Gen 1993

Gen 1993
Part 6 Pergi Dari Sini!



      Chelsea bersiap untuk menarik pelatuknya sambil berkata,"Selamat jalan Sari temanku sayang.


Suara tembakan berbunyi dan mengenai langit-langit, merusak salah satu lampu penerang, Sari yang menutup mata dan telinganya kembali membukanya dan mencari tahu apa yang sedang terjadi. Sari melihat Jakob merebut pistol dari Chelsea dan mendorongnya kemudian berdiri di depan Sari berusaha untuk melindunginya.


Chelsea terlihat terkejut, dia lalu bangkit dari jatuhnya dan menatap Jakob,"Ke..ke..kenapa kau tidak terpengaruh? Aku sudah memberimu minuman pencuci otak.


Jakob tersenyum dan berkata,"Kau juga bodoh, aku curiga saat kau kembali dan menyodorkan minuman untuk kami, aku berpikir kenapa kau tiba-tiba membuatkan minuman, kau sama sekali tidak pernah melakukannya, itu sebabnya aku membuang teh itu dan kau berpikir jika aku meminumnya, aku tidak sebodoh yang kau pikir Chelsea.


Chelsea bertepuk tangan,"Aku tahu kenapa kau sangat memperdulikan Sari.


"Kau salah, memang benar jika aku seperti itu, tapi aku akan melakukannya jika Sarah, Sari bahkan kau berada dalam bahaya, karena bagiku kalian bukan sekedar teman melainkan keluarga bagiku.


Chelsea berjalan mendekat, begitupun Ron dan Randy yang menatap kosong ke arah Jakob dan Sari, Jakob menodongkan senjata mengisyaratkan agar mereka tidak mendekati mereka,"Chelsea berhenti! Jika kau terus mendekat, aku tidak akan segan untuk menembakmu.


Chelsea tersenyum licik,"Benarkah? Lakukan saja, lagipula sebentar lagi orang-orang Miracle akan datang dan menangkap kalian berdua.


"Cukup! Kau kenapa berubah seperti ini Chelsea? Kenapa? Kau temanku yang baik, kenapa kau berubah seperti ini tanya Sari yang tak bisa menahan kekecewaannya.


Jakob menjadikan dirinya sebagai perisai untuk Sari,"Itu sudah berlalu Sari, Chelsea yang sekarang bukanlah teman kita yang dulu, sepertinya dia sudah di rasuki kekuasaan, dia tidak akan perduli pada kita jadi jangan coba bernegosiasi dengannya.


"Benarkah? Kata Sari kemudian mengedipkan matanya, lantas tanpa sadar air matanya mengalir keluar tak terhentikan, dadanya mulai sesak dan sakit, tak bisa menerima keadaan yang dia alami saat ini.


"Jakob benar Sari, aku tidak perduli. Aku sudah berjanji untuk Miracle, memberikan nyawaku sebagai jaminannya, lalu apa lagi yang aku inginkan selain kekuasaan dan uang?


"Sudah berhenti berbicara dengannya Sari, semua hanya akan menjadi sia-sia. Karena merasa jika Jakob tidak mengambil tindakan, maka mereka akan tertangkap, Jakob menembak kaki Chelsea dan menarik Sari keluar dari Miracle. Ron dan Randy hanya terdiam tak melakukan apapun, karena Chelsea tidak memberikannya perintah.


Sepanjang jalan Jakob dan Sari saling bergandengan tangan, Jakob berharap dia bisa keluar dari sini tanpa terluka, agar dia bisa melamar dan menikahi Sari secepatnya itupun jika memungkinkan baginya.


Senyum Jakob mengembang, ketika dia melihat pintu keluar Miracle, dia tidak percaya tinggal selangkah lagi mereka akan terbebas dari masalah ini, tapi tidak semudah itu, Arnold entah dari mana kini menghalangi jalan mereka,"Kalian mau ke mana, setelah membuat keributan? Katanya.


Jakob berusaha melindungi Sari dari Arnold, Jakob tahu waktunya tidak akan lama lagi, dia mencoba mencari cela agar dia bisa meloloskan Sari, beruntung dia hanya akan melawan Arnold walau kesempatan untuk menang adalah tidak mungkin itu adalah hal yang pasti.


Arnold merubah tangannya menjadi sebuah senjata dan menodongkannya ke wajah Jakob, begitupun dengan Jakob dia juga mengambil pistol dan menodongkannya di hadapan Arnold,"Kau tahu manusia lemah, kau tidak akan bisa mengalahkanku kata Arnold sembari tertawa licik.


