Gen 1993

Gen 1993
Part 15 Kenapa?



       Setelah Frans di makamkan, Marker dan Rans duduk berhadapan di ruang bawah tanah atau di dalam lab rahasia Sari, Marker mempersilahkan anaknya minum terlebih dulu dan mulai berbincang-binang mengenai hubungan mereka.


Winda memilih mengurung dirinya di ruang sebelah, lab ini memiliki beberapa ruang yang di sekat, ruangan yang di tempati Marker bersebelahan dengan Winda saat ini, Winda duduk di lantai sembari menyandarkan punggungnya di dinding, dia membiarkan kedua tangannya menjuntai di atas lututnya, Winda memegang dua pistol dan terus memandanginya. "Kau hebat Winda, bahkan paman Marker yang seorang menteri pertahananpun sama sekali tidak menyadari jika saat ini kau sedang menyembunyikan dua buah pistol, lalu apa yang akan kau lakukan dengan kedua buah pistol ini? Apakah kau akan membuangnya atau menggunakannya nanti? Kata Winda pada dirinya sendiri.


*****


"Apa yang sedang kau pikirkan bu? Tanya Agen01.


Chelsea mengigiti kuku telunjuknya dan menggelengkan kepalanya,"Tidak ada. Chelsea bangkit dari duduknya dan hendak meninggalkan Agen01,"Anda pergi ke mana? Tanyanya lagi.


Chelsea marah dan menodongkan pistol pada Agen01,"Kenapa kau selalu ingin mengetahui apa yang akan aku lakukan?


Agen01 hanya menatap tanpa ekspresi,"Apa anda lupa? Jika aku selalu mengawasi anda?


Chelsea tersenyum tipis,"Jadi untuk apa kau mengawasiku?


"Anda adalah orang yang tidak setia, begitu yang ku dengar dari para bawahanmu, jadi suatu waktu anda juga bisa menghianatiku, maka dari itu aku yang akan lebih dulu mengkhianati anda.


Chelsea tertawa dan bertepuk tangan,"Apa kau ada hubungannya dengan Mr. Arnold?


"Dia memang pernah datang menemuiku membicarakan mengenai dirimu yang melakukan pergerakan mencurigakan, itu sebabnya dia menyuruhku mengawasimu.


Chelsea menembak Agen01 tepat di kepalanya, tapi dengan cepat Agen01 menghindari serangan itu,"Apa anda pikir aku akan mati dengan seranganmu itu, jangan bercanda, kau tahu tembakan kecil seperti itu tidak akan mematikan programku.


"Kau adalah alat yang kuciptakan, bagaimana mungkin kau akan mengkhianati tuanmu Agen01.


"Tidak ada pilihan, aku akan tunduk jika kau tidak membuatkan aku sebuah virus demi melenyapkanku suatu saat, itu sebabnya aku memilih tawaran Mr. Arnold, jadi anda harus mati. Dengan cepat Agen01 merebut pistol dari Chelsea dan menembak posisi yang sama di kepalanya, seketika Chelsea mati di tempat.


Cipratan darah yang mengenai wajah Agen01 di usapnya, dia menendang mayat Chelsea dan meninggalkannya,"Kita harus ke alamat ini sekarang. Perintahnya pada semua robot yang ada, dan penyerangan pun di mulai.


*****


Winda mendownload beberapa file data karate ke dalam chip Gen 1993,"Apa yang kau lakukan? tanya Rans.


"Kita akan menambahkan beberapa pengetahuan tentang pergerakannya, agar dia bisa berguna nantinya, setelah selesai Gen 1993 memindai data-data itu. Dia mempelajarinya dengan cepat.


Sementara di tempat lain Agen01 memerintahkan seluruh pasukannya membunuh manusia yang bekerja di dalam Miracle, keadaan benar-benar kacau, seluruh lantai penuh dengan darah para karyawan di Miracle, Agen01 membunuh semua tanpa terkecuali,"Jangan biarkan manusia keluar hidup-hidup dari gedung ini.


*****


Butuh waktu lama untuk Gen 1993, saat sedang memindai, dia otomatis berhenti berfungsi sejenak dan akan aktif kembali setelah selesai memindai data yang masuk ke dalam programnya.


Beberapa menit kemudian alaram penyusup kembali berbunyi, ketiganya saling menatap,"Berapa persen lagi Gen 1993 berhasil memindai filenya?


"Sekitar sepuluh persen ayah, apa dengan waktu itu kita bisa menahan mereka?


