Gen 1993

Gen 1993
Part 16 Dia Adalah Teman Ibuku



       Winda masih melakukan perjalanan bersama dengan Gen 1993, tapi di tengah perjalanan mereka menuju bandara, Agen01 dengan beberapa anak buahnya berhasil menemukan mereka dan berusaha menghentikan mereka meninggalkan Amerika.


"Sial! Bagaimana mereka bisa menyusul kita ucap Winda kesal.


"Mereka mengincarmu, mungkin ada sesuatu yang kau bawah dan itu memicu mereka untuk terus mengejarmu.


"Tapi apa? Aku sama sekali tidak mencuri apapun dari mereka.


"Mungkin kau mengambilnya tanpa kau sadari.


"Omong kosong Frans, aku....Winda menghentikan ucapannya dan mengutuk dirinya. Dasar bodoh, pasti kau sudah gila Winda batinnya. "Maaf, aku tanpa sengaja memanggilmu Frans, karena aku terbiasa berdebat dengannya.


Tak ada respon dari Gen 1993, dia hanya mempercepat larinya,"Frans! Mereka mulai mendekat, ayo percepat kecepatanmu.


"Baik. Seolah sedang mengendarai mobil, Winda seperti sedang menginjak full gas mobil, Winda tidak lagi memandang ke depan karena dia tidak bisa menahan kerasnya angin yang menampar wajahnya dan membuat matanya perih.


"Frans. Ah aku mulai lagi, masa bodoh. Frans, aku tidak bisa melihat situasinya lagi, aku tidak bisa menahan tekanan angin yang masuk ke dalam mataku, jika aku memaksanya, air mata memenuhi kedua bola mataku.


"Kau tidak perlu khawatir, ibumu merancangku dengan baik, kau berpeganglah yang kuat, aku akan mengatasi mereka.


Gen 1993 mengatup dan membuka matanya secara bertahap, sesuatu antena keluar dari kedua lengannya dan dengan spontan membentuk spion motor dan melengkung ke depan hingga Gen 1993 dapat melihat jelas beberapa robot sedang mengejarnya.


"Bagaimana? Apa kau sudah bisa mengatasinya Frans?


"Tentu saja, kau tidak perlu memikirkan apapun, kau hanya perlu untuk berpegang padaku agar kau tidak jatuh saat aku menghajar mereka.


"Baiklah, walaupun rasa ingin tahuku sudah memberontak ingin mengetahui apa yang terjadi, tapi demi keselamatanku aku akan mencoba bertahan dan menekannya.


Gen 1993 hanya tersenyum mendengar celoteh Winda, entah dia mengerti atau hanya sekedar ingin tersenyum.


Agen01 berhasil menyusul mereka, Agen01 tersenyum pada Gen 1993 dan menyerangnya dan dengan cepat Gen 1993 menghindar dan menendangnya, dan membuat Agen01 terpental jauh ke belakang.


Agen01 tidak ingin menyerah, dengan kekuatannya kakinya dia menahan tubuhnya agar tidak terpental jauh dari Winda dan itu membuat jalan raya terkikis habis, sepertinya walikota harus membangun jalanan ini kembali jika keadaan sudah membaik.


Karena kesal, Gen 1993 akhirnya melepas pegangannya pada Winda, sebelah tangannya dibuatnya menyerupai sebuah pistol keluaran baru, yah salah satu kelebihan Gen 1993 adalah dapat membuat senjata dan memodifikasinya seakurat dan semodern mungkin, jika di lihat secara singkat dia hanya melepas satu peluru dalam satu kali serangan, tetapi para robot parasit bisa terhempas secara bersamaan, dan memiliki masing-masing satu luka di bagian otaknya, tapi jika melihat dari sudut pandang Gen 1993, dia ternyata dapat melepas peluru sebanyak dua puluh tembakan dalam satu serangan, dan itu membuat para pengejar menghentikan serangannya. Walau begitu untuk berjaga-jaga Gen 1993 tidak memperlambat kecepatannya sama sekali.


Agen01 akhirnya berhasil menahan dirinya terpental lebih jauh, dia menatap tajam ke depan,"Mana mungkin aku bisa kalah dengan barang rongsokan sepertinya.


Agen02 menemui Agen01,"Kami kehilangan target.


"Bodoh! Kita kembali ke perusahaan, aku yakin mereka tidak akan pergi jauh.


"Kenapa kita kembali? Harusnya kita mengejar mereka.


Agen01 menyerang Agen02,"Apa kau bodoh? Kita terluka parah karena Gen 1993, jadi sekarang kita harus kembali ke Miracle dan memperbaiki kerusakan yang ada, dan kita akan menyusun rencana lagi.


Situasi sudah mulai membaik, Winda kembali menatap ke depan,"Mereka tidak akan menyusul kita lagi?


