Gen 1993

Gen 1993
Part 4 Teman atau Musuh



        "Saya menyuruh kalian datang kesini, untuk belajar bukan berpesta minuman keras, aku tahu jika umur kalian sudah masa cukup untuk mencicipi bir tapi bukan berarti kalian melakukan seperti yang kalian lakukan kemarin malam, ini terakhir kali saya mendengar ini, apa kalian mengerti? Tegas Michael yang begitu kecewa kepada kami.


Beliau Hanya datang untuk menceramahi kami, setelah selesai Professor langsung meninggalkan kami di dalam lab, Ron tak kuasa menahan mabuknya, dia berlari ke arah toilet dan di susul jakob dan juga Randy. Sari, Chelsea dan Sarah saling menatap. Sarah merangkul kedua temannya itu dan berbisik padanya,"Wajar jika Professor marah besar terhadap kita, kita memang sudah kelewatan, kita bahkan melewati uji coba di hari pertama kita bergabung di Miracle bukan?


Chelsea melepaskan diri dari rangkulan Sarah dan menganggukkan kepalanya,"kau benar, tapi aku tidak mau hanya gara-gara kelakuan kita semalam, kita harus kehilangan kerja sama ini, kalian tahu kan aku sangat mendambakan ini, dari dulu aku selalu berdoa semoga Tuhan memberiku kesempatan bekerja di perusahaan Miracle, dan aku tidak akan melepaskan kesempatan ini dengan melakukan kesalahan yang sama, aku akan melakukan apapun agar aku tetap berada di perusahaan ini.


Sari menepuk dan mengelus bahu Chelsea,"Tenanglah teman, aku yakin kita tidak akan di tendang keluar dari perusahaan ini, jika memang terjadi kita tidak akan berada di dalam Lab dan Professor memarahi kita di sini, jika kita benar di usir, ku yakin kau dan juga yang lain termasuk aku seharusnya sudah kembali ke asrama kata Sari mencoba menenangkan Chelsea.


"Kau ada benarnya Sari ucap Chelsea dan kemudian tersenyum.


Jakob, Randy dan juga Ron kembali dari toilet, dari raut wajah Ron sepertinya dia sudah sadar dan tidak terlihat pucat lagi,"Jadi? Apa yang akan terjadi pada kita tanya Jakob.


"Seperti yang kalian lihat, kita masih di beri kesempatan, tapi jika melihat reaksi Professor tadi, uji coba kita hari ini mungkin di tunda dan kemungkinan besok adalah jadwal uji coba kita kata Sari dan melangkah keluar dari Lab, begitupun dengan para temannya, mereka mengikuti Sari dari belakang.


*****


Sarah begitu menyukai memasak, terkadang dia mengajarkan beberapa resep masakan pada Sari, tetapi untuk Chelsea dia sama sekali tidak tertarik sedikitpun, saat ini yang ada di pikiran Chelsea adalah bagaimana agar dia tetap berada di sini, bahkan setelah kerja sama dengan Miracle dan Michael berakhir.


Sarah meniup centong berisi sup dan memberikannya kepada Sari, agar Sari mengecek rasa dari masakannya, Sari mencoba masakan Sarah dan setelah air sup melewati kerongkongannya, dia mengangguk-anggukkan kepalanya dan memberi jempol pada Sarah,"Daebak! Kau hebat sekali Sarah.


"What this daebak? Katanya bingung.


"Maaf, itu adalah bahasa korea yang artinya keren.


"Oh itu bisa juga di artikan sebagai kata untuk mengagumi sesuatu, apa seperti itu?


"Yah, kau cerdas sekali Sarah.


Sarah mematikan kompor miliknya, dia rasa jika masakannya itu sudah matang dan siap di santap, Sari membantu menyiapkan beberapa peralatan makan, seperti piring, gelas, sumpit, garpu dan juga sendok dia bahkan sudah ahli menata meja bagi teman-temannya.


Chelsea yang sedari tadi melamun, bangkit dari lamunannya dan segera bergabung ke meja makan, dia langsung memasukkan beberapa sendok sup ke dalam mulutnya,"Segar sekali, kau memang hebat Sarah pujinya.


Sari mencoba mencari ke setiap sudut dapur milik mereka,"Di mana Jakob, Randy dan Ron? Mereka juga mungkin sudah lapar tanya Sari sedikit khawatir.


