Gen 1993

Gen 1993
Part 17 Kecocokan



      "Oppa, apa dia pacarmu?


"Bukan juga, dia adalah istriku jawabnya dengan mimik wajah yang serius membuat para pramugari mundur dan tidak akan menganggu mereka lagi.


Di dekat pintu masuk pesawat, para pramugari masih berkumpul dan terus menjadikan Gen 1993 dan Winda sebagai pusat perhatian mereka,"Aku baru tahu jika Jungkook sudah menikah.


"Bagaimana denganku? Aku jadi penasaran melihat wajah gadisnya katanya ketus dan meremas pundak temannya karena kesal, sementara temannya itu hanya bias mengerang kesakitan tanpa membalas perbuatan temannya.


Winda akhirnya terbangun, saat pesawat sudah mendarat di Bandara Seoul. Dia memandang ke arah Gen 1993 yang terlihat seperti manusia pada umumnya, dia sangat tenang dan tidak mau melepas kacamata hitam milik Frans. Winda lebih terkejut saat Gen 1993 dengan cepat menarik lengannya dan mengandengnya turun dari pesawat, sementara para pramugari yang menyaksikan mereka saling mengigiti bibir mereka dan memukul teman di dekatnya satu sama lain. Dan yang paling membuat Winda tidak tenang adalah pandangan para gadis-gadis penjaga pintu yang terlihat kejam seperti pandangan netizen.


Saat tiba di bawah, Winda melepas gandengan Gen 1993 padanya, dia lalu membuat Gen 1993 melihatnya,"Apa yang terjadi? Mengapa mereka melihatku, seolah aku ini adalah musuh mereka? Apa kau melakukan sesuatu di saat aku sedang tertidur? Tanya Winda kesal.


Gen 1993 tetap tenang, dia melepas kacamata sebatas batang hidungnya dan menatap Winda,"Aku tidak melakukan apa-apa, aku hanya menjawab pertanyaan mereka dan itu membuat mereka terdiam dan tidak lagi mendatangiku jawabnya santai.


Winda memutar bola matanya tak perduli, dia lalu menarik pundak Gen 1993 agar bias setara dengannya,"Memangnya pertanyaan apa yang di ajukan gadis-gadis itu padamu? Tanyanya lagi.


"Mereka bertanya, apa kau itu pacarku atau bukan.


"Lalu? Tanya Winda sudah tak sabaran.


"Aku jawab bukan, dan aku mengatakan kalau kau itu adalah istriku setelah itu mereka pergi dan tak berani datang lagi katanya lalu kembali menutupi matanya dengan kacamata hitam itu dan berjalan meninggalkan Winda.


"Bagus, kau memang harus menjawabnya seperti itu. Tapi tunggu dulu, kau bilang istri? Ah dasar, kau memang tidak bisa di biarkan begitu saja, aku ragu kau itu memang robot atau Frans katanya dan mengejar Gen 1993 yang sudah jauh berjalan di depannya.


*****


Di depan rumah orang tua Sari, Winda dan Gen 1993 berdiri, Gen 1993 sudah siap berjalan masuk ke dalam rumah orang tua Sari, tapi Winda terus menghentikannya,"Kau jangan masuk dulu, aku masih ragu, aku takut jika mereka tahu keberadaanku, mereka akan mati satu persatu oleh orang-orang Miracle.


Gen 1993 kemudian mengangguk dan membawa pergi Winda dari rumah itu,"Kau mau membawaku ke mana? Tanya Winda pasrah.


"Aku membawa tabungan Frans, sepertinya dia memiliki banyak uang, dengan uang itu kita bisa memesan kamar di hotel berbintang, tidak masalah kan? Tawarnya pada Winda.


Mata Winda membulat,"Kau kenapa bisa memiliki benda-benda itu? Apa kau mencurinya? Tapi kapan? Tanyanya tanpa henti.


"Kau tidak perlu memikirkan itu, pokokny kau ikut saja denganku, aku bahkan sependapat denganmu, aku juga takut jika kita memunculkan diri di keluarga ibumu, mereka akan membunuh mereka tanpa ampun, jadi kali ini kau juga harus mendengarkanku.


"Ini benar-benar tidak adil, aku hanya ingin hidup damai dan tidak terhubung lagi dengan robot-robot aneh seperti mereka, karena mereka aku selalu hidup dalam ke hati-hatian, aku sudah tidak bisa tidur tenang lagi kata Winda frustasi.


Gen 1993 melempar senyuman anehnya,"Kau bilang tak bisa tidur nyenyak? Lalu siapa yang tadi tertidur dan bersandar di pundakku? Kau bahkan meneteskan air liurmu di mesinku, untung saja aku tidak rusak.


"Jadi kau mengejekku, aku tidur seperti putri, aku tidak akan melakukan hal-hal menjijikan seperti itu.


Gen 1993 menghentikan langkah kakinya dan berdiri di depan Winda, dia mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya dan memperlihatkannya pada WInda,"Lalu ini apa? Katanya dan tersenyum menakutkan.


