dia menangis dan ke empat temannya mendekatinya,"Kau kenapa? Apa terjadi sesuatu? Tanya Chelsea mencoba menenangkan.
Sari memeluk Chelsea,"Mr. Arnold berbohong, kalian harus tahu yang sebenarnya, Paman Sarah tidak meninggal tapi Sarahlah yang mati.
"Tunggu... tunggu dulu, apa maksud perkataanmu Sari Tanya Ron penasaran.
"Kalian harus mendengarkanku, Arnold membunuh Sarah, karena Sarah melihatnya membunuh Ronald kata Sari lagi.
"Tapi untuk apa dia membunuh saudaranya sendiri tambah Randy.
"Dia tidak benar membunuhnya, dia hanya mematikan mesinnya, dan kita akan menjadi salah satu tamengnya.
"Kau jangan bercanda Sari kata Jakob kemudian.
"Aku tidak bercanda, saat keluar tadi aku menemukan Sarah tergeletak di ujung lorong, dia terluka, bahkan parahnya Professor di tembak mati oleh Arnold karena berusaha menolong Sarah.
Mendengar penjelasan Sarah, kini semua temannya mempercayainya, mereka bersimpati terhadap apa yang menimpa sahabat mereka, mereka bahkan berecana kabur dan menghancurkan pekerjaan mereka, tetapi tanpa mereka sadari ujung bibir Chelsea sedikit terangkat, dia menyuruh temannya untuk tidak gegabah,"Kalian jangan gegabah, kita harus melakukan langkah terbaik agar mereka tidak mencurigai kita, kita tidak boleh menghancurkan apapun di sini, kalian tunggu di sini, aku akan mencari informasi.
Sari menghentikan Chelsea dengan memegang tangannya,"Kamu jangan pergi, aku takut kau akan berakhir seperti Sarah.
Chelsea melepaskan genggaman Sari,"Kau jangan khawatir, aku tidak akan berakhir seperti mereka, kalian bersiap-siaplah, ambil barang-barang kalian dan kita akan keluar dari tempat ini katanya dan menghilang di ambang pintu.
*****
Jakob, Ron, Randy dan juga Sari sudah selesai menyiapkan barang mereka, tetapi saat mereka hendak membuka pintu Chelsea muncul dengan senyuman manisnya, dia membawa beberapa cangkir teh, dia menenangkan semua temannya, dan menyuruh mereka duduk sembari menurunkan barang-barang mereka.
"Kalian minum dulu, agar kalian tidak kehilangan stamina saat kita keluar dari tempat ini kata Chelsea sembari menyodorkan mereka satu-persatu secangkir teh kehadapan mereka.
Ron, Randy dan Jakob langsung meminum teh itu hingga habis, beda hal dengan Sari dia hanya memandang cangkir yang berada di depannya dan mengalihkan pandangan dari teh itu,"Maaf Chelsea, aku tidak bisa minum di saat seperti ini, aku tidak mood ucapnya dan mengusap wajahnya cemas.
Chelsea tiba-tiba tertawa, dia berjalan dan berdiri di depan ketiga teman lelakinya, melihat itu Sari menatap lirih kea rah Chelsea,"Kenapa kau tertawa di saat genting seperti ini? Tanyanya bingung.
"Kau bodoh sekali Sari, mana mungkin aku mau membantumu keluar dari sini, kau pernah dengar aku berkata padamu, jika aku tidak akan pernah meninggalkan tempat ini dan akan melakukan apapun agar aku bisa tetap berada di sini bukan?
"Aa..aa..apa maksud kamu? Kita memang seharusnya meninggalkan tempat ini, jika tidak kita semua bisa mati ungkap Sari lagi.
Chelsea menyilangkan kedua tangannya,"Aku tidak perduli, tapi aku tidak akan mati tapi kau kata Chelsea dan menodongkan pistol pada Sari.
Sari mengangkat kedua tangannya,"Apa yang kau lakukan? Apa kau mengkhianati kami? Setelah apa yang aku dan Sarah lakukan padamu, kita ini teman bukan, tidak tepatnya kalian itu berteman dengan Sarah jauh sebelum aku datang, tapi apa hanya sebatas ini persahabatan kalian? hingga kau rela mengorbankan temanmu Chelsea? Ron? Jakob dan juga kau Randy Tanya Sari pada semua temannya.
"Aku tidak perduli semua itu, yang pastinya aku bisa membunuh atau melenyapkanmu bersama dengan teman-teman yang lain agar aku bisa tetap di Miracle jawab Chelsea.
Sari mengepal kedua tangannya. Andai saja aku bisa memukul Chelsea, tapi aku tidak akan bisa memukulnya karena aku akan lebih dulu mati sebelum menyentuhnya karena dia memegang pistol saat ini batinnya.
Chelsea dan ketiga temannya berjalan mendekati Sari, Sari berjalan mundur demi menghindari mereka dan saat Sari tersudut, Chelsea siap menarik pelatuknya,"Selamat jalan Sari temanku tersayang.