Gen 1993

Gen 1993
Part 21 Si Anjing Gila



   Winda mengencangkan kera baju lelaki paruh bayah itu,"Cepat katakan siapa anda sebenarnya? Jika tidak aku akan membunuh anda dekarang juga.


Lelaki itu menatap Winda dengan tatapan miring dan sesekali dia tertawa geli melihat keberanian Winda,"Aa..aa..aku tidak menyangka jika anak seorang yang dulu sangat penakut bisa menjadi pemberani.


Winda mengerutkan dahinya sembari berpikir dan kembali bertanya pada lelaki itu,"Sebenarnya siapa anda? Jangan terlalu banyak basa-basi, jadi jelaskan sekarang juga siapa anda!


Lelaki itu kembali tertawa dan mengangkat kedua tangannya ke atas tanda dia menyerah atau akan mengatakan yang sebenarnya,"Jika dia tidak ingin mengatakan apapun, aku akan siap membunuhnya Winda.


Tunggu


Tunggu bukankah kau Gen 1993? Tanya lelaki itu dan menatap Gen 1993 dengan tatapan kagumnya.


Winda kembali menarik kera baju lelaki itu dan membuatnya menatap mata Winda,"Kau siapa? Kenapa kau bisa tahu tentang Gen 1993.


"Baik aku akan mengatakannya, tapi lepaskan dulu kera bajuku Winda.


Winda melepas kera baju lelaki itu dengan kasar,"Anda jangan sampai berbohong, dia memiliki suatu sistem dalam tubuhnya untuk menganalisa jika seseorang berbohong katanya sembari menunjuk ke arah Gen 1993.


"Ok, aku tidak akan berbohong nak. Lelaki itu berjalan tanpa mengalihkan pandangannya pada Geb 1993, dia mulai meraba tubuh kekar Gen 1993 dan mengetuk-mengetuk mesinnya,"Wah, dia berbunyi seperti besi Winda, aku tidak menyangka adik kecilku Sari bisa membuatnya senyata ini, jika dilihat dari segi manapun tak ada tanda-tanda jika dia adalah sebuah robot.


Dia menyebut nama ibu dan mengatakan jika ibu adalah adik kecilnya, apa dia...? Winda melangkah mendekat pada lelaki itu dan berkata,"Apa kau adalah anjing gila?


Lelaki paruh bayah itu merespon nama anjing gila yang di sebut Winda,"Ternyata ibumu menceritakanku padamu juga. Aku sudah yakin walau dia merasa bersalah padaku, dia pasti akan tetap meceritakan tentangku pada keluarga kecilnya.


"Maaf paman, tapi ibu tidak pernah bercerita mengenai paman, bahkan ayah juga tidak tahu mengenai paman.


Raut wajah anjing gila berubah seketika,"Jadi, ibumu sama sekali tidak pernah menyebut namaku? Dia jahat sekali, bagaimana mungkin dia melupakan kakaknya ini.


"Itu karena saat aku bayi, ibu di bunuh oleh mereka. Itu sebabnya aku tidak punya kenangan dengan ibu, aku bahkan lupa tentangnya.


"Si..si..siapa yang membunuhnya?


"Aku pikir paman tahu soal kematian ibu dari Professor.


"Dia sama sekali tidak mengatakan apapun, dia hanya mengatakan jika keponakanku datang mencarinya.


"Aku tidak tahu harus bersikap apa pada paman, ini adalah hari pertama aku bertemu dengan paman. Aku bahkan hanya berdiri di depan rumah nenek dan kakek saat pertama kali datang kesini, aku tidak berani menganggu mereka, aku tidak akan membiarkan mereka bernasib naas seperti ibu dan keluarga ayah.


Anjing gila menutup matanya dalam dan membukanya, dia mendekati Winda dan memeluknya dengan erat,"Kau pasti sudah mengalami banyak pengalaman buruk, kau sudah berjuang hingga semua orang rela mengorbankan dirinya untukmu Winda, maka dari itu katakan pada paman, apa sebenarnya yang terjadi padamu.


