
Gen 1993 segera berlari dan mendekati Winda, mereka menunduk bersama dan menjadikan punggung Gen 1993 tameng untuk sementara, Gen 1993 lalu menarik meja besi di sampingnya dan berlindung di sana, kaca jendela kamar mereka pecah karena beberapa peluru.
"Ini gila, kenapa mereka selalu mengejarku protesnya pada Gen 1993 dan memukulnya.
Gen 1993 menutup mulut Winda yang tak berhenti mengeluh,"Jangan berbicara, mereka akan mudah menemukan kita.
Winda memejamkan kelopak matanya dan berdiri di depan jendela kamarnya,"Apa kalian ingin membunuhku, ayo lakukan. Aku juga sudah muak dengan semua ini!
Agen01 akhirnya berhasil menemukan mereka, senyum licik terukir di wajahnya, dia tampa ragu siap merenggut nyawa Winda, tapi Gen 1993 berhasil melindungi Winda,"Minggir, kau tidak perlu menolongku, aku sudah tidak perduli, biarkan saja mereka membunuhku, kau paham menyingkir dariku! Teriaknya lagi.
Gen 1993 menyembunyikan Winda di dalam lemari dengan cepat, lalu menendang Agen01 hingga terpental sampai ke gedung di sebelah hotel tempat tinggal mereka saat ini,"Kau diamlah di sini, aku akan mengurus mereka sementara kau tetaplah di sini.
Winda tidak mengatakan iya ataupun tidak, dia hanya membuang muka dan tak mau menatap Gen 1993, entah apa yang membuatnya tiba-tiba berubah pikiran dan bertindak sembrono.
Sementara di seberang sana, Gen 1993 harus bertarung dengan beberapa robot bawahan Agen01 dan Agen01 sendiri,"Kau serahkan saja anak itu pada kami, aku tahu kau lebih tua dari kami, aku mendengarnya dari Chelsea jika kau adalah ciptaan Sari beberapa tahun yang lalu.
"Kau benar, tapi aku bukanlah orang sepertimu yang membunuh orang yang sudah menciptakanmu.
Agen01 tersenyum dan menatap Gen 1993,"Yang lebih menjijikan lagi adalah kau, yang jatuh cinta pada anak yang sudah merancangmu.
"Lebih baik kita akhiri saja pembicaraan ini dan kita lanjutkan pertarungan kita sebelumnya, aku ingin tahu sampai mana kau memperbaharui dirimu tanpa penciptamu seru Gen 1993 penuh kemenangan.
"Baik. Agen01 mulai menyerang Gen 1993, tapi dengan cepat Gen 1993 berhasil menghindar dan lagi-lagi berhasil membuat Agen01 terpojok,"Apa kau masih ingin melanjutkannya? Atau kau kembalilah memperbaiki lukamu dan setelahnya aku tidak akan memberimu kesempatan kedua, jika kita bertemu lagi kau akan mati di tanganku.
"Kau jangan sombong, kau memang hebat tapi tidak mempunyai sifat licik di dalam programmu. Sebuah ledakan kecil merusak lengan kanan Gen 1993. Walau Agen01 terluka sangat parah, rupanya dia sempat menyimpan sebuah bom di lengan Gen 1993 di tengah-tengah pertarungan mereka sebelumnya.
Merasa puas sudah melukai Gen 1993, beberapa robot cloning berhasil membawa pergi Agen01 menjauh dari Gen 1993.
Gen 1993 mengenggam lengan kanannya yang rusak dan mulai mengeluarkan api,"Sial! Aku tidak pernah menduga dia akan membuat alat peledak tanpa pemancar.
Gen 1993 membuka pintu lemari, Winda menatap Gen 1993,"Mereka sudah pergi, tapi aku yakin mereka akan kembali lagi mencarimu.
"Tidak, aku sama sekali tidak merasakan sakit, aku hanya merasa jika bagian lenganku kehilangan kekuatannya, hanya itu. Apa kau bisa memperbaikiku?
Winda terdiam, dia lalu menatap dalam Gen 1993,"Tidak bisakah kita menyerah? Tanyanya ragu.
Gen 1993 melepas pegangan Winda padanya,"Jika kau menyerah, musnahkan aku terlebih dulu, agar aku tidak menjadi penghambat dalam rencana peyerahan dirimu, maka dengan itu aku tidak akan merasa bersalah pada orang-orang yang sudah mati berkorban demi kau.
"Bagaimana bisa kau bicara seperti itu padaku? Kau bukan manusia, kenapa kau lebih berkemanusiaan di banding denganku? Protesnya pada Gen 1993.
"Lalu aku harus melakukan apa, itu salah satu jalan agar kau berhasil menyerahkan dirimu, selama aku masih aktif aku tidak akan membiarkanmu menyerah.
Winda berjalan ke punggung Gen 1993, dan menekan tombol non aktifnya. Setelah itu Winda duduk dan menatap Gen 1993 yang sudah tidak aktif,"Dia tidak akan mengomeliku di saat mesinnya mati, entah kenapa setelah mendengar celotehnya, aku menyesal mengatakan padanya akan niatku untuk menyerah, bagaimana mungkin robot sepertinya bisa berpikir jernih dari pada aku yang seorang manusia, sungguh lucu.
Winda kemudian mengeccek apa-apa yang sudah rusak dan akan di butuhkan oleh Gen 1993, saat keluar dari kamarnya, semua orang menatap Winda,"Apa anda baik-baik saja? Kami melihat beberapa orang aneh menyerang kamarmu, apa kau baik-baik saja?
Winda tersenyum,"Aku baik-baik saja, tapi jendela kamarku hancur berantakan, apa aku harus mengganti rugi? Tanyanya pada manager hotel.
*****
Setelah memperbaiki Gen 1993, Winda tidak segera mengaktifkannya kembali, dia kembali duduk dan menatap Gen 1993,"Berkat kau yang membawa banyak uang, kita berhasil mengganti jendela yang rusak, dan aku juga sudah memperbaikimu.
Winda menonton video Frans di dalam ponselnya sembari berbaring di atas kasur,"Frans aku merindukanmu teman, kau tahu aku mengalami banyak pengalaman tak terduga, pengalaman yang sangat sial, harusnya aku menarik diriku dari awal karena kebodohanku, kau harus kehilangan nyawamu bahkan kedua orang yang kau sayangi juga mati karena ulahku. Winda menangis saat melihat Frans tersenyum saat sedang mengerjai temannya.
Winda menyeka air matanya, dia lalu bangkit dari tidurnya dan kembali menemui Gen 1993, dia memegang bahu Gen 1993,"Maafkan aku, aku sempat melakukan hal bodoh. Aku janji, denganmu aku akan membalaskan dendam semua orang yang sudah kehilangan nyawanya karena mesin-mesin itu. Winda lalu mengaktifkan kembali Gen 1993.
Winda dan Gen 1993 saling menatap,"Apa kau sudah memutuskan sesuatu?
Winda mengangguk sementara Gen 1993 tersenyum dan menarik Winda ke dalam pelukannya,"Kau sudah melakukannya dengan baik, aku tidak akan membuatmu dalam bahaya, karena kau adalah misiku.