
Wajah lusuhnya menatapku dengan penuh tanda tanya, dia meraih jemariku dengan pelan,"Ibu? Apa hubunganmu dengan Kim nana?
Winda mengigit bibirnya berusaha menahan tangisnya,"Di..di..dia adalah ibuku, di Amerika ibuku di beri nama Sari.
Professor menganggukkan kepalanya pelan dan kembali memperhatikan seluruh wajah Winda,"Sari? Jadi kau adalah anaknya. Sudah lama aku tidak mendengar kabar tentang ibumu, setelah pindah ke Amerika. Nana tidak pernah mengirimkan kabarnya padaku.
"Itu karena setelah tiba di Amerika, ibuku mendapat pekerjaan rahasia, tapi dibalik pekerjaannya itu ibu menyadari jika mereka hanya memanfaatkan kecerdasannya dan pada akhirnya mereka membunuh ibuku. Dan aku tahu jika ibuku menyesal mengambil keputusan pergi ke Amerika Professor.
Wajah cerianya tiba-tiba berubah kelam, mendengar cerita dari Winda memgenai kabar siswi kesayangannya, dia mengusap rambut Winda dengan penuh kasih sayang,"Maafkan saya, saya tidak tahu jika ibumu akan sangat menderita karena aku mengirimnya ke sana.
Winda memeluk Professor dan berkata,"Professor? Apa anda tahu tentang cacatan ibuku mengenai virus-virus komputer?
Professor melepas pelukannya dan menatap serius pada Winda,"Catatan? Mengapa kau memcari virus-virus itu?
"Ibuku di paksa membuat robot bersama dengan teman-temannya, lalu seorang di antara mereka mengkhianat, dia membunuh semua teman-teman yang akan menghalangi jalannya. Termasuk paman dan bahkan ibuku juga. Parahnya pada saat ini, mereka juga mengincarku. Sepertinya mereka berniat membunuhku, karena aku tahu dan membawa virus yang akan menghancurkan mereka. Satu robot cerdas membuat beberapa robot yang mirip dengannya dan tujuan mereka adalah menguasai dunia dan memusnahkan manusia. Lalu menurut Professor apa aku akan diam saja? Maka dari itu aku ingin meminta bantuan Professor.
"Kau tidak bisa meminta apapun padaku Winda, kau tahu ibumu lebih cerdas dariku dalam hal seperti itu. Apalagi kenyataan yang kau lihat sekarang, usiaku sudah lanjut dan penyakit yang kuderita tidak akan bisa membantumu sama sekali. Tapi kamu bisa melihat buku catatan ibumu. Telunjuk Professor menunjuk ke arah rak-rak buku di ujung ruangan,"Di sana aku menyimpan buku catatan ibumu. Gunakanlah, dan aku berharap buku itu memberimu petunjuk.
"Terima kasih. Setelah memegang buku catatan ibunya. Winda dan Gen 1993 segera meninggalkan kediaman Professor dan menghilangkan jejak apapun yang bisa di lacak oleh para musuh.
Di hotel Winda mencoret-coret beberapa catatan milik ibunya, dia menandai beberapa dan mencoret catatan lainnya.
"Frans, aku sudah melihat catatan ibu. Memang ada beberapa virus yang bisa kita gunakan untuk menyerang mereka, tapi sayang virus itu hanya bersifat sementara. Aku rasa ini tidak cukup untuk menghancurkan mereka. Aku tahu ini tidak akan mudah, kita sama sekali tidak menemukan apapun. Sial!
Winda menundukkan kepalanya dan termenung. Tiba-tiba dia mengangkat kepalanya dan menatap Gen 1993,"Kau harus jawab pertanyaanku dengan benar, kenapa mereka mengejar kita?
"Karena kau menyimpan Virus yang di buat Chelsea.
"Sesuai dugaanku, tapi yang menjadi teka teki di sini. Apa kau atapun aku pernah mengambil atau mencuri virus itu?
Gen 1993 menggeleng dengan cepat.
"Lalu, bagaimana mereka berpikir jika Virus itu bersama dengan kita? Apa kau menemukan hal yang mungkin bisa menuntun kita menemukan petunjuk, di mana virus itu berada?
