Ex Wife

Ex Wife
40



Setelah mereka melakukan sholat berjamaah bersama,satu persatu keluar dari dalam musholah.Termasuk Tia dan Rani,Embun beserta Bunda Siska dan Rara dan ketika mereka masih didepan musholah untuk menggunakan sepatu atau pun sandal mereka,Dan saat Tia melihat Bunda Siska Tia langsung bangkit dan berjalan ke hadapan Bunda Siska...


..."Salim dulu ah sama calon mertua he..HE...he.."Ucap Tia yang langsung menyodorkan tangannya untuk mencium tangan Bunda Siska....


Sementara Bunda Siska yang melihat sikap sopan santun Tia langsung menyambutnya dengan senyuman hangat.


^^^"Oiya siapa nama kamu?.."Tanya Bunda Siska.^^^


..."Tia tante he..HE.. ".Ucap Tia sambil terkekeh karena di sekitar nya banyak teman nya yang sedang meledak....


..."Tia..kamu tuh lucu banget sih,Tante lihat dari kemaren tante kesini kamu paling ceria dan tante senang bisa mengenal Tia".Ucap Bunda Siska....


Tia yang mendengar Perkataan Bunda Siska merasa di atas angin.


..."Kalau tante punya anak satu lagi pasti tante jodohin sama kamu,pasti akan ramai rumah tante punya menantu seperti kamu tapi...sayang nya tante hanya punya putra satu dan satu-satu nya adalah Randi yang sudah memiliki calon istri".Ucap Bunda Siska sambil sesekali melirik ke arah Embun karena Bunda Siska ingin melihat reaksi Embun atas perkataan nya barusan....


Dan tepat sekali Embun yang ketika itu sedang membalas pesan di ponsel nya langsung menoleh karena terkejut mendengar perkataan Bunda Siska,dia sempat menoleh dan menatap kearah Tia dan Bunda Siska namun setelah itu dia berusaha menguasai rasa terkejut nya kembali.


Dan sikap Embun sempat terlihat oleh Bunda Siska.Sedangkan Tia langsung menjadi bahan tertawaan semua orang yang measih berada disana karena tubuh nya langsung lunglai saat mendengar perkataan itu.


Bunda Siska yang melihat tingkah Tia langsung tertawa.


..."Ah..Tante sudah di angkat tinggi-tinggi tidak lama langsung di hempaskan...hiks..hiks..hati aku potek Tante".Ucap Tia pura-pura lunglai dan menangis....


Mereka sebenar nya mau menggunakan mobil yang berbeda namun karena Bunda Siska melarang dan meminta Embun satu mobil dengan mereka awal nya memang Embun ingin menolak apalagi saat ini diri nya malah di suruh duduk di depan samping pemudi.


Randi mengendarai mobil milik nya ke Restaurant selama perjalan ke Restauran mereka berdua hanya diam saja hanya terdengar suara yang berceloteh dengan Alaska dan Bunda Siska.Ketika melewati lampu merah Embun melihat seorang Kakek-kakek yang berjualan kalender di lampu merah beserta anak-anak pengamen yang sering di berikan santunan dan makanan lalu seketika dia menoleh ke arah Randi dan saat tatapan mereka bertemu Embun langsung meminta izin unttuk turun sebentar.


..."Mas,aku turun disini dulu sebentar nanti ketika lampu merah sudah kembali hijau kamu jalan aja ya dan tunggu aku di pinggir jalan sana karena aku ada perlu sebentar".Ucap Embun ...


Setelah mengatakan seperti itu Embun lansung turun dari dalam mobil Randi seketika Randi dan Bunda Siska bingung atas sikap Embun sampai suara Alaska mengintrupsi mereka.


..."Amah dan Auncle jangan bingung begitu Bunda itu memang begitu sering turun secara tiba-tiba apalagi lampu merah disini".Ucap Alaska....


..."Memang Bunda sering begitu Al?..".Tanya Bunda Siska penasaran....


Bocah Tampan itu menganggukan kepala nya,


..."Tapi untuk apa Al?..."Tanya Randi penasaran....


..."Bunda menghampiri Pak Karta penjual kalender di dekat lampu merah dan juga anak jalanan dan pengamen yang biasa Bunda berikan santunan,soalnya kata Bunda ketika bertemu Bunda harus segara menemui mereka kalau tidak akan sulit bertemu dengan mereka kembali soalnya kan mereka ngamen dan berjualan nya seringan berpindah-pindah".Ucap Alaska....


Bunda Siska merasa tambah kagum ketika mendegar penjelasan dari Alaska dan ketika lampu merah sudah kembali hijau dan mobil yang di kendarai oleh Randi melewati lampu merah,Randi langsung menepikan mobil milik nya untuk menunggu Embun.