Jakob berjalan memutar, agar dia bisa bertukar posisi dengan Arnold dan jika ada kesempatan dia bisa mendorong Sari keluar dari pintu. Arnold melancarkan serangannya, dia menembak kaki sebelah kiri Jakob, membuat jakob lunglai, tapi demi Sari. Jakob mencoba berdiri tegap, dia juga menembak ke Arnold tapi dengan muda Arnold menghindarinya,"Aku sudah bilang, senjata seperti itu tidak akan bisa membunuhku Jakob.


Sari memegang lengan Jakob,"Hentikan Jakob, aku tidak ingin kau terluka, serahkan saja diri kita, aku tidak apa-apa, asalkan kau dan Sarah bisa selamat katanya dan memeluk Jakob dari belakang.


"Ka..ka..kamu jangan bodoh Sari, aku tidak akan membiarkan kau terluka, bahkan jika harus mengorbankan nyawaku.


"Ke..kenapa! kau melakukan itu untukku Tanya Sari lagi.


"Karena aku mencintaimu. Sari dengar, jika aku berjalan maju mendekati Arnold, kau gunakan kesempatan itu dan larilah, aku sudah menelpon saudara kembarku, dia akan menjemputmu.


Sari menggelengkan kepalanya,"Tidak, jangan lakukan itu. Jika kau ingin aku keluar dari sini, kau harus keluar bersamaku.


"Ti..tidak itu tidak mungkin terjadi. Sekarang waktunya, larilah katanya dan Jakob berlari mendekat ke Arnold, dan tanpa belas kasih, Arnold menembak Jakob secara membabi-buta. Dengan perasaan hancur Sari mencoba lari dan berhasil kabur bersamaan dengan jatuhnya Jakob karena sudah tak bernyawa.


Sari berlari sekencang-kencangnya, dia berjalan di samping gedung Miracle, dia menemukan mobil sampah dan membuang ID-CARD miliknya dan bersembunyi di dekat mobil yang terparkir, beberapa orang Miracle dan Arnold berhasil menyusulnya,"Cepat cari dia, aku yakin dia belum pergi terlalu jauh perintah seorang dari mereka.


Mendengar itu, keringat mengalir di pelipis Sari, dia membungkam mulutnya agar suara napasnya tidak terdengar.


Arnold terus menembak-nembak dan mengenai beberapa benda di sekitarnya,"Sari serahkan dirimu atau kau akan menyesal nanti.


Sari menangis dan merenungi dirinya, kini dia menyesali mengambil pilihan untuk bersekolah di luar negeri, dari awal dia seharusnya tetap berada di Korea, kini dia hanya bisa menyesali tapi tidak bisa mengulangi.


Langkah kaki yang berat berjalan ke arah persembunyian Sari, Sari berusaha melindungi dirinya dengan lebih dekat dengan mobil itu, lelaki bermantel putih mulai mencari-cari di sekitarnya, Sari beranjak dia takut jika dia berlama-lama bersembunyi di sana, dia akan segera tertangkap. Lelaki itu mengintip di tempat persembunyian Sari, tapi dia tidak menemukan siapa-siapa.


Sari kini bersembunyi di balik bunga kota yang tersusun rapi di sepanjang jalan,"Aku sudah tidak kuat lagi, apa aku akan segera tertangkap?


Sari menelan ludahnya keras, jantungnya berdegup kencang, dia menahan napasnya, tubuhnya mulai bergetar hebat, dia merasakan sengatan listrik mengalir ke seluruh tubuhnya. Apa kematianku sudah dekat batinnya.


Suara langkah kaki Arnold semakin terasa dekat dengan tempat Sari bersembunyi, Sari menutup matanya dan berdoa semoga tidak ada yang menemukannya. Seseorang menarik Sari menjauh dari tempat itu, Sari berusaha memberontak, tetapi orang itu lebih kuat darinya, dia dan Sari bersembunyi di balik tembok, lalu ada orang Miracle yang melapor pada Arnold jika Sari berlari ke arah selatan, Arnold meninggalkan tempat itu bersama lelaki yang menemuinya.


Lelaki yang sedari tadi memegang Sari melepasnya, Sari berbalik dan melihat seorang lelaki bertubuh tinggi, wajahnya yang tampan dan tubuhnya yang sedikit besar,"Kau siapa? Tanya Sari dan menjaga jarak dengannya.


