
Winda pergi meninggalkan polisi muda setelah menyadarkannya dari kebodohannya. Saat Winda berlari ke depan dia kembali berhasil merobohkan dua robot dan kini jika di hitung dia sudah berhasil menjatuhkan empat robot selama dia mengangkat pistol sementara polisi muda satu saja belum ada di lumpuhkannya.
Polisi muda kagum melihat kehebatan Winda hingga dia kembali mematung. Dia sudah cukup lama berada di kepolisian. Kejahata sudah banyak di tumpasnya mulai dari menangkap perampok bahkan berseteru dengan para gangster kejam. Tapi dia sadar dia tidak akan bisa menandingi Winda. Untung saja saya tidak pernah melawannya batinnya.
Anjing gila dan Winda seolah bertanding menjatuhkan beberapa robot yang bisa mereka bunuh. Dan tak ada yang mau mengalah.
Beberapa robot mengepung Gen 1993. Gen 1993 tiba-tiba memerintahkan tangannya untuk merubahnya menjadi sebuah senjata. Senjata yang tiba-tiba muncul di setiap tangan dan juga pundaknya terlintas begitu saja saat dia tak sengaja melihatnya di dalam tv saat dia berada di kamar hotel waktu itu.
Anjing gila begitu kagum melihat perubahan di matanya, beberapa senjata begitu gagah terbentuk dari tangan Gen 1993 dan dua meriam besar bertengger di atas bahunya.
"Sudah lama aku berada di kepolisian, tapi ini pertama kalinya aku melihat senjata seperti ini.
"Kurasa perubahan yang terjadi bukan untuk melawan robot-robo itu ucap Winda sedikit penasaran.
Dan memang benar, tiba-tiba saja Gen 1993 lompat ke atas dia lalu menendang beberapa peluru yang keluar dari sepatunya dan berhasil menembus otak setiap robot yang di tujunya. Dan ketika dia mendarat di tanah para robot pun semua roboh bersamaan dengan mendaratnya kedua kaki Gen 1993.
Gen 1993 kemudian berlari pergi meninggalkan tempat kami. Dia seperti sedang mengejar sesuatu dan mungkin senjata yang kini dia gunakan untuk robot yang di kejarnya itu.
Winda ingin menyusul Gen 1993, tapi anjing gila menghentikannya, dia mencengkram bahu Winda keras,"Kau mau ke mana?
"Paman, aku harus mengejar Gen 1993.
"Tidak, kau harus tetap di sini Winda.
"Tapi paman, aku harus menolong Gen 1993.
"Apa kau bodoh? Robot harus di lawan dengan robot juga. Jika kau mengejar Gen 1993 kau hanya akan menjadi beban baginya nanti.
"Tapi paman aku akan tetap mengejarnya.
"Winda lihatlah di sekelilingmu saat ini.
Winda terdiam dia melirik ke kiri dan ke kanan. Kota sudah hancur, kebakaran di setiap gedung, toko dan bangunan lainnya. Bangunan yang menjulang tinggi terkikis karena bom yang di lancarkan Agen01 mengenai bangunan bangunan itu, pemandangan dan situasi saat ini persis seperti di Amerika di mana Chelsea menyerangnya untuk pertama kalinya.
"Aku tahu paman, tapi apapun yang terjadi akan tetap mengejar Gen 1993.
"Winda orang-orang yang sudah gugur dalam kekacauan ini demi menyelamatkanmu, tidakkah kau harus menghargai mereka dengan terus hidup dan satu-satunya cara adalah kau harus tetap di sini. Gen 1993 sebelumnya sudah memberitahu paman, dia menyuruh paman untuk melarangmu mengejarnya ketika dia akan melawan robot terakhir Winda.
Anjing gila pun terdiam, beberapa menit dia terdiam dia pun berkata,"Baiklah, tapi paman akan ikut serta, paman akan mengantarmu ke sana.
Gen 1993 melihat ke sekeliling, semua robot parasit yang di bawah Agen01 sudah musnah semua. Mereka tergeletak bagai semut tak berdaya.
Gen 1993 pun tertawa sendiri.