"Tidak akan lama, mereka akan terus mencarimu tapi kali ini mereka menundanya. Kenapa kau terdiam? Tanya Gen 1993.


"Aku tadi tidak sengaja melihat perkelahian kalian, aku melihat sekilas wajah wanita yang berusaha untuk membunuhku.


"Kenapa? Apa kau mengenalnya?


Winda terdiam dan menganggukkan kepalanya,"Hmm..dia adalah sahabat terbaik mamaku, namanya bibi Sarah. Tapi aku tidak tahu, kenapa dia kini berubah menjadi wanita yang sangat jahat.


"Sepertinya kau salah.


"Salah? Aku salah kenapa?


"Aku sudah memindainya, begitulah kami jika bertemu sesama robot, dia bukan manusia Winda, dia adalah mesin menyerupai manusia sepertiku.


"Aku tahu, mungkin bibi Chelsea membuat robot yang mirip dengan bibi Sarah, aku sepertinya gagal menjalankan misi mamaku, aku seharusnya membebaskan bibi Sarah, paman Jakob dan kedua sahabat mamaku, bukannya malah kabur dari mereka.


"Kenapa kau mengatakan itu?


"Karena aku sudah memindai seluruh manusia yang ada di kota ini secara tidak sengaja, dan aku tidak menemukan orang yang kau sebutkan di perusahaan Miracle, kalaupun ada mereka hanyalah sebuah robot yang sewaktu-waktu akan digunakan jika waktunya sudah tepat.


Winda sudah tiba di bandara, dia menarik Gen 1993 ke ruang tunggu. Hampir saja mereka ketinggalan pesawat, Winda memberi perintah pada Gen 1993 untuk menyadarkan kepadanya di kursi pesawat,"Kau beristirahatlah, kau mungkin lelah karena sudah melakukan hal yang luar biasa.


"Aku tidak akan pernah merasakan lelah, karena aku bukan manusia sepertimu Winda.


"Oke, aku lupa jika kau adalah seorang robot.


"Jadi sekarang kau yang harus mendengarku, lebih baik kau beristirahat.


Seorang pramugari mendekati mereka, mungkin karena keduanya terlihat sedang bertengkar.


"Excusme? Apa kalian butuh sesuatu tanyanya.


"Tidak apa-apa, kami hanya berdebat tentang hal yang tidak penting, anda tidak perlu memperdulikan kami.


Wanita itu lantas terkejut mendengar Winda sangat pasih berbahasa Korea,"Apa anda orang Korea?


"Tidak, tapi mamaku adalah orang korea, sewaktu kecil papa dan mama menggunakan bahasa Korea jika berada di rumah.


"Oh senang bertemu denganmu. Dan kau juga tuan.


"Aku juga.


"Ya ampun, anda juga memahami bahasa kami?


"Iya, beberapa menit yang lalu.


Wanita itu membulatkan matanya karena terkejut mendengar pernyataan Gen 1993, Winda menghentikan Gen 1993 membocorkan rahasia,"Maaf, dia memang suka bercanda kata Winda dan pramugari pergi meninggalkan keduanya.


Winda menatap tajam pada Gen 1993,"Apa yang kau lakukan?


"Dari suhu badanmu, sepertinya tingkat emosimu naik. Aku juga bisa membaca dan mengobati orang yang sedang sakit.


Winda meremas rambutnya karena kesal,"Kau memang paket komplit yang di tinggalkan mama dan Frans untukku kata Winda kesal dan memilih tidur, daripada harus berdebat dengan Gen 1993.


*****


Beberapa pramugari sedang bergosip dan terus menatap ke arah Gen 1993,"Apa aku salah lihat? Aku seperti mengenal lelaki yang tengah duduk bersama dengan gadis itu katanya pada seorang pramugari lainnya.


"Kau benar, aku juga seperti mengenali wajahnya katanya dan berusaha berpikir dan mencari tahu siapa orang yang kira-kira mirip dengannya. "Ah, aku tahu dia mirip dengan salah seorang member boyband yang sangat terkenal itu.


Pramugari itu memukul temannya,"Iya kau benar, dia adalah Jeon jungkook bukan?


"Kau benar. Dengan cepat mereka mendekati Gen 1993. "Permisi, apa kami boleh minta tanda tanganmu?


Gen 1993 menoleh dan menunjuk dirinya,"Maksud kalian aku?


Mereka mengganggukkan kepalanya secara bersamaan dan mengulurkan beberapa kertas.


"Maaf, tapi aku takut jika dia akan marah padaku karena kalian katanya sembari menunjuk ke arah Winda yang tertidur pulas.


"Apa dia pacarmu? Tanya seorang dari mereka.


"Bukan jawab Gen 1993 dengan cepat.


"Temanmu?


"Bukan juga, dia adalah istriku.