"Mereka mungkin ada di balkon, mereka sedang merenungi kelakuan mereka ucap Chelsea tak perduli.


Sari meletakkan piringnya dan bangkit dari duduknya, dia hendak menyusul teman-temannya di atas balkon,"Aku akan memanggil mereka, kalian lanjut saja makannya kata Sari kembali dan menghilang di balik pintu.


Chelsea memutar bola matanya malas,"Sepertinya Sari terlalu memanjakan mereka kata Chelsea kembali.


Sarah menatap Chelsea,"Tentu saja itu harus di lakukan, walau bagaimanapun mereka adalah teman kita, lagipula ini bukan kesalahan mereka, tapi kesalahan kita semua tambah Sarah.


Chelsea meletakkan sendoknya dan meneguk air mineralnya,"Kau dan Sari sama saja, sama-sama baik.


"Memang harusnya begitu, bahkan jika kau melakukan kesalahan yang sama, aku dan juga Sari akan melakukan hal yang sama untukmu kata Sarah lagi.


"Baik aku kalah ucap Chelsea dan melanjut memakan makanannya.


*****


Ke esokan harinya, Michael mengatakan sepatah dua kata untuk menyemangati kami dan beberapa nasehat, setelah itu dia menyerahkan semuanya pada Mr. Arnold dan Ronald dalam proyek ini. Michael tersenyum dan menutup pintu Lab, Mr. Arnold menyalakan proyektor dan memperlihatkan kami semua sebuah bagan, berisi sebuah kerangka seperti manusia.


Jakob menatap lekat layar yang terpampang di hadapannya, dia lalu mengajukan sebuah pertanyaan,"Mr. Arnold? Kerangka apa ini?


Mendengar itu, Sarah sangat bahagia, dia berpikir jika dia mempunyai kesempatan untuk menjadi bagian Miracle selamanya, dan akan mengabdikan hidupnya untuk Miracle.


"Lalu apa bayaran untuk kami? Tanya Sari kemudian.


"Pertanyaan yang sangat bagus Sari jawab Ronald, yang baru membuka suara selama mereka bertemu dengannya.


"Anda bisa berbicara? Lalu apa yang membuat anda berbicara sekarang tanya Sari mulai penasaran.


"It..it..itu ka..re..na aku. Setelah mengatakan itu Ronald terdiam kembali, karena Winda merasa jika Ronald sedang pingsan , Sari mencoba untuk membantunya, tapi Arnold menghentikannya,"Kau tidak perlu melakukan apapun Sari, mereka akan segera menjemputnya kata Arnold dan membiarkan kami kembali fokus padanya.


Sarah dan Sari saling bertukar pandang, dia memberi isyarat pada Sarah. Sarah segera menafsirkan isyarat Sari yang mengatakan, sepertinya-ada-hal-yang-mencurigakan-disini?


Sarah menggeleng, berusaha menghentikan Sari melakukan pergerakan apapun yang bisa membuat Mr. Arnold marah. Tak lama kemudian, beberapa orang dari karyawan Miracle masuk ke dalam ruang lab, dan segera membawa pergi Mr. Ronald.


Pintu kembali tertutup, Mr. Arnold berkata jika saudaranya Ronald, sedang sakit sekarang, dan penyakitnya kambuh akibat Ronald yang lupa meminum obatnya. Arnold kembali pada layar di depan kami,"Jika pembuatan robot manusia ini berhasil kalian buat dan sempurna, maka bayaran bagi kalian adalah rumah mewah, gaji setiap bulannya, menjadi bagian dari Miracle dan kami akan menjaga keselamatan keluarga kalian katanya lagi. Baik sampai di sini penjelasannya, kalian silahkan membuat robot manusia ini, waktu kalian 24 jam di mulai dari sekarang.


Jakob mengambil ahli bagian kedua tangannya, Ron bagian organ tubuh, Randy kedua kakinya, Chelsea bagian kepala dan wajah, Sarah dan Sari adalah membuat bagian pentingnya yaitu otaknya. Mereka serius mengerjakan tugas mereka masing-masing. Tapi Sarj berhenti menggambar, dia teringat dengan kejadian yang menimpa Mr. Ronald, karena merasa jika Sari sama sekali tidak melakukan pekerjaannya, Sarah membuyarkan lamunan Sari,"Hei, kau kenapa? Kau bahkan belum selesai menggambar kerangkanya teman.


