Ex Wife

Ex Wife
43



Setelah kejadian itu,Bunda Siska langsung menuntun Embun dan Alaska menuju meja VVIP milik nya yang sudah tersaji hidangan untuk makan siang mereka.


Sementara itu Ibu Arman pulang menggunakan taksi online yang di pesan nya dengan perasaan yang begitu kesal sekaligus jengkel atas perlakuan yang diterima nya dari Embun dan pemilik Restauran tersebut.


Pipi nya masih sangat terasa panas akibat tamparan dari Siska dan terlihat jelas sekali bahwa kedua pipi wanita itu memar,Setelah sampai di gang tempat tinggal nya Ibu Arman yang bernama Mira langsung turun dan berjalan dengan langkah kesal menuju rumah nya dan ketika sepanjang jalan dia sempat berpapasan dengan beberapa warga sekitar dan mereka mencoba menengur nya namun mereka semua malah di Acuhkan oleh Mira.


Mira dan keluarga memang terkenal dengan kesombongan dan keangkuhan nya di mata para tetangga dan warga sekitar apalagi tidak jarang rumah wanita yang mengaku orang terkaya disana itu kedatangan beberapa debtkolektor yang mencoba menagih hutang karena memang keluarga Mira terkenal banyak hutang nya,namun memang sudah dari sana nya sudah susah tapi tetap saja dia sombong dan angkuh dan tetap saja tidak ada malu nya kepada warga sekitar bahkan mereka tidak mau bergaul sedikit pun dengan warga sana yang dianggap nya tidak selevel dengan mereka.


Mira langsung membuka pintu nya dengan kasar otomatis putri pertama nya yang saat ini sedang bercumbu dengan kekasih nya yang seorang preman dipasar Jaya langsung terkejut oleh kedatangan Mira.


Mira langsung duduk diSofa dengan menghempaskan tubuh nya secara kasar namun bukan nya menayakan keadaan Mira,Putri pertama nya itu malah dengan tidak tau malu nya melanjutkan ciuman mereka yang tertunda akibat kedatangan Mira.


..."Ck..kalian ini tidak tau malu ya,bukan nya menanyakan kabar Ibu,kalian malah melanjutkan ciuman kalian dasar sinting".Ucap Mira yang kesal melihat putri pertama nya dan kekasih nya itu,Mira langsung bangkit dari duduk nya menuju kamar pribadi nya dan sengaja membanting pintu kamar nya dengan keras....


Bbbbbbbbrrrrruuuuuuulkkkkkkk....


Ratna yang mendengar suara bantingan pintu yang dilakukan oleh ibu nya pun hanya mengangkat bahu nya dengan santai.


..."Aneh sekali sih,pulang makan dan arisan malah marah-marah".Ucap nya....


Ratna langsung menatap kembali sang kekasih yang bernama Bruno,Dengan tatapan genit nya Ratna langsung menubrukkan bibir kedua nya.Ciuman mereka semakin intens dan Bruno mulai mengendong Ratna seperti anak Kuala dan membawa tubuh kekasih nya itu ke kamar pribadi Ratna.


..."Mas..saya minta maaf dengan kekacauan yang terjadi di Restauran tadi,saya benar-benar merasa tidak enak hati dengan kejadian itu sama Mas dan Bunda Siska"....


Randi tersenyum hangat sambil menatap sekilas wanita yang sudah memasuki hati nya itu.


..."Tidak apa-apa Bun,santai aja lagian kan bukan salah kamu dan Bunda Juga sudah mengatakan kepada mu kan bahwa tidak perlu meminta maaf untuk sesuatu yang bukan perbuatan mu Embun".Ucap Randi....


Embun hanya menjawab dengan anggukan kepala nya saja dan setelah itu keheningan pun kembali terjadi sampai pada mereka sampai di depan butik Embun.


..."Terima kasih ya Mas,atas tumpang dan makan siang nya".Ucap Embun saat akan turun dari mobil milik Randi....


..."Iya..sama-sama Embun,oiya biar Alaska aku saja yang mengendong nya,kasian seperti nya dia kelelahan"....


..."Tidak Usah Mas,biar Embun bangunkan saja Alaska sudah besar dan pasti berat kasian kalau kamu harus mengendong nya".Tolak Embun....


..."Kamu meremehkan ku ya,jangan kan cuma tubuh kecil Alaska bahkan Mami Alaska pun aku kuat mengendong nya kalau kamu mau he..HE.he.."Ucap Randi dan itu berhasil membuat wajah Embun memerah seperti tomat....


..."Cantik".Gumam Randi yang masih bisa terdengar oleh Embun namun Randi mencoba biasa-biasa saja agar tidak terlihat bahwa dia gugup....


Randi langsung keluar dari pintu pengemudi dan membuka pintu belakang dimana Alaska tertidur dengan pulas nya,dengan hati-hati Alaska langsung mengangkat dan membawa Alaska masuk kedalam butik Embun sementara Embun langsung mengikuti langkah Randi menuju kamar pribadi nya yang berada di samping ruang kerja nya didalam butik.Sementara para pegawai Embun sudah heboh dan mencoba meledak Bos cantik nya itu namun sayang mereka malah mendapat tatapan tajam dari Embun yang membuat mereka bukan nya takud tapi malah tertawa karena bos cantiknya itu begitu menggemaskan ketika bersikap seperti itu.