Gen 1993

Gen 1993
Part 14 Sial!



        Marker sempat kagum pada wajah Gen 1993,"Andai saja aku tidak tahu jika Frans belum mati, mungkin aku akan mengira jika Gen 1993 adalah Frans katanya lalu duduk sembari terus menatap Gen 1993.


Winda mengusap rambutnya,"Paman benar, kata mama dia bertemu dengan orang yang wajahnya sama dengan Gen 1993, itu sebabnya dia memakai wajah orang yang dia temui di dalam mimpinya, apa mungkin ini sudah di takdirkan? Tanya Winda pada Marker.


"Paman tidak tahu Winda, tapi mungkin saja apa yang kau katakan ada benarnya nak, lalu apa yang akan kita lakukan selanjutnya?


"Tentu saja kita akan menyerang mereka Paman, sampai kota ini aman.


"Paman tidak tahu bagaimana kondisi di kota, karena saat ini Paman ada di sini bersamamu, andai saja Paman ada di sana, mungkin Paman bisa tahu bagaimana perkembangan kota sekarang.


Winda berjalan mendekati Marker,"Aku yakin. Paman suatu saat akan menjadi salah satu orang yang sudah membebaskan kota ini dari ancaman Miracle, Paman berhak mendapatkan pujian dan penghargaan, begitupun dengan Frans.


*****


Di luar dugaan Arnold yang kuat dan perkasa berhasil di kalahkan oleh seorang amatir seperti Chelsea, Chelsea tertawa puas melihat Arnold sekarat, Chelsea melompat keluar dari robot raksasa, dia meninggalkan kemudinya dan menemui Arnold,"Sekarang kau akan mati di tanganku tuan Arnold.


Arnold mengepal sebelah tangannya yang tersisa,"Kenapa? Kenapa aku bisa di kalahkan orang menyedihkan dan lemah sepertimu? Katanya dengan nada frustasi.


Chelsea menendang perut Arnold, dan menginjak dadanya,"Kau itu sudah berakhir, aku sudah benar karena menyingkirkan barang rongsokan sepertimu dan robot yang kau kendarai jelas berbeda dengan yang aku kendalikan tuan, kalian satu paket. Paket rongsokan.


"Dasar anak kurang ajar! Wanita ******! Jadi kau sudah memanipulasi semuanya? Dari awal kau merencanakan penyerangan ini, dan sasaran utamamu adalah aku?


"Walau anda adalah robot rongsokan, tapi aku tidak menduga ternyata anda bisa berpikir jenius dan pintar.


"Aku akan membunuhmu!


"Silahkan saja, tapi kurasa itu tidak akan terjadi, karena. Chelsea mengeluarkan sebuah chip dari kantong bajunya. "Anda lihat? Chip ini berisi virus, virus yang akan membuat anda hilang untuk selamanya. Setelah mengatakan itu, Chelsea meninggalkan tempat itu dan terdengar suara ledakan, dan Chelsea yakin jika tuan Arnold meledak dengan virus bom buatan Agen01.


*****


Tak lama setelah Gen 1993 aktif, suara serine yang di buat ibu Winda berbunyi. "Alaram apa ini Winda?


Winda berbalik ke arah pintu,"Ini adalah alaram penyusup milik mama, aku tidak tahu jika alaram ini masih berfungsi.


Marker mengeluarkan pistolnya dan bersiap menyerang,"Apa orang Miracle? Kata Marker sembari menatap ke arah Winda.


"Sepertinya, alaram ini akan berbunyi jika ada orang asing yang lewat, tapi ruangan ini kedap suara, tapi kita masih bisa mendengar suara dari luar.


"Sebaiknya kita tidak perlu melakukan apapun, bergerak hanya akan membuat kita mati konyol, berbeda jika dia masuk ke dalam ruangan ini.


Beberapa menit kemudian, suara lantai lorong bawah tanah terbuka, Marker dan Winda semakin tegang,"Apa mereka tahu tempat ini?


Winda menggelenggkan kepalanya,"Kurasa mereka tidak akan mengetahui tempat ini, aku yakin.


Suara langkah kaki semakin terdengar jelas, Marker bersiap menarik pelatuknya dan membiarkan Winda berdiri di belakangnya,"Tetaplah di sana, aku yang akan menghadapi mereka.


"Dia adalah Rans Marker. Ucap Gen 1993 dan membuat Marker maupun Winda terkejut karena Gen 1993 tiba-tiba bersuara.


"Ayah? Apa kau ada di dalam?