Sari menyuruh Sarah mendekatkan telinganya, dia ingin membisikkan Sesuatu,"Sarah? Aku merasa ada yang aneh dengan perusahaan ini bisik Sari.


"Memangnya apa yang kau temukan? Tanya Sarah serius.


"Sepertinya Mr. Ronald adalah seorang robot, kau tahu sebenarnya mereka berhasil membuat robot manusia, tapi seperti yang di katakan Mr. Arnold jika salah satu karyawan mereka itu tidak berhasil menyempurnakannya, kemungkinan besar di bagian otaknya, mereka tidak mendapatkan sesuatu yang bisa menggerakkan robot sepenuhnya.


"Kamu memang ada benarnya, tapi untuk apa mereka menyuruh kita membuat robot yang seperti manusia? Apa mereka akan melakukan penyerangan? Kata Sarah.


Chelsea menghampiri keduanya, dan membuat keduanya terkejut,"Kenapa kau melakukan itu pada kami tanya Sari kesal.


Chelsea yang tak mengerti tersenyum,"Memangnya kalian membicarakan apa sampai kalian seserius ini? Apa kalian bercerita mengenai hantu? Tanya Chelsea.


"Iya, dan kau adalah hantunya jawab Sari lagi.


"Maaf karena sudah menganggu cerita kalian, tapi aku dan yang lainnya kehabisan bahan, apa di antara kalian bisa membantu kami? Tanya Chelsea memohon.


Sarah memukul bahu Chelsea pelan,"Biar aku yang mengambilkannya untukmu.


"Terima kasih teman ucap Chelsea kemudian melanjutkan eksperimennya, sementara Sari melihat kepergian Sarah, hingga Sarah menghilang di balik pintu.


*****


Sarah kembali dari gudang penyimpanan, tanpa sengaja dia melihat Mr. Arnold berada di depan lorong dan sedang berhadapan dengan Ronald, Sarah bermaksud mendekat dan menyapa mereka, tapi Sarah menghentikan langkah kakinya, saat Arnold mengatakan sesuatu,"Maafkan aku saudaraku, kau tidak sempurna sepertiku, aku akan merusakmu tapi kau tenang saja, setelah anak-anak itu menyelesaikan misinya, kau akan hidup dan berkumpul lagi denganku katanya dan menusuk jantung Ronald menggunakan tangan kosong, dia lalu menarik jantung Ronald, saat jantung Ronald di tarik, Sarah sempat melihat percikan listrik dari tubuh Ronald dan beberapa serat kabel ikut tertarik keluar.


Sarah membungkam mulutnya, dia mencoba memahami apa yang sedang di saksikannya saat ini, dia tidak percaya jika dugaan sahabatnya Winda benar adanya. Karena takut ketahuan Sarah ingin beranjak dari tempat itu, tapi tanpa sengaja di menabrak pot bunga di sebelahnya dan menimbulkan keributan.


Mendengar keributan, Arnold berbalik, dia salah satu robot yang berhasil di ciptakan oleh pihak Miracle, dia tahu jika ada yang sedang memperhatikannya, dan dia yakin itu bukanlah salah satu karyawan Miracle, melainkan mahasiswa dari Michael, dia berusaha mencari sosok Sarah, Sarah dan Mr. Arnold seolah sedang bermain petak umpet, di mana Arnold yang mencari dan Sarah yang bersembunyi, Sarah terus saja membungkam mulutnya, tetapi dia tidak tahu apa dia akan lolos dari kejaran Arnold.


Sarah menjatuhkan kotak yang di bawahnya, kini Arnold berdiri di depannya, Arnold menemukannya setelah bermain petak umpet dengan Sarah,"Aku menemukanmu ucap Arnold dan tersenyum menakutkan.


Sarah ketakutan, dia tidak tahu harus melakukan apa, dia berpikir jika mungkin ini adalah hari terakhirnya, Arnold terus mendekati Sarah, sementara Sarah berjalan mundur hingga dia tersudut di dinding perusahaan, dengan secepat kilat Arnold menangkap leher Sarah dan mencekiknya.