"Aku sama sekali tidak menemukan apapun.
Winda masih bepikir keras, di mana letak kesalahan yang mungkin sudah dilewatkannya.
Di tengah keprustasiaan Winda, bunyi dering ponsel membuyarkan pikirannya,"Bukankah itu nada dering ponsel milik Frans?
"Pesan? Dari mana? Dan kenapa ponsel milik Frans ada padamu?
"Aku mengambil semua barang yang ditinggalkan Frans dan itu menjadi milikku sekarang. Lebih baik kamu lihat pesan ini saja.
Winda mengambil ponsel itu dan melihat isi pesannya,"Professor? Kapan kau bertukar kontak dengan beliau?
"Saat kau mencari catatan ibumu, aku menyempatkan bertukar kontak dengannya.
Winda tersenyum kecut dan kembali melihat layar ponsel.
Winda, setelah kau pergi meninggalkan rumah. Kuda gila datang dan menggali informasi padaku, aku terpaksa memberitahumu padanya, mungkin besok atau sekarang dia akan mendatangimu. Dia adalah satu-satunya sepupu sekaligus orang yang berdiri di depan saat orang-orang membenci ibumu.
"Apa kau kenal dengan anjing gila yang di katakan Professor?
Winda menggeleng merespon pertanyaan Gen 1993,"Aku tidak tahu jika ibu memiliki sepupu, aku jadi penasaran siapa anjing gila itu?
*****
Keduanya saling menatap setelah mendengar bel berbunyi, Gen 1993 menarik pistol dan siap menyerang. Sementara Winda membuka pintu. Betapa terkejutnya Winda melihat orang yang kini berdiri tepat di hadapannya, kalimat pertama yang terlintas di pikiran Winda. Apa dia seorang gembel? Baju compang camping dan wajah hitamnya sungguh menganggu pandangan,"Kau siapa?
Lelaki itu malah balik memperhatikan Winda dengan seksama,"Apa kau punya makanan?
Winda tersenyum dan memijat keningnya yang mulai pusing,"Sebenarnya kamu siapa? Apa di hotel ini punya kebijakan membiarkan pengemis masuk ke dalam hotel dan meminta makanan pada pelanggannya?
Lelaki itu menggaruk kepalanya yang gatal dan menatap lirih pada Winda,"Mereka membiarkanku masuk begitu saja, aku lebih curiga padamu. Kau gadis kecil, tapi tanpa takut dan ragu membukakan pintu pada orang yang tidak kau kenal, aku seperti mengenal orang yang memiliki sifat yang sama denganmu, pemberani, bodoh dan keras kepala.
Winda memejamkan matanya karena lelah apalagi ditambah kehadiran orang yang tdiak jelas ini,"Jadi kedatangan anda ke sini hanya ingin meminta makanan? Jika memang seperti itu, anda tunggulah saya akan mengambilkan beberapa makanan yang belum saya sentuh.
Winda berbalik dan mengambil satu piring makanan dan hendak memberikan pada pengemis itu, tapi Gen 1993 dan lelaki itu bergelut. Dan pada akhirnya pemandangan yang di lihat Winda. Lelaki itu mengangkat kedua tangannya sementara Gen 1993 menodongkan pistolnya tepat di kepala lelaki itu.
Winda meletakkan makanan yang di pegangnya dan memberi perintah pada Gen 1993 untuk tidak berlaku kasar pada orang tua,"Apa yang kau lakukan? Lepaskan dia Frans, dia hanya ingin meminta makanan, kau jangan menakutinya.
"Aku mengambil pistol ini pada saku bajunya, apa kau masih yakin jika dia seorang pengemis?
Raut wajah Winda berubah kesal dan mendekati lelaki itu sembari menarik kera bajunya,"Siapa yang menyuruhmu? Apa Chelsea?
Lelaki itu tiba-tiba tertawa keras dan membuat Winda semakin kesal, dia lalu mempererat genggamannya pada kera baju pria parub baya itu,"Jangan main-main denganku, jika tidak aku akan membunuhmu sekarang juga!