Ex Wife

Ex Wife
Part 22



Selesai menyatap hidangan yang di sediakan di kediaman Bibi Elsa,Embun dan Alaska masuk kedalam kamar yang akan mereka tempat untuk beberapa bulan ke depan sebuah kamar dengan pemandangan yang langsung menghadap sebuah tebing dan persawahan yang berada di areal puncak Jungfrau.


Berkali-kali Embun menarik nafas dan menghembuskan secara kasar,rasa sesak di hati akibat pengkhiantan yang di lakukan oleh Arman masih membuat diri nya sulit sekali untuk melupakan dan mengkhilaskan nya meskipun di depan semua orang dia akan terlihat baik-baik saja namun didasarkan hati nya sedang merasakan luka yang sangat dalam mungkin luka ini tidak akan mudah sembunyi apalagi Arman merupakan cinta pertama bagi seorang Embun.


Wanita itu masih menatap kosong pemandangan yang berada di hadapan nya,dia masih tidak habis pikir dengan suami nya yang sebentar lagi akan menjadi mantan suami begitu tega menyakiti nya begitu dalam,sampai dia selalu bertanya pada dirinya sendiri kurang apa dia sebagai seorang wanita dan istri untuk Arman,semua hidup sudah dia curahkan untuk keluarga kecilny ini tapi apa balasan yang dia terima dari sang suami,hanya sebuah rasa sakit yang begitu dalam akibat pengkhianatan.


Saat masih berkutat dengan pemikiran nya sendiri Embun di kaget kan dengan suara ponsel yang sejak tadi terus berbunyi,Embun menoleh ke arahan ponsel yang dia letakkan diatas meja nakas dia tau siapa yang sejak tadi menelepon nya karena hanya beberapa orang yang mengetahui nomor ponsel milik nya,ya karena setelah Embun merencanakan kepergian nya ke negara ini Embun langsung menganti nomor ponsel nya karena dia tidak mau lagi di usia oleh mantan suami dan keluarga nya.


Langkah kaki nya mulai mengayun ke arah nakas untuk mengambil ponsel milik nya yang masih terus berbunyi.


saat ponsel sudah berada di tangan nya senyum wanita cantik itu pun mengembang dengan sempurna karena tertera nama sepupu nya yang sudah sangat baik mau menjadi tempat curhat dan tempat berbagi nya selama ini,Embun tau pasti sejak tadi sepupu nya ini sudah sangat mengkhawatirkan nya karena semenjak datang ke negara ini Embun belum sempat menghubungi nya.


..."Ya ampun Bunbun kemana saja kamu sejak tadi?kenapa baru mengangkat telpon ku?dan kenapa kamu tidak segera mengabari ku saat sudah sampai disana?kau tau aku tuh sangat mencemaskan mu tau dan kenapa sekarang kamu hanya dia saja tanpa menjawab pertanyaan ku hah?".Ucap Joshua dengan nada kesal....


Sementara yang di ajak bicara nya malah terkekeh mendengar omelan dari nya.


..."Bunbun...kau benar-benar ya,puas hah kau sekarang sudah membuat ku cemas dan sekarang lihat lah kau begitu bahagia nya"....


..."Assalam mualaikim Jos pangeran penyelamat dan kesayangan aku".Ucap Embun dengan lembut ambil menampilkan senyuman yang sudah mengembang dengan sempurna....


..."Walaikum salam".Ucap nya dengan wajah yang seperti seseorang anak kecil yang sedang merujuk pada ibu nya....