Gen 1993

Gen 1993
Part 10 Aku Harus Balas Dendam



 Arif berusaha menenangkan Winda yang tak bisa berhenti menangis, beberapa police sudah datang dan memasang garis police di depan rumah Arif, beberapa orang tetangga mereka datang dan mencoba menenangkan Arif, sementara seorang dari mereka menceritakan kejadian yang terjadi, agar Arif tidak menjadi tersangka.


"Maaf mengganggu nyonya, apa nyonya melihat beberapa orang keluar dari rumah tuan Arif? Tanya seorang police yang sedang bertugas.


Wanita paruh bayah itu mengangguk, dia mengarahkan petugas dengan jari telunjuknya ke arah depan rumah Arif,"Rumahku di sana, jadi aku bisa melihat jelas jika beberapa orang berbaju hitam dan berjubah putih keluar dari kediaman tuan Arif, di antara mereka ada yang memegang pistol jelas wanita itu.


Petugas itu memperbaiki topinya,"Terima kasih atas laporan nyonya, kami akan menjadikannya bukti untuk tidak memberatkan tuan Arif.


Mayat Clair dan Sari sudah di keremasi, sesuai pesan Arif sebelum di makamkan Arif setuju jika mayat kedua orang yang di cintainya di lakukan otopsi.


Arif mengendong Winda saat polisi memberinya penghormatan,"Terima kasih atas kerja sama tuan, kami akan segera melakukan otopsi dan untuk sementara tuan harus meninggalkan rumah ini, sampai jumpa dan terima kasih ucap polisi itu lalu naik ke atas mobil patrolinya dan mengendarainya hingga dia menghilang dari pandangan.


Arif mengusap punggung Winda,"Tenang sayang, kamu jangan menangis. Meski Arif tidak lagi menangis tapi dia masih merasa sedih dengan apa yang telah terjadi pada Ayah dan istri tercintanya.


*****


Video berakhir di situ, Winda tidak menyadari jika video itu membuatnya menangis, air mata tak berhenti berlinang di pipinya, dia mengusapnya dan kini dia sadar, dia sudah salah membenci ibunya,"Maafkan aku Ma, aku pikir mama mati karena tidak mau mengurusku, papa tidak pernah cerita alasan di balik kematian mama, aku menyesal sudah membenci mama ucapnya dan melanjutkan tangisannya.


Winda yakin video ke empat ini bukanlah buatan mamanya, kemungkinan Ariflah yang sudah membuat video ini, lalu apa isi video ke lima itu?


"Mama selalu bercerita tentang lab miliknya, tapi di dalam video itu alamat rumah terdahulu papa tidak terlihat, bahkan lab itu tidak ada dalam rekaman ini. Winda masih bingung harus melakukan apa, dia ingat pesan ibunya, dia harus menyelamatkan pamannya dan juga teman-teman ibunya. Winda menutup laptop ibunya dan melempar tubuhnya di atas kasur dan menatap langit-langit kamarnya,"Apa ini alasannya papa menyuruhku belajar bela diri untuk hal ini? Aku memang hebat dalam hal bela diri dan bahkan guru Nevile sangat mengakui keahlianku, aku selalu juara saat ada lomba, tapi apa aku bisa menang melawan Miracle? Perusahaan itu semakin hebat sekarang, dan pastinya mereka kebal hukum.


Winda mengelengkan kepalanya dan memukul-mukul pipinya,"Sadarlah Winda, kau harus balas dendam demi kematian Mama, Kakek dan juga Papa, apapun yang terjadi aku harus bisa melaksanakan keinginan terakhir Mama.


Winda kembali ke meja belajarnya, dia memakai kacamatanya, menyalakan laptop milik ibunya dan mengganti id ibunya, dia merubahnya menjadi loser01, dengan keahliannya dia juga memasang pengalihan pada akun miliknya, jadi ketika Miracle merasa sedang di bobol, dia akan tetap tidak terlihat dan akan mengalihkannya ke akun milik karyawan Miracle sendiri.


Tangan Winda begitu lihainya memainkan keyboard di hadapannya, dengan cepat dia membaca dan mempelajari apapun yang terlihat di layar laptop milik mamanya, dan setelah merasa berhasil dia lalu menekan tombol enter, betapa hebatnya system Miracle tapi tak lebih hebat dari otak Sari dan Winda yang bisa membobol pertahanan Miracle,"Aku mungkin bisa mengakses ruang rapat milik Miracle, ini tidak sulit, aku tidak percaya di tahun yang sudah sangat canggih mereka masih menggunakan pertahan lemah seperti ini, aku akan mengirimkan virus buatanku pada mereka, agar mereka tidak berhasil memperbaiki chip Miracle buatan Bibi Sarah dan mama.


*****


Chelsea terlihat sangat tenang walau sebenarnya dia terlihat cemas, beberapa kali dia mematakan pensil tajam yang sudah di raut dan meremasnya dengan kuat, dia terus mengamati seseorang di depannya, orang itu tidak mengepresikan apapun, dia hanya menatap lurus ke layar dengan tatapan kosong,"Bagaimana agen01? Apa kau berhasil memperbaiki chipnya? Tanya Chelsea pada robot cloning milik Sarah.


Agen01 menoleh dan memandang Chelsea,"Hampir selesai nona Chelsea.


Chelsea kembali diam dan mengigiti kuku jarinya, itu menunjukkan jika dia sangat cemas. Lalu tiba-tiba ruang lab berbunyi, lampu peringatan menyala dan terus berbunyi,"Ada apa ini? Apa kau gagal lagi memperbaikinya?


Agen01 masih asyik dengan keyboard di depannya dan berbicara,"Ini bukan dariku, tapi sepertinya ada penyusup yang mencoba mengirimkan virus agar kita gagal memperbaiki chipnya.


