Gen 1993

Gen 1993
Part 13 Sebuah Harapan



        Winda membuka kedua kelopak matanya, betapa terkejutnya dia ketika melihat Frans tergeletak tepat di depan kedua kakinya dan kenyataan pahitnya, karena dialah yang membuat Frans seperti itu. Teriakan Winda sempat menghentikan perkelahian kedua orang gila itu, tapi mereka mengabaikannya dan kembali bertarung. Winda terjatuh tepat di samping tubuh Frans, air mata mengalir deras di kedua bola matanya, Ayah Frans yang sudah tiba di tempat kejadian juga terkejut melihat pengerbonan anaknya, dengan mencoba tegar, Ayah Frans mendekati Winda dan Frans. Ayah memegang bahu Winda,"Winda kita harus pergi dari sini, secepatnya nak ucap Ayah Frans serius.


"Ka..ka..karenaku Frans sekarang meninggal, andai saja aku tidak memberitahunya di mana aku, dia mungkin masih hidup sekarang.


Sebuah tangan segera memegang jemari Winda,"Wi..wi..winda, pergilah ke rumahmu, ada sebuah tombol di samping meja belajar ibumu, tekan itu dan kau akan menemukan sesuatu.


Winda menggelengkan kepalanya,"Tidak, sekarang hal terpenting adalah aku harus segera membawamu ke rumah sakit Frans.


Frans tersenyum,"Dasar bodoh! Apa kau pikir, luka fatal dan banyaknya darah yang keluar dari tubuhku, apa aku masih bisa selamat?


"Diam! Kau jangan bergerak dan berbicara apapun, aku janji aku akan membawamu ke rumah sakit, kau harus hidup Frans, jika tidak. Aku tidak akan memaafkan diriku.


Marker mendekati putra kesayangannya itu,"Frans apa kau baik-baik saja nak?


Frans menggeleng meski sulit baginya,"Ayah, waktuku tidak akan lama lagi, aku merasakan sakit yang luar biasa Ayah, ayah apapun yang terjadi bawalah Winda ke rumah lamanya, di sana Winda akan menemukan sesuatu yang mungkin bisa menghilangkan kekecewaan dan kesedihannya. Wi..wi..winda aku sangat mencintaimu. Yah, itulah kata terakhir yang di ucapkan Frans sebelum dia benar-benar pergi meninggalkan dunia untuk selamanya dan tak akan pernah kembali lagi.


"Frans! Tidak! Jangan tinggalkan aku kumohon. Teriak Winda putus asa.


Marker memutar tubuh Winda ke arahnya,"Winda, kita harus mengikuti keinginan terakhir Frans, sekarang juga kita pergi ke rumahmu, kita tidak punya banyak waktu.


Winda memejamkan matanya dan berpikir keras,"Ini sulit bagiku paman, satu persatu orang terdekat dan yang kusayangi mati satu persatu, lalu apa gunanya aku hidup di dunia ini?


Marker menggelengkan kepalanya. Sepertinya anak ini tidak akan mendengarkan meski aku berbicara padanya, hal yang harus aku lakukan adalah menyeretnya pergi batin marker. Marker membawa Frans di pundaknya, sementara Winda dia menarik tangannya dan meninggalkan tempat itu.


*****


Mereka sudah tiba di depan rumah Winda, Winda masih saja menatap kosong, Marker sempat frustasi, tapi dia adalah orang tua sekarang untuk Winda, dia lalu menarik Winda masuk ke dalam rumah dan menguncinya rapat-rapat.


Marker meletakkan mayat Frans di sofa dan menepuk bahu Winda yang duduk termenung,"Kita akan tinggal di rumahmu untuk sementara dan kita akan keluar setelah keadaan aman dan kau sudah berhasil menyelesaikan Gen 1993 ucap Marker lalu membaringkan tubuhnya di samping Frans.


Winda tidak menjawab, dia hanya terus menatap Frans dengan tatapan sendu, lagi-lagi air matanya tumpah, dia tidak bisa menahan kesedihan kehilangan Frans, Winda bangkit dan berlari menaiki anak tangga rumahnya.


Melihat itu Marker terbangun dan berteriak pada Winda,"Kau mau ke mana?


Winda berlari kecil sembari berkata,"Aku akan ke atas, aku hanya ingin mencari udara segar.


"Baiklah, tapi jika ada hal mencurigakan katakan padaku.


Winda menghentikan langkahnya tepat di depan jendela, dia membuka jendela dan membiarkan udara menerbangkan setiap helaian rambutnya, dia menatap jauh ke arah kota, dia lalu duduk dan menatap dinding kamar milik orang tuanya. Frans? Apa aku bisa memutar mundur waktu? Kenapa tak ada jawaban darimu Frans? Tanpamu aku tidak bisa apa-apa. Bagaimana aku menjalani hidup tanpamu? Kenapa kau tegah meninggalkan aku sendiri Frans? Kenapa? Apa kau memang bodoh? Meski aku menangis dan air mataku terus mengalir membasahi pipiku, aku tahu kau tak akan pernah kembali Frans Batin Winda dan terus menangis sejadi-jadinya.


Marker menyusul Winda di atas , dia duduk di samping Winda.


"Paman, Frans? Kata Winda


Marker menatap Winda,"Ada apa?


Winda kembali terisak,"Sepertinya kepergian Frans, dia juga membawah diriku sebagian bersama dengannya.


"Paman, mereka harus tanggung jawab atas kematian Frans.


Marker menatap bingung Winda,"Maksudmu orang-orang Miracle?


Winda menggangguk yakin. "Aku akan memperbaiki Gen 1993, demi mewujudkan keinginan terakhir Frans.


