
Setelah acara pemasangan cincin dijari kedua mempelai selesai mereka berdua pun langsung bersungkeman kepada Bunda Tia dan Mami Joshua setelah itu seluruh tamu yang hadir di acara ijab kabul itu satu persatu mengucapkan selamat dan doa untuk kedua mempelai.
Para tamu yang hadir beserta keluarga pun makan bersama dan saat menjelang magrib semua tamu berpamitan untuk pulang kerumah mereka masing-masing tak terkecuali Embun dan Randi yang pulang bersama dengan menggunakan mobil milik Randi.
Bunda Tia dan Bagus masuk kekamar masing-masing untuk bersih-bersih dan sholat magrib.Begitu pun dengan sepasang pengantin baru itu.
Untuk pertama kalinya Joshua masuk kedalam kamar Tia,ruangan itu memang terlihat sangat kecil sekali dibandingkan kamar yang ada di rumah nya.Disana hanya ada lemari susun 3 berbahan plastik dengan kasur springbed single tanpa tempat tidur dilapisi sprei bunga -bunga yang membalutnya.Meja kecil yang diletakkan di samping kasur dengan buku-buku dan beberapa alat make up yang tersusun disana.
Tia duduk di pinggir kasur miliknya dengan perasaan canggung apalagi ini kali pertama nya dia membiarkan laki-laki masuk kekamar nya.Ya walaupun lelaki yang saat ini berada di samping nya adalah lelaki yang baru saja SAH menjadi suami nya.
Joshua menghampiri sang istri yang terlihat malu-malu karena ketika pandangan mereka bertemu Tia langsung buru-buru memutuskan pandangan mereka.Joshua duduk di samping Tia dan melingkarkan kedua tangan nya di pinggang sang istri dari arah samping serta meletakkan dagu nya di pundak sang istri.Saat deru nafas Joshua sangat terasa di leher nya,Tia sempat menoleh ke arah Joshua dan....
Cup...
Tia langsung dia terpaku saat bibir nya di kecup oleh Joshua,Joshua yang melihat respon Tia langsung tersenyum hangat,
..."Maaf,karena kita harus menikah dengan cara seperti ini,tapi aku janji setelah pernikahan Embun dan Randi di gelar kita akan langsung mengelar resepsi pernikahan kita dan aku ingin menjadikan pernikahan kita menjadi pernikahan impian yang selama ini kamu mau sayang".Ucap Joshua....
Tia yang mendengar perkataan Joshua hanya tersenyum cangung.
..."Tidak apa-apa Pak mungkin memang ini sudah menjadi takdir saya,". ...
Cup....Cup...Cup...
Bahkan yang ketiga kalinya bujan kecupan yang di terima oleh Tia melainkan ciuman yang berupa *******.
..."Dengar,aku tidak mau kamu memanggilku Bapak lagi karena aku ini bukan atasan mu tapi suami mu dan aku mau kamu memiliki panggilan sayang untuk ku".Ucap Joshua. yang langsung mendapatkan tatapan membulat dari Tia....
"Kira-kira apa yang bagus ya Kang Mas,Kakanda, My lovely atau sayang ya".Ucap Joshua sambil berpikir namun tidak hal nya dengan Tia yang malah sudah tidak dapat membendung ketawa nya yang sejak tadi dia tahan saat mendengar Joshua menyebut Kang Mas dan seterusnya untuk panggilan sayang.
..."Wkkk..wkkkw...wkkk.....Sudah kalau gitu lebih baik kita segera ambil wudhu karena waktu magrib sudah mau habis hubby".Ucap Tia yang langsung bangkit dari kasur nya....
Dan Joshua yang mendengar Perkataan sang istri apalagi Tia baru saja memanggil dia hubby,itu membuat Joshua teramat sangat senang karena Tia sudah tidak memanggilnya bapak lagi.
..."Apa Sayang,coba aku mau dengar kamu bilang apa tadi..".Tanya Joshua yang langsung menarik Tangan Tia sehingga Tia mau tidak mau berada di dalam pelukkan Joshua....
..."Bilang apa?.."Tanya Tia....
..."Tadi yang kamu bilang hubby-hubby itu?."Ucap Joshua dengan nada manja kepada Tia....
Sementara Tia sempat menaikan sedikit alis nya melihat tingkah suaminya.
..."Ayo dong sayang panggil aku hubby lagi,aku mau dengar".Ucap nya....
..."Iya..Hubby..Hubby....Hubby....Hubby. "Ucap Tia....
Joshua yang mendengar permintaan nya di kabulkan oleh sang istri langsung memeluk sang istri dengan erat.
..."Terima kasih sayang".Ucap nya....