
Sementara jauh dinegara lain tepat nya di Indonesia saat ini di kota Jakarta seorang suami yang akan menjadi mantan suami bagi Embun sedang mengalami stres berat bagaimana tidak sudah beberapa kali dia mencoba menemui Embun di butik dan di rumah milik mereka namun tidak pernah bertemu bahkan dia sempat menemui Joshua untuk menanyakan keberadaan Embun namun yang di dapat bukan informasi mengenai Embun dan putra nya tetapi malah bogeman mentah di kedua pipi nya itu.
Dengan langkah gontai Arman pulang kerumah kontrakan milik nya yang setelah pengusiran di Apartemen milik Embun Arman dan istri baru nya Nina pindah tinggal di rumah kontrakan.
Hanya itu yang bisa di sewa oleh Arman karena semenjak proses bercerai dengan Embun,Arman mengalami kesulitan ekonomi bagaimana tidak showroom mobil milik nya sepi pembeli bahkan semua uang tabungan nya hampir habis membayar biaya pesta dan gedung bekas resepsi pernikahan mereka dan bahkan sisa nya dia harus membayar separuh hutang online milik sang kakak.
Langkah kaki nya baru saja sampai di rumah kontrakan nya,baru saja Arman meletakkan pantas nya Nina dengan keadaan perut yang mulai buncit nya terlihat yang sedang memakai daftar dengan wajah full make up itu langsung menghampiri sang suami.
..."Gimana Mas,kamu sudah ketemu dengan mantan istri kamu itu?.."Tanya Nina dengan nada sinis....
..."Belum Nin,kau tolong buatkan teh manis hangat ya Mas haus sekali sayang"....
Bukan nya membuatkan minuman sang suami yang terlihat kelelahan Nina malah bangkit dan berkacak pinggang didepan Arman.
..."Enak saja kamu nyuruh-nyuruh Mas,aku nih bukan pembantu kamu ya main suruh-suruh saja kamu buat saja sendiri lagian gula pasir kita juga sudah habis Mas".Ucap Nina langsung berjalan meninggalkan Arman disana ruang tamu yang langsung lemas dan menyenderkan tubuh nya ke sandaran sofa sambil menarik nafas dalam-dalam....
Tidak menyangka Arman melihat perubahan yang di perlihatkan wanita yang baru saja menjadi istri nya itu,sejak hari resepsi nya itu dan Nina serta keluarga nya tau kalau Arman jatuh miskin sifat istri dan mertua nya berubah drastis jangan bersikap lembut seperti jaman pacaran bahkan di urus dan dimasukin saja tidak oleh Nina.
Lagi-lagi Arman menarik nafas dalam nya dan menghembuskan nya secara panjangketika mengingat Embun dan putra nya membuat dada nya terasa sakit.Laki-laki itu sadar bahwa mungkin ini balasan atas apa yang diperbuat oleh Embun dan Putra nya.
Arman mulai bangkit dari duduk nya dia langsung berjalan ke arah dapur dengan gontai untuk mengambil air minum untuk menyegarkan tenggorokan nya yang terasa sangat kering.
Setelah rasa haus nya hilang Arman langsung berjalan ke arah meja makan dan mulai membuka tudung nasi nya ternyata yang dia dapat hanya Zonk.
..."Nina...Nina...MANA MAKANAN BUAT KU,AKU LAPAR PULANG KERJA TAPI SELALAU TIDAK ADA MAKANAN SAMA SEKALI DIMEJA MAKAN,MEMANGNYA SEHATIAN INI KAMU NGAPAIN AJA SIH SAMPAI TIDAK PERNAH MEMASAK?".Teriak nya dengan nada kesal....
Nina yang mendengar teriakan sang suami juga tak mau kalah.
..."AKU BUKAN PEMBANTU KAMU MAS....KALAU KAMU MAU MAKAN MASAK SENDIRI LAGIAN MEMANG BISA BELI APA DENGAN UANG YANG KAMU KASIH MAS,TUH KALAU KAMU LAPAR DI LEMARI ATAS KOMPOR ADA MIE INSTAN DAN TELUR KAMU MASAK SAJA SENDIRI MAS"....
Arman membanting tudung nasi yang berada di tangan nya dan dengan kesal dia langsung berjalan keluar rumah dan masuk kembali milik nya setelah itu dia menjalankan mobil nya dengan sedikit kencang.