Lelaki itu tidak langsung menjawab, dia hanya tersenyum dan berkata,"Apa kau Kim nana? Maksudku kau Sari bukan? Tanyanya sembari menawarkan berjabat tangan dengan Sari.


Sari masih bingung dan penasaran tentang lelaki yang tiba-tiba datang menolongnya di saat yang tepat, dan dengan melempar senyum manis dia menatap Sari, Sari hanya menatap tangan lelaki itu kemudian bertanya kembali,"Kau siapa? Dan kenapa kau bisa mengenalku tanyanya lagi.


"Sepertinya Brother tidak menceritakanku padamu, aku Arif adik Jakob dan juga saudara kembarnya, senang bertemu denganmu Sari.


Mendengar itu Sari terdiam, dia lalu menangis,"A..aa..aku selamat katanya.


Arif masih tidak beranjak dari tempat mereka sekarang, dia terus mengamati Sari yang terlihat murung, Arif menatap Sari sembari menggaruk ujung alisnya,"Apa kau baik-baik saja? Tanyanya ragu.


Sari mengangguk pelan,"Terima kasih kau sudah datang menolongku, tapi Jakob dia mati di tangan Arnold.


Arif tidak terkejut mendengar kabar kematian saudaranya itu,"Aku tahu, dia memberitahuku semuanya, termasuk dirimu, dia sangat menyukaimu dan mencintaimu, apa kau tahu tentang itu?


Sari mengangguk lagi dan tak mau bertanya bagaimana Arif tahu jika Jakob sudah tiada,"Aku baru saja mendengar perkataannya sebelum dia mati di depan mataku, maafkan aku, karenaku dia meninggal.


Arif memegang bahu Sari mencoba menenangkannya,"Kau sama sekali tidak salah, dia memilih takdir itu, dia lebih memilih mati di banding membahayakan dirimu Sari.


"Itulah sebabnya yang membuatku tidak enak, itu mengangguku Arif.


"Tenanglah, sekarang lebih baik kita pergi dari sini terlebih dulu, agar mereka tidak menemukan kita. Arif membantu Sari berjalan hingga ke dalam mobil,"Tidurlah, perjalanan kita akan memakan waktu yang cukup lama, aku, Ayah dan Ibuku meninggalkan rumah, aku yakin temanmu yang bernama Chelsea akan datang ke rumah dan membawa beberapa orang aneh untuk menangkapmu, itu sebabnya aku memutuskan membawamu ke villa kami, di mana temanmu tidak akan mengetahui tempat itu.


"Terima kasih, aku merasa malu karena sudah merepotkanmu Arif.


"Tidak masalah katanya dan mengubah posisi kursi Sari agar Sari bisa tertidur dengan tenang.


*****


Beberapa jam kemudian, Sari dan Arif memasuki sebuah wilayah, wilayah yang belum di padati penduduk, Sari hanya melihat beberapa lahan yang di penuhi pepohonan dan tumbuhan liar lainnya,"Kita ada di mana? Tanya Sari penasaran.


"Ini adalah sebuah tempat perkebunan yang jauh dari kota Sari, untuk beberapa bulan kita akan menetap di sini, kau jangan khawatir kita akan kembali ke kota setelah suasana tidak kacau lagi, dalam artian orang-orang yang mengejarmu berhenti.


"Bagaimana kau tahu jika mereka akan berhenti mencariku? Tanya Sari lagi.


"Karena kebanyakan dari kami memang melakukan hal itu, jika kami tidak mengetahui keberadaan seseorang yang kami cari, maka perlahan-lahan kami akan melupakan dan tidak memperdulikannya lagi.


"Apa benar seperti itu? Dengan kau memberitahuku, aku jadi semakin yakin aku akan mengetahui suatu hal lebih banyak lagi.


"Kau memang benar, tapi satu hal yang belum kamu ketahui.


"Apa itu kata Sari bingung.


"Jika Jakob mencintaimu maka...


Sari menghentikan perkataan Arif,"Aku sudah tahu soal itu ucapnya sembari menatap Arif.


Arif memandang lurus ke depan, dan Sari hanya melihat sosoknya dari samping,"Aku belum selesai berbicara tapi kau menghentikannya, sesuatu yang belum kau ketahui adalah jika Jakob mencintai seorang gadis maka aku juga akan menyukainya, jadi hal yang terlupakan adalah bahwa aku mencintaimu Sari kata Arif sembari tersenyum.


Sari terkejut mendengar pernyataan yang begitu tiba-tiba dan tanpa basa-basi, dia terus menatap Arif yang serius mengendarai mobilnya.