Chelsea membanting pensil yang di gengamnnya dan menyuruh Agen01 menyingkir agar dia bisa mengambil alih monitor, Chelsea juga pandai menggunakan keyboard dengan sepuluh jarinya,"Malik? Bukankah dia adalah bawahan tuan Arnold, tapi kenapa dia mencoba mengirimkan virus padaku. Chelsea memukul meja dan menyuruh Agen01 mengurus virus itu, sementara Chelsea dengan penuh amarah dia keluar dari lab dan berjalan ke arah kantor Mr. Arnold.


Malik dan teman-temannya sedang tertawa karena lelucon dari salah satu karyawan magang,"Kau lucu sekali, kenapa kau tidak jadi pelawak saja ucapnya sembari kembali tertawa.


Mereka berhenti saat melihat kedatangan Chelsea,"Nona Chelsea apa yang anda lakukan di sini? Tanya Malik dengan senyuman piciknya, dia dan Chelsea memang tidak pernah akur, karena kedudukan mereka berdua terus bersaing, Chelsea yang merupakan kepercayaan Miracle sementara Malik adalah kepercayaan Mr. Arnold.


Melihat senyuman picik itu, membuat Chelsea semakin mencurigai Malik sebagai dalang di balik virus itu, dia mendekati Malik dan tanpa menjaga kewibawaannya di depan karyawan tetap dan magang, Chelsea mendaratkan tamparannya pada Malik.


Malik yang tak tahu apapun emosi , wajahnya memerah dan memandang tajam Chelsea,"Apa yang kau lakukan?


"Ini ulahmu bukan? Kau tidak ingin jika aku menyelesaikan misi dan kau bisa mengambil alih misiku, agar kau semakin terlihat bagus di depan Mr. Arnold dan juga perusahaan, apa aku salah?


Chelsea terdiam, jika bukan Malik lalu siapa? Apa seorang penyusup?. Dia memandang Malik dan memukul dadanya,"Shit! Umpatnya dan Chelsea berlari kencang menuju labnya.


Suara bantingan pintu sama sekali tidak mempengaruhi Agen01, Chelsea mendekatinya dan memegang pundaknya,"Apa yang terjadi? Apa kau sudah mengalahkan virusnya?


Agen01 menghentikan kegiatannya, dia lalu melirik ke sekeliling dan Chelsea mengikutinya,"Sesuai dengan apa yang kau lihat, keadaan sudah tenang dan aku berhasil membunuh virusnya.


Senyum mengembang di bibir Chelsea,"Kau memang hebat, aku bangga padamu Agen01.


Agen01 tersenyum datar dan kembali mengotak-atik computer,"Sisa sepuluh persen menuju perbaikan, kau akan segera naik pangkat Nona Chelsea, congratulation!


"Semoga saja, tapi aku tidak mau terlalu berharap Agen01. Tapi apa kau mengetahui siapa yang sudah mengirim virus itu?


"Sudah, tapi dia sangat ahli dia dengan cepat memusnahkan akunnya sebelum aku mendeteksi alamatnya.


"Benarkah? Aku piker tidak ada yang lebih hebat dari kami berenam katanya dan kembali fokus melihat kerja Agen01.


*****


Winda melempar gelas ke lantai kamarnya, lalu segera menutup laptop mamanya,"Shit! Hampir saja aku ketahuan, aku sudah salah menilai mereka walaupun system mereka ketinggalan zaman, tapi keahlian mereka meretas di luar nalar manusia.


Marta dengan langkah pelannya menaiki tangga ke lantai kamar Winda, dia membuka pintu Winda dan menatap Winda,"Ada apa sayang? Nenek mendengar suara gaduh dari kamarmu, apa terjadi sesuatu?


Winda merasa bersalah pada neneknya, dia bangkit dari duduknya dan menemui neneknya,"Maafkan aku nek, aku tidak sengaja menjatuhkan gelasnya, tapi nenek tidak perlu khawatir aku akan membereskannya.


Marta mengusap rambut Winda lembut,"Tidak apa-apa sayang, kau tidak terluka? Biar nenek saja yang membereskan gelasnya, nenek takut jika kau terluka karena membereskannya.


Winda menggelengkan kepalanya,"Tidak nek, nenek turunlah beristirahat, aku akan membereskannya, aku sangat kuat dari kelihatannya nek.


Nenek tersenyum dan kembali menutup pintu kamar Winda.


Winda melempar tubuhnya keatas kasur dan menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya,"Hampir saja nenek tahu jika aku sedang berurusan dengan Miracle, dia pasti akan sangat marah ucapnya dan bersegera untuk tidur.


*****


Winda dan Frans sedang menikmati jus jeruk pesannya di kafe milik kampusnya, Frans memperhatikan Winda yang terlihat tidak tenang, Frans meletakkan gelasnya dan memegang bahu Winda pelan,"Hei? Kau kenapa? Apa telah terjadi sesuatu?


Winda meletakkan gelasnya yang isinya tinggal setengah dari gelas itu dan membiarkan jari telunjuknya mengelilingi ujung sedotan,"Aku tidak apa-apa Frans.


"Ayolah Winda, aku sudah lama kenal denganmu, kau akan terlihat aneh jika sedang menyembunyikan sesuatu dariku.


Winda terkekeh,"Apa kau paranormal? Bisa tahu isi hatiku?


"Tentu saja, jadi ceritakan padaku.


"Aku mengetahui kebenaran di balik kematian mamaku Frans dan perusahaan Miracle di balik semua itu.


Frans hampir tersedak jus jeruk yang di minumnya dan membulatkan kedua bola matanya,"Miracle?