
Embun duduk di kursi taman tepat menghadap danau buatan itu,dia mencoba menghirup udara segar yang masuk kedalam indra penciuman nya dan setelah itu dia hembuskan nafas nya secara panjang untuk menghilangkan rasa sesak yang masih bersarang di hati nya.
Dia tidak habis pikir semua yang terjadi didalam hidupnya,padahal setelah bercerai dia berharap hidup nya dan Putra nya akan berjalan baik-baik saja tapi lihat nya begitu banyak drama yang diciptakan oleh mantan suami nya dan keluarga nya dari mulai fitnahan yang sangat keji dan hinaan demi hinaan yang dia harus terima.
Terkadang,Embun merasa sangat lelah tapi dia juga tidak bisa menyerah dan terpuruk terlalu lama karena ada Alsaka Putra nya yang harus dia jaga dan urus.Dia harus menahan semua rasa sakit yang menerpa nya demi kebahagian sang Putra.
Saat Embun masih terlena dengan lamunan nya tiba-tiba saja Joshua datang dan duduk tepat di sebelah nya,lelaki yang selalu ada untuk nya baik dalam keadaan baik atau buruk nya itu langsung merangkul bahu Embun dan mengelus nya dengan lembut.
..."Sudah,Bunbun tidak baik untuk hati dan kewarasan mu,aku sudah dengar dari Randi tentang peristiwa yang terjadi di butik mu,apa aku harus turun tangan menyingkirkan mereka ehm?.."Tanya Joshua....
Embun hanya tersenyum lembut mendengar perkataan sepupu nya itu.
..."Tidak Usah Jos,biar tuhan saja yang membalasnya,aku hanya tidak habis pikir dengan yang terjadi pada kehidupan ku saat ini mengapa hidup ku seperti sedang menaiki wahana rollecoster Josh ha..ha..ha..".Ucap Embun sambil menggembuskan nafas nya dengan kasar....
Joshua ikut tertawa mendengar perkataan Embun.
..."Ha..ha..ha..ha..ha..bukan nya enak ya agar hidup mu tidak monoton terus jadi orang baik sekali-kali tunjukkan asli mu pada mereka ha..ha..ha.."Ucap Joshua....
Embun mendengar guyonan Joshua hanya bisa tertawa sambil memukul lengan sepupu nya itu.
..."Oiya bagimana dengan gadis yang menurut mu menyebalkan itu apa tidak ada kemajuan ehm?atau menunggu dia selesai sekolah?keburu jamuran kamu Josh ha...ha...ha.."Ucap Embun menggoda Joshua....
..."Ha..ha...ha...tenang kalau itu aku pastikan membeli obat jamur agar jamur nya pergi".Jawab Joshua dengan gaya konyol nya....
Sementara di sebuah rumah kontrakan milik Arman dan Nina saat sedang terjadi keributan bahkan suara pecahan benda-benda seperti piring dan gelas menghiasi rumah kontrakan mereka,banyak tetangga yang berkerumun di depan rumah kontrakan mereka karena mendengar teriakan kedua nya.
..."KAMU BUAT AKU MALU TAU ENGGAK?.."...
..."MEMANG SENGAJA AKU INGIN MEMBUAT KAMU DAN MANTAN ISTRI KAMU ITU MALU,TERUTAMA MANTAN ISTRI KAMU ITU YANG KEGATELAN SUDAH DI CERAI MASIH SAJA NGAJAKIN KETEMUAN"Teriak Nina kepada Arman dengan tatapan yang tajam....
..."KAMU ITU TULI YA,AKU SUDAH BILANG KAN KALAU AKU DATANG KE BUTIK NYA EMBUN ITU UNTUK BERTEMU DENGAN PUTRA KU"....
Nina yang mendengar itu tidak langsung percaya bahkan dengan sangat emosi Nina menghempaskan semua yang alat make up dan barang-barang yang berada di atas nakas itu hingga semua benda itu berserakan di lantai.
BBBBBRRRRRAAAAKKKKK......
..."KAMU BOHONG MAS....KAMU BOHONG...BILANG SAJA KALAU JANDA GATAL ITU KAN YANG MEMINTA KAMU MENEMUI NYA LAGI ".Ucap Nina....
Arman yang mendengar istri nya terus menyalahkan Embun membuat telinga nya terasa sangat panas,entah mengapa dia sangat tidak suka mendengar mantan istri nya itu di rendahkan dan terus di hina.
..."Asal kamu tau,aku menyesal sudah berselingkuh dengan mu dan menikahi kamu karena ternyata kamu itu tidak lebih dari sebuah batu kerikil untuk ku dan hidup ku dan janda yang kamu terus-terusan hina dan rendahkan nyata nya memang lebih baik dari mu".Ucap Arman sambil menghempaskan cekalan tangan nya yang sejak tadi berada di wajah sang istri....
Mendengar perkataan suami nya itu membuat tangis Nina semakin pecah dan tubuh nya langsung runtuh ke lantai.Sementara Arman langsung meninggalkan kamar dan berencana akan pergi dari rumah itu sejenak untuk menenangkan pikiran nya untung saja Putri kecil nya saat ini berada di kediaman mertua nya jadi mendengar teriakan kemarahan dari nya dan ostri nya, karena memang sejak seminggu yang lalu Putri kecil nya itu tinggal di kediaman mertua nya karena Nina memang sudah tidak mau mengurus buah cinta mereka dan sibuk dengan kesibukan nya sendiri seperti pergi nongkrong dengan teman-teman nya.