
"Aku mengatakan yang sebenarnya, aku adalah Sari, aku tidak tahu maniak siapa yang kau maksud.
Lelaki itu mencengkram bahu Sari kuat,"Lalu kenapa alamat ip itu menunjuk ke alamat ini, ini alamat rumahmu bukan?
Sari mengangguk,"Memang benar ini alamatku, tapi bisa saja tetangga di sebelahku lah yang maniak.
Lelaki itu memukul meja membuat Sari sedikit terkejut,"Kau masih tidak mau mengakuinya?
Suara tepuk tangan memenuhi ruangan belajar Sari, seorang wanita keluar dari kelompok itu dan tersenyum puas melihat Sari,"Sudah lama kita tidak bertemu Sari.
Kenangan buruk di masa lalu kembali tergambar jelas di ingatan Sari, itu membuat kepalanya berdenyut,"Chelsea?
Chelsea memegang dagu Sari, tapi dia menepisnya,"Benar teman, ini aku Chelsea.
"A..aa..apa yang kau lakukan di sini?
Chelsea kembali menatap kedua mata Sari,"Kau bertanya karena tidak tahu atau hanya berpura-pura, aku tahu kau pasti tahu maksud kedatanganku.
Sari mengibas rambutnya ke belakang,"Aku salah satu dari perkiraanmu, aku memang tidak tahu.
Chelsea memberi pandangan congkak pada Sari,"Di mana chip yang kau curi bersama Sarah?
Sari memperlihatkan ekspresi seolah sedang berpikir keras. Sudah kuduga pasti dia mencari chip itu, berarti tebakanku benar, aku yakin jika mereka belum berhasil dengan penemuan mereka batin Sari. "Aku tidak tahu apa yang kau maksud.
Chelsea mengangkat ujung bibirnya sedikit dan berdecak,"Jadi, kau masih memilih diam, kau tahu kan aku bisa saja melakukan apapun demi chip itu, jadi jangan membuatnya rumit, serahkan dan aku akan melepaskanmu.
Sari tertawa dan kemudian diam dan menatap kembali Chelsea,"Aku sudah bilang, aku tidak tahu soal chip yang kau cari.
Sari masih memilih bungkam dan itu sedikit membuat Chelsea kesal,"Baiklah, jika kau terus keras kepala, aku akan membuatmu secara sukarela memberikan chip itu padaku.
Chelsea memberi isyarat pada salah satu teman lelakinya, lelaki itu lalu mendekat dan memberinya sebuah tablet, Chelsea memperlihatkan layar tablet yang di bawah, betapa terkejut dan sakitnya hati Sari melihat apa yang dia saksikan saat ini,"Sarah? Jakob? Ron? Dan juga Randy? Apa yang kau lakukan pada mereka kenapa mereka berada di dalam sebuah tabung? Ucap Sari dan ingin merebut tablet yang di genggam Chelsea demi melihat jelas apa yang sedang terjadi pada sahabat-sahabatnya.
Chelsea mendorong Sari, lalu mengoyangkan jari telunjuknya yang menandakan jika Sari tidak boleh melakukannya lagi,"Cukup sampai di situ saja kau melihatnya Sari.
"Ya! Sekkia! Apa yang terjadi padamu Chelsea, apa kau kerasukan iblis betina? Kenapa kau memperlakukan mereka seperti itu kata Sari dan mengepal kedua tangannya.
"Apa itu sebuah umpatan untukku? Aku sudah pernah mengatakan padamu jika aku sama sekali tidak pernah perduli pada kalian, semua ini terjadi karena ulahmu, andai saja kau tidak datang mengatakan pada kami jika kau menemukan Sarah dan Professor mati di tangan Mr. Arnold mungkin kita semua masih akan bekerja, tertawa dan bahagia bersama di Miracle.
"Tertawa dan bahagia? Omong kosong, semua itu tidak ada artinya jika salah satu di antara kita menghilang atau kehilangan nyawanya, bagiku itu bukanlah kebahagiaan tapi kesialan!
"Aku malas berdebat denganmu Sari, sekarang serahkan chip yang kau curi, cepat!
"Aku tidak mencuri apapun darimu! Chip itu adalah hasil kerjaku bersama dengan Sarah, lalu bagaimana kau bisa mengatakan jika aku mencurinya.
"Memang benar, tapi aku sudah merusak dan memusnahkan benda terkutuk itu ucap Sari.
"Apa? Kenapa kau merusaknya?