Berapa kalipun usaha Winda mengambil fotonya pada Gen 1993, dia tidak bisa merebutnya. Dia hanya bisa melompat-lompat demi merebut fotonya itu. Sementara Gen 1993 mengingat bagaimana dia mencetak foto aib Winda.


Waktu itu Winda sedang tertidur lelap, karena merasa kasihan Gen 1993 menarik Winda dan meletakkan kepalanya ke bahu Gen 1993, Gen 1993 lalu mengubah fungsi tangan kanannya menjadi sebuah camera dan berfoto selfie bersama dengan Winda yang sedang mengeluarkan air liur, setelah itu dia memberi perintah pada tangan kirinya menjadi percetakan foto dan begitulah kronologi adanya foto tersebut.


*****


Saat di depan resepsionis, Winda dan Gen 1993 memesan kamar di hotel,"Selamat malam pak, apa bapak akan memesan satu kamar? Kata seorang resepsionis yang berjaga.


Winda menyenggol Gen 1993 demi menjawab pertanyaan sang resepsionis,"Iya, kami pesan satu kamar.


Lelaki itu tersenyum dan bertukar isyarat dengan teman lainnya,"Gadisnya lebih agresif di banding prianya yah? Bisiknya pada teman di sebelahnya.


Winda sangat malu, memang saat ini dia tidak bisa menjelaskan statusnya dengan Gen 1993, di lihat dari segi apapun tidak akan ada yang percaya jika dia menjelaskan jikalau orang yang sedang berdiri berdampingan dengannya bukanlah manusia melainkan robot, tapi itu hanya membuatnya terlihat seperti orang gila jika dia memutuskan menjelaskan keadaannya sekarang.


Winda menunduk malu saat dia menyambar kunci kamar yang di baringkan di meja resepsionis, dia lalu menarik Gen 1993 menuju kamar pesanannya, tetapi Gen 1993 menolak, dia membuka kacamatanya dan berbicara pada pasangan resepsionis yang menjaga saat ini,"Dia adalah istriku, aku menyuruhnya memesan kamar saat di luar tadi, jika terlihat seperti dia yang memaksa, anda salah tapi akulah yang memaksanya kata Gen 1993 dan tertawa lebar lalu pergi meninggalkan keduanya yang terkejut karena mengira jika Gen 1993 adalah Jeon jungkook.


Gen 1993 terpaksa melepas genggaman tangannya pada Winda, Winda benar-benar marah karena dia mengaku pada semua orang yang di temuinya jika dia adalah istrinya,"Sebenarnya otakmu terbuat dari apa, dan sejak kapan kau bisa berbahasa Korea? Kau malah lebih pasih dariku.


Gen 1993 tersenyum dan menjawab pertanyaan Winda,"Aku mempelajari beberapa jam yang lalu, aku di rancang menjadi robot yang bisa melakukan apapun.


Pada akhirnya Winda berteriak dan memaki,"Ah masa bodoh dengan rancanganmu, aku selalu membuatku kesal, jika kau selalu membuatku kesal aku akan membunuhmu kata Winda kesal dan lompat di atas kasur,"Pokoknya malam ini aku akan tidur di kasur sementara kau tidur di sofa katanya dengan nada kasar.


Gen 1993 berjalan mendekati Winda, dia lalu mendorong kepala Winda pelan dengan jari telunjuknya,"Apa kau lupa? Aku tidak perlu tidur katanya dan berdiri tegap di depan jendela, seolah sedang berjaga-jaga jika ada bahaya yang datang.


Winda menggaruk dan menjambak rambutnya,"Dan aku selalu lupa jika dia bukanlah manusia, aku tidak tahu kapan aku akan terbiasa dengan semua kegilaan ini ucapnya dan memutuskan tidur dalam keadaan tak karuan.


*****


Gen 1993 memasang antenna pendeksi bahaya, dia terus memeriksa apa ada tanda-tanda dari robot Agen01 dan untuk saat ini tidak ada hal yang mencurigakan.


Tanpa sadar cahaya matahari membangunkan Winda dari tidur lelapnya, Winda mengerak-gerakkan beberapa persendihannya dan terkejut karena mendengar suara dari tulang-tulang Winda yang di renggangkannya,"Segarnya, aku merasa badanku kembali pulih selama menjalani kejar-kejaran bersama pihak Miracle karena seseorang katanya dan melirik ke Gen 1993 seolah sedang menyindir Gen 1993 yang masih saja bersikap tenang dengan segala sesuatu yang sudah di alaminya.


Winda menyenggol Gen 1993,"Bagaimana kalau kita pergi keluar?


"Keluar ke mana? Kau jangan ke mana-mana, aku merasa jika sebentar lagi orang-orang yang mengejarmu akan segera kemari, apa kau tidak menyadarinya?


Winda memutar bola matanya malas,"AKu tidak sepertimu, bagaimana aku bisa tahu soal itu, baiklah aku akan tinggal di hotel, aku tidak akan ke mana-mana, meski aku bosan.


Dan beberapa saat kemudian, gen 1993 merasakan adanya bahaya yang mengancam, dia berlari dan melindungi Winda, mereka menunduk bersamaan dengan beberapa peluru menyerang mereka dan memecahkan kaca jendela.