Ex Wife

Ex Wife
38



Randi mencoba menetralkan detak jantung nya ketika melihat bahwa yang berada di dalam ruangan itu adalah Embun bersama sang Bunda.


Bunda Siska yang melihat keterkejutan dari kedua nya pun merasa bahwa sebelum nya mereka pasti sudah pernah bertemu sebelum nya.


..."Nak Embun ini Putra Bunda nama nya Randi".Ucap Bunda Siska saat Randi sudah masuk kedalam ruangan Embun....


..."Apa kabar Bun?Enggak nyangka kita bisa ketemu lagi dan ini butik milik mu?".Tanya Randi....


..."Alhamdulillah..saya sehat Mas,iya ini butik milik saya"....


Bunda Siska yang melihat dan mendengar interaksi dari kedua nya langsung menatap tajam ke arah anak nya seolah meminta jawaban kepada sang putra.Dan Randi yang di tatap oleh sang Bunda hanya terkekeh melihat nya.


..."Ini Bun,Embun ini sepupu nya Joshua kemaren aku bertemu di Swiss karena kebetulan kemaren pas kami kesana Embun dan Putra nya juga sedang liburan disana bahkan pulang ke tanah air pun kami bareng ".Ucap Randi kepada sang Bunda....


..."Ooo..seperti itu,bagus deh kalau kamu sudah mengenalnya Nak,karena Embun ini yang akan membantu Bunda untuk membuat baju kita dan Bunda tidak pernah menyangka kalau kamu ternyata sepupu dengan Joshua".(Ucap Bunda Siska yang menoleh ke arah Embun)....


..."Iya Nyonya Ibu saya adik kandung Ibu nya Joshua Nyonya".Jawab Embun dengan ramah....


Randi duduk disamping sang Bunda dan Embun mulai memberikan beberapa rancangan yang dibuatnya selama di Swiss kepada Bunda Siska dan Randi dan saat melihat hasil rancangan nya Embun, mereka berdua langsung menatap kagum atas hasil rancangan Embun yang semua nya terlihat sangat cantik dan elegan.


Setelah kedua nya berunding tentang model rancangan mana yang akan mereka pakai.Dan Bunda Siska pun memberikan satu rancangan itu kepada Embun dan akhir nya Embun pun menyanggupi nya dengan kisaran waktu pengerjaan selama 3 minggu dan untuk biaya Embun mengatakan kepada Bunda Siska bahwa ini adalah sebuah hadiah karena sudah melahirkan anak dan lelaki baik hati seperti Randi dan Bunda Siska pun awalnya sempat terkejut atas penuturan Embun tetapi melihat respon sang putra seperti nya ada binar-binar cinta di mata putra nya itu saat menatap Embun tapi yang membuat dia galau adalah status Embun yang sudah menikah karena dia tidak mungkin kan memnjadikan putra nya sebagai pembinor.


Randi yang mendengar perkatan Embun hanya tertawa sambil menatap sang Bunda yan terlihat bingung dengan situasi ini.


..."Tidak Apa-apa aku senang kok memberikan nya lagian hitung-hitung tanda terimakasih ku juga sam akamu karena sudah baik pada Alaska selama di Swiss"....


Embun merasa hutang budi sekali kepada Randi sebab selama di Swiss Randi sangat dekat dengan Al putra nya bahkan hampir setiap waktu selama disana mereka berdua menghabiskan waktu bersama,jangan ditanyakan kemana Joshua karena pria lajang itu 2 hari sampai di Swiss langsung sibuk dengan urusan nya sendiri.


Banyak pertanyaan yang berada di benak sang Bunda mendengar dan melihat interaksi kedua nya dan untuk mengusir rasa penasaran nya dia harus menanyakan ini semua kepada sang Putra.


..."Baik lah kalau begitu sebentar saya akan memanggil Asisten saya untuk mengukur Nyonya dan Mas Randi".Ucap Embun yang langsung menghubungi Asisten nya melalui interkom....


..."Nak Embun,bisa tidak kamu memanggil saya seperti Joshua dan Randi memanggil saya karena saya sejujur nya tidak nyaman bila kamu memanggil saya dengan panggilan Nyonya ha..ha..ha.."...


..."Maaf karena saya membuat anda kurang nyaman dengan panggilan anda,terus panggilan apa yang harus saya pakai untuk memanggil anda?.."...


...Randi yang mendengar perkataan formal Embun kepada sang Bunda akhir nya tertawa....


..."Ha...ha..ha...panggil saja Maddam Bun ha..ha..ha..".Ucap Randi yang langsung mendapatkan cubitan maut dari sang Bunda....


..."Ih kamu tuh ya...panggil saya Bunda Bun,biar lebih akrab"....


..."Baik Bun...da"....