"Karena aku percaya, karena chip itu kau berubah dan yang lainnya menjadi korban.
Chelsea menyuruh anggotanya mengeledah tempat Sari, Sari tidak bisa bergerak, dua orang dari mereka sedang menahannya,"Kau tidak akan menemukan apapun.
"Diam! Aku sedang berpikir, dulu kau sering menyembunyikan barang berhargamu di?
"Kau tidak menemukan apapun.
Chelsea tersenyum dan berjalan menuju meja Sari, dia menunduk dan menemukan Chip itu di simpan di bawah meja menggunakan selotip, Chelsea mengambilnya dan kembali berdiri tegap,"Akhirnya aku menemukanmu ucapnya dengan penuh kemenangan.
Sari mencoba melepaskan dirinya, tapi kedua orang itu lebih kuat darinya,"Kembalikan chip itu, kau tidak berhak mengambilnya atau menyentuhnya dengan tangan kotormu Chelsea.
Di tengah perdebatan mereka, pria paruh baya masuk dan mendorong beberapa orang di depannya, dia melihat menantunya di tawan, dia mencoba menyelamatkan Sari, tapi Chelsea menembaknya tepat di kepalanya dan lelaki itu mati di tempat,"Ayah! Teriak Sari.
Chelsea meminta kedua bawahannya untuk melepas Sari, saat Sari bebas dia melihat kondisi Clair,"Ayah? Bangunlah. Tidak ada jawaban, Clair sudah meninggal. Sari sangat marah pada Chelsea.
Sari berlari ke arah Chelsea berniat merebut chip itu, tetapi sebelum Sari mendekati Chelsea sebuah tembakan berbunyi dan sebuah peluru menembus perut Sari, Sari berteriak dan membulatkan matanya lalu terjatuh di bawah kaki Chelsea. "Ka..ka..kau jahat sekali, aku berdoa semoga kau dan orang-orang terkutuk Miracle tidak akan pernah berhasil memperbaiki chip itu. Setelah mengatakan itu Sari mulai tak sadarkan diri.
Chelsea memindahkan kakinya dari tubuh Sari, dia menendang tangan Sari,"Kau akan mati secara perlahan, aku melumuri peluruku dengan racun yang akan membunuhmu secara perlahan ucapnya dan menyuruh seluruh anggotanya untuk meninggalkan rumah Sari.
*****
Arif memarkir mobilnya di halaman rumahnya, dia tersenyum dan mengajak Winda berbicara,"Tunggu dulu sayang, papa akan memanggil mama untuk menjagamu, sementara papa akan memasukkan barang belanjaan ke dalam rumah.
Arif menutup pintu mobilnya, tapi dia berhenti bergerak saat melihat pintu rumahnya terbuka lebar,"Kenapa Sari tidak menutup pintunya? Aneh, dia tidak pernah membiarkan pintu terbuka.
Arif berjalan dan mengambil Winda, dia lalu masuk ke dalam rumah, bau amis tercium kuat di hidung Arif, betapa terkejutnya dia menemukan mayat ayahnya dan Sari yang berlumuran dengan darah, Arif tidak tahu harus melakukan apa, dia menghampiri ayahnya tapi ayah sudah tidak bernapas, dia lalu berpindah ke tubuh Sari, Sari juga tidak bergerak lagi, lalu saat Arif bangkit dengan kekuatan terakhirnya Sari menarik ujung celana Arif, Arif berlutut dan melepaskan Winda dari rangkulannya,"Sari? Apa yang terjadi?
"Ja..ja..jakob masih hidup, mereka memenjarakannya dalam kapsul. Arif dengar perkataanku, berikan semua rekaman ini pada Winda jika dia sudah dewasa, dan beritahu dia tentang Gen 1993, dan katakan padanya untuk menyelamatkan Jakob dan sahabatku setelah mengatakan itu Sari menghembuskan napas terakhirnya.
Arif mengoyang-goyangkan tubuh Sari,"Sari bangunlah kau harus bertahan, kumohon bertahanlah! Demi aku dan Winda. Sudah terlambat, Sari sudah tidak bernapas lagi.
Arif menangis, menatap langit-langit dan berteriak sekencang-kencangnya,"Sari!!!
Suara Arif yang seolah menembus langit membuat Winda kecil takut dan menangis, Arif meletakkan mayat Sari dan memeluk erat anak gadisnya. "Maafkan papa, papa tidak akan pernah membiarkanmu terluka, papa akan menjagamu, apapun yang terjadi.