Ex Wife

Ex Wife
39



Setelah Rani datang keruangan Embun untuk membantu pengukuran kepada Randi dan keluarga,mereka pun satu persatu langsung di ukur oleh Rani dan Embun namun ketika pada saat bagian giliran Randi dada kedua nya tiba-tiba berdebar lebih cepat bahkan mereka berdua keliatan sangat gugup dan semua itu terlihat jelas oleh Bunda Siska dan beliau hanya tersenyum melihat tingkah kedua nya.


Pasokan udara yang masuk di paru-paru Embun seolah akan habis saat mulai mengukur setiap jengkal tubuh laki-laki yang berada di hadapan nya bahkan parfum maskulin masuk kedalam indra penciuman nya dan membuat dada nya berdebar hebat.


..."Ya allah...ada apa ini mengapa dada ku berdebar seperti ini?..".Gumam Embun dalam hati....


Saat tatapan mata mereka bertemu mereka berdua langsung menoleh ke arah lain bahkan bukan hanya Embun yang sedang mempertanyakan mengapa dada nya berdebar tetapi Randi pun sama seperti itu.


..."Ya allah..Ya Robb...seperti nya aku harus mengecek kesehatan ku ke dokter kenapa dada ini terus berdebar?...ya allah jangan kau mengambil nyawa ku dulu aku baru saja ingin mencari pendamping hidup ya allah".Ucap Randi dalam hati....


Keduanya bisa kembali bernafas lega ketika Embun sudah selesai mengukur tubuh Randi dan Rani pun sudah mencatat nya,setelah itu Embun meminta Rani untuk memberikan semua ukuran dan model pakaian nya kepada orang produksi agar segera di kerjakan.


Bunda Siksa sengaja melihat jam dan tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang yang mana ternyata sudah masuk jam makan siang.


..."Embun,sudah masuk jam makan siang,bisa kita makan siang terlebih dahulu Nak Embun?hitung-hitung ucapan terima kasih Bunda karena kamu sudah mengratiskan pakaian couple untuk kami bagaimana?.."Tanya Bunda Siska ....


Embun menatap wajah Bunda Siska dan setelah itu dia sempat menoleh ke arah Randi yang langsung dibalas dengan senyuman manis dari Randi.


..."Baiklah Bunda,tapi apa bisa kita menunggu Putra Embun dulu?.. karena sebentar lagi Al sampai disini setelah pulang sekolah.Tanya Embun....


..."Iya tidak apa-apa kalau begitu kita bisa sholat terlebih dahulu sebelum berangkat biar tenang".ucap Bunda Siska....


Perkataan Bunda Siska langsung di sambut oleh anggukkan dari Embun dan Randi,setelah itu mereka langsung berjalan keluar dari ruangan Embun menuju musholah kecil yang ada di butik itu letaknya di belakang butik ini dekat dengan taman dan kolam ikan.


Namun saat baru saja sampai depan Musholah Embun di kejutkan dengan suara sang putra dari arah belakang.


..."Assalam mualaiku Momy".Ucap Al sambil mengulurkan tangan nya untuk mencium tangan Embun dan tak lupa pipi sang Momy juga tidak tertinggal untuk di kecup....


..."Auncle Randi,Al kangen sekali dengan Auncle".Ucap Al langsung memeluk Randi dengan wajah ceria....


..."Sama Auncle juga kangen sama kamu jagoan,gimana sekolah nya tadi?.."Tanya Randi....


..."Alhamdulillah,aman terkendali Auncle".Ucap Al...


..."Alhamdulillah hebat jagoan Auncle(Randi sambil mengelus rambut Alaska)dan sekarang ayo kita sholat dzuhur dulu dan stelah itu kita makan siang bareng"....


..."Siap Auncle".Ucap Alaska yang langsung ikut masuk kedalam Musholah....


Semua moment barusan membuat Embun dan BUnda Siska terenyuh melihat kedekatan mereka berdua seperti ayah dan anak bahkan Embun sempat berkaca-kaca melihat interaksi mereka berdua.


..."Coba kamu seperti Randi Mas,pasti aku sangat bahagia sekali.Gumam Embun....


Namun lamunan Embun harus buyar ketika mendengar ucapan yang keluar dari mulut Tia salah satu karyawan nya.


..."Ya allah...Tia mau yang kaya Tuan Randi ya allah...semoga masih di sisa kan satu untuk Tia laki-laki seperti Tuan Randi...amiin".Ucap nya dan itu sangat terdengar di telinga Embun,Bunda Siska dan karyawan lain yang ikut sholat berjamaah bersama....


Dan yang pasti mereka semua tertawa melihat dan mendengar ocehan Tia.


Embun mulai mengambil air wudhu dan masuk kedalam Musholah untuk memakai mukena nya dan setelah itu dia sholat tepat disamping Bunda Siska,Rara dan Rani sementara Tia sholat di belakang nya.


Randi menjadi imam untuk sholat dzuhur siang ini dan itu ditatap kagum oleh semua yang berada di musholah.Semua orang hampir mengenal sosok pengusaha satu ini yang terkenal ramah,baik hati,sholeh dan dermawan.