
Setelah obrolan Joshua dan Randi untuk rencana nanti malam akhir mereka berdua masuk kedalam Villa karena mereka semua akan melakukan makan siang bersama.
Semua hidangan khas sunda tersedia disana dari lauk pauk,sambal dan lalapan serta cake dan buah-buahan untuk pencuci mulut, Mereka secara bergiliran mengambil makan siang mereka,setelah itu mereka duduk di lantai yang sudah di ambangi oleh karpet mereka lalu mulai menyantap makan siang mereka sambil di selingi oleh obrolan-obrolan ringan.
..."Riko...untuk semua kegiatan lomba ini sudah selesai semua kan ya?.."Tanya Embun....
"Sudah Bu,tinggal laksanakan saja".Ucap Riko.
..."Baik berarti nanti habis makan langsung kumpul di taman ya".Ucap Embun lagi pada seluruh pegawainya....
dan di jawab "Baik bu" dari seluruh karyawan nya.Lalu mereka melanjutkan makan siang mereka dengan sangat lahap bahkan ada beberapa karyawan menambah nasi dan lauk pauknya karena makan siang kali ini memang Embun order di rumah makan milik Bunda Sisca,tapi tentunya Bunda Sisca memberikan secara percuma untuk Embun dan seluruh pegawainya karena tidak mungkin kan Bunda Sisca membiarkan Embun untuk membayar nya apalagi dia beserta anak dan cucu nya ikut bergabung untuk makan di sini juga dan untuk konsumsi Bunda Sisca memang mengatakan kepada Embun bahwa dia akan menyediakan konsumsi untuk acara ini meskipun pada awalnya Embun menolak keras tapi pada akhirnya Embun mengiyakan keinginan Bunda Sisca.Mereka masih menyantap hidangan dengan begitu lahap dan sangat menikmati namun keadaan itu tidak untuk Tia karena sejak tadi tatapan tajam Joshua sang sepupu atasan nya itu selalu menatap tajam ke arah nya apalagi tatapan itu semakin menyeramkan setelah dia meminta tolong untuk di ikatkan rambutnya oleh Riko,tatapan Joshua seperti ingin menelan nya hidup-hidup membuat Tia menjadi risih dan tidak nyaman.
Awalnya Tia meminta tolong kepada Mely tapi ternyata Mely tangan nya sama seperti nya sedang belepotan sambal terasi So karena itu dia mau tak mau meminta tolong kepada Riko untuk membantu mengikatkan rambut nya,karena lelaki itu sudah selesai dan sudah bersih tangan nya maka nya Tia meminta tolong Riko apalagi memang selama ini Tia dan Riko sering kumpul bareng karena memang mereka satu tongkrongan jadi ya Tia begitu nyantai kalau untuk meminta tolong Riko meskipun dia cowok.
..."Thank u ya brother".Ucap Tia sambil tersenyum hangat....
Salah satu cowok tampan itu hanya menganggukkan kepalanya sambil membalas senyuman Tia,setelah itu Tia melanjutkan lagi makan nya,Sementara Joshua Tatapan mata tidak teralihkan dari Tia,hati nya begitu sangat kesal dan ingin sekali dia menyeret gadis pujaan nya dari sana dan mengurung gadis nakal itu bagaimana tidak sejak kumpul untuk makan saja dia sudah di buat kesal karena masih melihat Tia masih memakai switer milik Riko dan barusan apa yang dia lihat dengan seenaknya dia membiarkan Riko menguncirkan rambut nya,astaga hati nya benar-benar di buat kesal melihat itu.
Embun yang menyadari perubahan wajah dan tatapan sepupunya itu terus fokus ke salah satu karyawan nya membuat wanita cantik itu tidak tahan untuk menggoda nya.
Joshua yang mendengar itu malah langsung bangkit dan meletakkan makanan yang belum habis ke atas meja dan pria tampan yang sedang kesal itu langsung berjalan ke arah wastafel untuk mencuci tangan nya,dia bukan marah di goda seperti itu oleh Embun tapi karena dia melihat kalau Tia sudah selesai makan dan berjalan ke arah wstafel jadi Joshua ikut mengarahkan kakinya kesana,mencoba berdiri di belakang gadis itu dan saat Tia sadar bahwa dibelakang nya ada Joshua yang sudah berdiri Tia langsung memberikan kesempatan untuk Sepupu atasnya itu untuk mencuci tangan nya terlebih dulu.
..."Silakan pak duluan saja".Ucap Tia sambil menyingkirkan badan nya untuk memberikan jalan kepada Joshua untuk mencuci tangan ny terlebih dulu....
Joshua yang mendengar Perkataan gadis yang sudah mempora-porandakan hati nya itu dengan santai nya langsung maju dan mencuci tangan terlebih dahulu padahal dihati dia sengaja diri si belakang Tia untuk mengukung gadis itu di sana tapi karena tak lama ada juga yang mengantri di belakang dan samping mereka untuk mencuci tangan nya akhir nya Joshua membatalkan niat itu.
Laki-laki itu langsung melenggang pergi dari sana tanpa berkata apapun dan itu membuat Tia menaikkan sedikit alisnya melihat sikap Joshua.
Setelah makan siang mereka selesai akhir nya mereka semua berkumpul di taman untuk melakukan kegiatan lomba kekompakkan dan kerja sama antara karyawan tapi sebelum permainan di mulai Embun memberikan sedikit sambutan dan pemberitahuan apa saja hadiah bagi pemenang lomba tersebut.
..."Assalam mualaikum warahmatullahi wabarokatuh,rekan-rekan semua nya saat ini kita berkumpul di sini untuk melakukan kegiatan lomba melatih kekompakkan dan kerja sama antar team dan yang pasti tak kalah seru adalah hadiah yang akan kalian dapatkan berupa....(Embun sengaja menjeda ucapan nya sesaat untuk membuat mereka yang mendengar itu menjadi penasaran) dan untuk hadiah nya saya akan memberikan uang tunai kepada Juara 1,2 dan 3.Untuk Juara pertama saya akan memberikan hadiah uang sebesar 2 juta rupiah,Juara ke dua 1 juta rupiah dan untuk Juara ke 3 sebesar 500 ribu rupiah".Ucap Embun yang langsung mendapat tepukkan tangan bahagia dari para karyawan nya....
Embun memang sengaja memberikan hadiah uang tunai karena dia ingin hadiah dari perlombaan itu bisa bermanfaat untuk pegawainya dan keluarga nya.
Untuk mempersingkat waktu akhirnya Embun menyudahi kata sambutan nya dan mulai untuk acara perlombaan nya.Ada 3 perlombaan yang akan di lombakan,lomba pertama lomba bakyak,kedua lomba kelereng estapet dan yang ketiga lomba menggiring bola kedalam gawang tapi peserta nya harus menggunakan 1 daster yang sama bisa dikatakan 1 daster untuk dua orang karena memang satu team di bagi dua orang-dua orang.