Winda menggelenggkan kepalanya dan meraih jari paman Winda yang terasa kasar karena sering memegang sesuatu yang berat, atau karena kelihaiannya memegang pistol,"Tidak paman, cukup ibu, ayah, paman, nenek, kakek, dan yang lainnya saja yang sudah mati karenaku. Paman jangan melakukan hal yang sama. Kumohon.


"Maaf Winda, paman sejak dulu hidup sendiri. Sewaktu ibumu ada, paman sangat bahagia karena paman memiliki orang yang bisa paman lindungi, tapi setelah dia pergi paman kembali menjadi orang terbuang.


"Lalu bagaimana dengan kakek dan nenek?


"Sesekali paman mengunjungi mereka, tapi itu jelas berbeda. Mereka adalah paman dan bibiku, walau mereka bersedia menampung dan menjagaku, aku masih tetap merasa tidak cukup dan menolak mereka.


"Paman jelas terlihat keras kepala seperti mama, apa paman yang mengajarinya seperti itu? Gen memang tidak bisa berbohong.


"Hahaha. Tawa keras dan nyaring mengisi ruangan apalagi di dukung karena waktu yang sepi.


"Paman baru ingat, sebelum paman ke rumah Professor. Paman pagi ini ke kantor pusat dan bertemu dengan komisaris, dia sedang bersama dengan beberapa orang asing dan mereka memakai seragam yang aneh. Dan lebih anehnya tatapan mereka sama dengan tatapan Gen 1993.


Winda melirik ke Gen 1993,"Itu pasti mereka Winda, mereka meminta bantuan kopolisian di Korea ucap Gen 1993.


Anjing gila mengangkat satu alisnya ke atas,"Apa ini tentang Miracle?


"Iya paman, cepat atau lambat para polisi akan datang kemari dan menangkapku paman. Ini tidak boleh terjadi, karena jika aku dalam bahaya dia akan membunuh tanpa segan, dia memiliki sistem yang sudah mengaturnya paman. Lebih baik paman kembali, aku yakin mereka tidak akan lagi menyerang kemari. Paman tidak harus di sini. Pergilh paman, aku janji aku akan baik-baik saja selama dia bersamaku.


Anjing gila meninju dinding seolah sedang berlatih boxing,"Ini berat. Membiarkan keponakanku di anggap musuh oleh kawananku sendiri, mana bisa aku meninggalkanmu begitu saja.


"Paman pergilah, tidak ada waktu lagi paman.


"Tapi ini masih dini hari, apa mereka akan menyerangmu di tengah malam begini?


"Mereka bukanlah manusia paman, mereka akan melakukan segala macam cara apapun demi mendapatkanku dan juga Gen 1993. Apalagi mereka akan menggunakan pihak kepolisian di Seoul.


Meski berat bagi anjing gila meninggalkan Winda, tapi dia harus meninggalkannya dan meminta bantuan dari teman yang dia percayai.


"Baiklah paman akan mengikuti keinginanmu, tapi ingat jika terjadi sesuatu padamu paman tidak akan tinggal diam.


*****


Saat menuju lobi anjing gila tak sengaja bertemu dengan tiga orang lelaki yang dia ketahui adalah seorang polisi. Apa yang mereka lakukan di sini? Apa yang di katakan Winda benar? Mereka datang untuk mennagkap keponakanku itu? Batin anjing gila. Dia segera bergerak dan berhasil menangkap seorang diantara mereka tanpa ketahuan oleh dua orang lainnya. Dia menyekap mulut polisi itu dan membawanya ke sudut hotel. Kau siapa? Apa kau di dapat perintah dari pak komisaris?


Pemuda itu berusaha melepaskan diri, tapi walaupun anjing gila sudah berumur tapi dia masih kuat. Di usianya yang sudah 49 tahun dia di percayakan menjabat sebagai kepala polisi di distrik selatan Seoul karena keunggulannya dalam menumpas kejahatan. Anjing gila melepas tangannya dan pemuda itu mulai berkata,"Ka..ka..kau siapa?