"Tentu bisa, jika kita yakin. Dan kau Winda bersembunyilah di samping Gen 1993.


Winda berjalan mendahului Marker dan Rans, dia mengeluarkan kedua pistolnya, dia menatap Marker,"Saya siap membantu.


"Ka..kaa..kamu bagaimana bisa kau memegang pistol? Tanya Marker penasaran.


"Paman tidak perlu khawatir, aku ahli menggunakan pistol dulu aku sering pergi latihan menembak, jadi jangan berusaha untuk menolongku.


Rans juga mengambil posisi tepat di samping kiri Winda,"Aku tidak akan kalah darimu sister.


Lantai atas bergetar, itu menandakan jika mereka berhasil menemukan tombol rahasianya. Dengan cepat Rans dan Winda berpindah tempat ke dekat pintu masuk, dua orang pertama yang terlihat di tarik oleh Winda dan Rans lalu mereka membunuhnya dengan sekali tembakan, kombinasi yang sangat keren, Marker hanya berdiam diri melihat keahlian anak muda yang kini melindunginya.


Satu persatu robot tingkat rendah mati di tangan Marker, Rans dan Winda, kemenangan sudah di depan mata, tapi tidak sesuai dengan dugaan mereka, robot terus datang tanpa ada habisnya.


"Apa Gen 1993 belum selesai? Tanya Marker pada Winda yang sangat dekat dengan Gen 1993.


"Jika terus seperti ini, kita bisa mati ucap Rans.


"Kalau begitu biar ayah yang mengalihkan mereka agar meninggalkan lab dan jika ada kesempatan ayah akan merusak tombolnya.


"Tidak Paman, pasti ada cara lain. Aku yakin kata Winda mulai frustasi.


Marker membuang pistolnya ke dinding,"Pelurunya habis, bagaimana dengan pistol kalian?


"Aku juga tinggal sedikit ayah.


"Ayo kita lari, peluru sudah habis seru Marker kepada kedua anaknya.


Mereka berniat keluar dari lab, tapi seorang wanita dan beberapa robot tingkat rendah menghalangi mereka,"Kalian mau ke mana? Jika kalian ingin hidup, serahkan chipnya.


Winda berjalan mendekat,"Chip? Bukankah bibi Chelsea sudah mengambilnya dari mama?


"Bukan chip itu yang kami cari, jadi serahkan chip berisi virus itu.


"Aku tidak tahu chip apa yang kau maksud...Marker belum sempat menyelesaikan ucapannya dia malah di tembak mati oleh wanita itu.


"Ayah! Paman! Seru mereka bersamaan. Rans berlari hendak menyerang wanita itu, tapi lagi-lagi dia juga mati di tangan wanita itu.


Kini kedua orang yang sudah sangat berarti dalam hidup Winda, lagi-lagi harus mati karena berusaha melindunginya,"Kenapa? Kenapa harus aku, kenapa kalian terus menganggu dan membunuh satu-persatu orang terdekatku?


"Jika kau tidak ingin mati juga, serahkan chip itu dan aku akan meninggalkanmu.


Winda membuang kedua pistolnya,"Aku tidak perduli, aku akan mati atau tidak itu sudah tidak ada gunanya lagi bagiku, jadi jika kau ingin membunuhku silahkan aku tidak akan perduli lagi katanya putus asa.


"Baiklah jika itu maumu, kau harus mati. Tidak masalah jika bukan kau orang yang akan memberikanku chip itu. Aku masih bisa mencarinya di tempat ini. Wanita itu hendak menembak Winda, tapi seorang wanita lainnya menghentikannya.


"Jangan membunuhnya, aku punya pertanyaan untuknya.


Winda sangat terkejut melihat wajah wanita yang sudah menyelamatkannya,"Bibi Sarah?


Agen01 melangkah mendekati Winda, dan di saat yang sama Gen 1993 selesai memindai, dia lalu bergerak cepat melempar Agen01 dan beberapa robot parasit lainnya dan saat itu juga Gen 1993 membawa Winda pergi meninggalkan tempat itu.


Gen 1993 berlari cepat sedangkan Winda berada di punggungnya,"Kau mau membawaku ke mana?


"Kita harus mengambil paspor milik Frans, itu satu-satunya cara agar aku bisa membawamu ke korea.


"Apa? Kenapa kita ke sana?


"Saat ini tempat yang aman bagimu adalah Korea Selatan. Kau membawa paspormu?


"Tentu saja, aku selalu membawanya di dompetku.


"Bagus, kita akan segera berangkat ke Korea Selatan, demi keselamatanmu Winda.