"Puas aku dengan pertempuran ini. Robot-robot parasit yang kau bawa, mungkin kau membuat mereka terbang atau malah menyuruh mereka berenang di tengah lautan demi mengejarku kesini ucapnya pada Agen01 dan anjing gila juga Winda yang sudah muncul walau bersembunyi di suatu tempat karena takut.
"Kau jangan sombong Gen 1993, kita akan lihat siapa di antara kita yang akan puas.
Gen 1993 dan Agen01 terbang ke atas, mereka lalu melancarkan serangannya. Di mulai dari Agen01 dia melepas peluru khusus yang di buatnya ke arah Gen 1993, tapi dengan cepat Gen 1993 menendang peluru itu dan menyambar pipi Agen01. Kulit cantiknya mengelupas, jelas terlihat mesin di wajah Agen01 berasap. Agen01 segera melepas separuh kulitnya yang habis seolah terkena air keras dan melemparnya ke tanah.
Keduanya saling mengaduh senjatanya, mereka berhasil menghindari setiap serangannya masing-masing. Winda melihat kedua robot itu terlihat kacau. Dia tak lagi bisa melihat ketampanan wajah Frans dari sosok Gen 1993 karena separuh wajahnya sudah hancur dan hanya memperlihatkan mesinnya.
Wilayah yang berada di bawah mereka hancur membentuk sebuah lubang yang dalam. Gen 1993 kehabisan energi, dia jatuh di atas rumput gersang, Agen01 mendarat dan mendekati Gen 1993. Gen 1993 ingin bangkit tetapi terhalang sesuatu yang berat. Rupanya Agen01 menginjakkan kakinya di atas bahu Gen 1993 yang membuatnya tak bisa bergerak.
"Lihat kesombonganmu, karena kau sombong kau berakhir seperti ini. Bukankah yang harus puas di sini adalah aku? Aku puas melihatmu tak bisa melakukan apa-apa, apa ini waktunya aku menyebutnya robot rongsokan?
"Oh ternyata Chelsea juga memprogrammu pandai berdebat. Tapi sungguh lucu, kau membunuh manusia yang menciptakanmu.
Anjing gila sudah tidak bisa menahan Winda lebih lama lagi dan pada akhirnya Winda berhasil meloloskan dirinya. Dia berlari ke arah keduanya. Anjing gila hanya bisa berteriak,"Winda jangan!
Sudah terlambat, Agen01 sudah melihat sosok Winda yang menuju ke arahnya. Dia kembali melihat Gen 1993 dan tersenyum sinis,"Sungguh mengharukan, seorang robot yang jatuh cinta pada tuannya. Kau tenang saja, demi kau aku akan membunuhnya langsung tanpa memberinya rasa sakit.
"Kau jangan sombong, kau tidak akan tahu mengenai masa depan.
"Seorang robot yang sudah tak berdaya berani memprediksi masa depanku. Baiklah aku akan tunggu saat di mana ada robot lagi sepertimu yang akan melawanku. Tapi hasilnya akan tetap sama, dia akan gagal sepertimu.
Agen01 mengangkat kakinya dari tubuh Gen 1993, dia hendak menyerang Winda. Tetapi lagi-lagi Gen 1993 menjadikan tubuhnya sebagai tameng. "Apa kau begitu mencintai gadis itu?
"Kau tidak perlu menunggu seorang menciptakan robot lagi untuk menyatakan perang padamu, karena cukup aku yang kau sebut robot rongsokan yang akan menghancurkanmu.
Gen 1993 berlari cepat, memeluk Agen01 mengeluarkan sesuatu dari dalam tubuhnya dan menusuknya ke jantung Agen01. Mereka berdua melompat ke dalam lubang dalam yang mereka ciptakan. Lalu ledakan besar mengetarkan tanah terdengar dari dalam lubang, asap mengumpal dan tanah kembali menutupi lubang, Gen 1993 dan Agen01 hancur dan terkubur di dasar tanah.
Winda hanya bisa meratap dan meraung berusaha menggali lubang itu tapi Anjing gila menahannya dan memeluk ponakannya itu. Tragedi dan kehancuran pun di gagalkan.