Rans membalas pelukan ayahnya,"Frans menelponku ayah, dia menyuruhku untuk datang ke alamat ini karena dia ingin menemui dan menyelamatkan seseorang, jika ayah ada di sini, itu artinya Frans ada di sini bukan?


Marker melepas pelukannya kemudian menatap wajah anaknya,"Frans sudah meninggalkan kita Rans.


"Apa? Tapi kenapa ayah?


"Robot-robot itu terlalu berbahaya nak.


Rans mengalihkan pandangannya dan menatap Winda dan juga seorang pria yang jelas adalah Frans adiknya. "Ayah ini bagaimana? Apa ayah berusaha membohongiku? Lalu siapa yang berdiri di samping Winda? Jika bukan Frans?


"Hai, aku adalah Frans. Aku sangat menyukai robot, aku tidak suka di bohongi tapi aku mencintai Winda.


Rans tertawa,"Frans, kau pikir kau tidak keterlaluan? Karena pengakuan anehmu, bisa-bisa Winda akan membenci dan menjauhimu brother.


Marker memegang lengan Rans,"Dia bukan Frans, dia adalah Gen 1993, robot yang menyerupai manusia dan sangat mirip dengan adikmu.


"Tidak mungkin, ayah berbohong kan?


"Tidak, ayah berkata serius. Di sana. Rans mengikuti arah telunjuk ayahnya,"Adikmu ada di sana.


Rans berlari dan berlutut di depan mayat adiknya, dia menyentuh wajah dan mengoyangkan bahunya,"Frans! Bangun! Aku sudah datang, apa yang terjadi padamu bocah? Katannya lalu dia menunduk dan menangis.


*****


Chelsea terlihat sedang berpikir keras, dia memegang dagunya dan mengerutkan dahinya. Aku jelas mengingat kata-kata terakhir Arnold, dia bilang jika Agen01 sedang melakukan sebuah pergerakan, dan jika sudah tiba saatnya dia akan menusukku dari belakang, seperti apa yang aku lakukan padanya saat ini. Chelsea melirik Agen01 yang sibuk dengan keyboard. Apa benar dia bisa menusukku dari belakang? Robot seperti dia? Aku adalah manusia yang menciptakannya kurasa dia tidak akan membunuh tuannya bukan? Tapi jika memang hal seperti itu bisa terjadi, aku sudah punya persiapan jika itu di butuhkan. Aku memiliki sebuah program virus yang akan mematikan mesin Agen01 jika dia membelok dari apa yang aku perintahkan padanya, jadi aku tidak sebodoh yang kau pikir Arnold. Aku mempunyai...Chelsea merogoh kantong jas bajunya. Oh tidak, dimana chip itu? Apa jangan-jangan saat aku menembak ke arah gadis itu, secara kebetulan chip itu ikut bersamanya? Sial! Aku harus mencari gadis itu batin Chelsea lagi.


*****


Marker meremas kedua bahu Frans keras,"Biarkan adikmu, di saat-saat terakhirnya dia merasa jika dia sudah melakukan hal yang benar, dia tidak akan menyesalinya.


"Ayah benar, jika aku jadi Frans aku pasti melakukan hal yang sama. Apa kau terkejut Winda? Tanya Rans.


Winda terdiam sejenak dan kembali berkata,"Aku tidak apa-apa, maafkan aku.


Rans mengelenggkan kepalanya,"Tidak, kau tidak perlu minta maaf.


Kenapa tak ada satupun di antara mereka yang memakiku? Setidaknya bentak aku, jika perlu pukul aku, mungkin aku akan merasa lebih baik jika mereka melakukan itu daripada tidak melakukan apapun padaku, apalagi kecelakaan yang menimpa Frans adalah murni kesalahanku, tapi mereka sama sekali tidak menyalahkanku melainkan sangat baik padaku, itu membuat aku semakin berat hati, apa orang Amerika memang seperti ini? Mereka terlalu baik batin Winda.


*****


Karena keadaan yang tak memungkinkan, Marker dan Rans juga Winda mengubur mayat Frans di belakang rumah Winda. Tangisan Rans tidak bisa dibendungnya, tentu saja dia tidak bisa berhenti menangis, adik satu-satunya yang begitu dia sayang sudah mati, tak ada lagi perkelahian saudara di antara keduanya. Semua kini hanya sebuah kenangan.


"Sungguh sial! Kata Rans tiba-tiba.


"Ada apa denganmu? Tanya Marker.


"Apapun yang terjadi, aku akan menghancurkan mereka, meski harus kehilangan nyawaku. Tunggu saja! Kata Rans lagi dan menatap tajam ke batu nisan sementara milik Frans.