"Apa kau punya ide? Tanya Marker ragu.


"Iya. Lebih baik paman ikut denganku. Marker dan Winda sma-sama melangkah menuju samping meja belajar Sari. Saat Winda menemukan sebuah tombol transparan Winda tersenyum tipis dan menekannya. Getaran hebat yang berasal dari ruang bawah tanah mengejutkan Marker,"Apa yang terjadi? Tanyanya


Sesaat kemudian lantai terbelah dan sebuah tangga menuju ruang bawah tanah terlihat,"Aku tidak percaya, jika di dalam rumah seminimalis ini, memiliki ruang bawah tanah. Marker membawa Frans dan Winda menuju ruang bawah tanah.


Marker menjatuhkan mayat Frans, saat melihat robot yang menyerupai Frans, wajah yang sama, hanya berbeda di tubuh, dimana robot itu memiliki tubuh yang kokoh dan kuat,"Aa..aa..apa ini? Kata Marker tak percaya.


Winda juga bingung, dia juga tidak menduga jika karakter Gen 1993 adalah Frans sendiri. Winda menyadarkan dirinya, dia mengambil tas yang di bawah Frans, dia membuka satu persatu dokumen, dan dia secara tidak sengaja menemukan sebuah surat. Winda membacanya. Untuk anak tersayangku Winda.


Apa surat ini mama yang menulisnya untukku? Batin Winda dan segera merobek surat itu dan membacanya.


Winda jika kau menemukan surat mama, berarti dunia sudah benar-benar hancur, anakku dengarkan mama, kau bisa menyelamatkan dunia dari kehancuran, mama sengaja membuat program Gen 1993 untuk melidungimu dari penjahat seperti Arnold dan juga Chelsea. Mama yakin cepat atau lambat Chelsea akan di khianati oleh karyanya sendiri dan sampai saat itu tiba. Gen 1993 harus sudah bisa bergerak. Di dalam laptop mama, mama sudah menyiapkan sebuah program cadangan yang mama yakini sewaktu-waktu kau akan menggunakannya, karena program utamanya sudah mama musnahkan agar orang-orang Miracle tidak curiga jika mama membuat sebuah program bernama Gen 1993. Sayang segera buka program itu di dalam laptop mama dan sambungkan dengan kabel di belakang leher Gen 1993. Mama hanya bisa menuntunmu sampai di sini, selebihnya mama yakin kau bisa memecahkannya. Mama yakin kau terpesona dengan wajah Gen 1993, Sayang dia adalah anak yang ku mimpikan, itu sebabnya mama mengambil sampel wajahnya. Selamat bekerja anakku, mama yakin kau bisa melakukannya.


Winda segera menyalakan laptop milik ibunya, dengan cepat dia menjalankan program yang di buat oleh ibuya, tapi di tengah jalan program itu berhenti dan memperingatkan jika program ini error. Senyum mengembang di wajah Winda, dia tahu di mana letak kesalahan mamanya, dia lalu mengabunggkan program utama dengan program cadangan. Sari salah menduga jika program utamanya sudah hilang tapi nyatanya program itu masih ada, Gen 1993 akan berhasil jika program utamanya di gabungkan dengan program cadangan. Saat Winda berhasil menggabunggkan programnya, itu berhasil dan program kembali berjalan hingga menuju angka seratus persen. Tapi program itu masih menolak dan memperingatkan program gagal.


"Oh shit! Kata Marker kesal.


Winda masih berpikir tenang,"Di mana letak kesalahanku? Aku seperti pernah mendengar mama mengatakan sesuatu. Sebuah chip? Yah aku harus memakai chip. Tapi aku tidak punya waktu membuat chip. Winda tiba-tiba teringat dengan Frans sewaktu mereka di beri tugas membuat suatu karya.


Beberapa waktu yang lalu


"Apa yang ada di lehermu itu Frans? Tanya Winda sedikit penasaran.


Frans menghentikan memakan makanannya dan mengambil sebuah chip di lehernya,"Ini adalah chip, aku mengunduh beberapa info pribadiku ke dalam chip ini, aku ingin mencoba membuat cloning dari chip ini.


"Omong kosong, aku tidak akan membantumu menjalankan itu. Aku kesal melihat stiker aneh menempel di lehermu.


"Ayolah Winda, kau satu-satunya teman cerdasku yang bisa mengabulkan keinginanku. Aku sengaja menyembunyikan chip itu di sini, dengan begitu tidak akan ada yang mencoba menyontek karyaku.


"Memangnya aku Tuhan? Jika ingin sesuatu mintalah pada Tuhan, jangan padaku. Karena aku tidak bisa. Dan karyamu itu tidak akan ada yang mencoba menyonteknya.


Ingatan itu masih jelas terngiang di kepala Winda, dia lalu mendekati mayat Frans dan mengambil sebuah chip yang di keluarkannya dari stiker kuat yang di pasang Frans tepat di lehernya. Setelah mengambil chip itu, Winda memasukkan chip itu ke belakang punggung Gen 1993. Marker dan Winda kini menunggu Gen 1993 aktif.


Robot Gen 1993 spertinya merespon chip yang di tancapkan padanya, seluruh tubuh Gen 1993 menyala dan kabel-kabel yang terpasang saling terhubung di tubuh Gen 1993. Dalam waktu yang singkat, mata cokelat Gen 1993 terbuka,"Hai aku Frans, aku sangat menyukai robot, aku tidak suka pembohong, tapi aku mencintaimu Winda.


Winda dan Marker tersenyum bahagia, akhirnya Gen 1993 aktif!