
Seminggu sudah berlalu sejak liburan bersama Embun dan para team nya di sebuah Vila yang berada di Jawa barat,Saat ini mereka sudah sibuk dengan pekerjaan masing-masing dan apalagi Embun dan Randi beserta keluarga sedang sibuk untuk mengurusi acara pernikahan mereka yang akan dilaksanakan bulan depan,memang Embun dan Randi ingin mempercepat prosesi pernikahan mereka karena menurut Bunda Sisca dan keluarga lebih cepat lebih baik dan mereka berdua akhir nya menurut bagaimana baik nya.Dan memang rencana nya acara pernikahan mereka akan dibuat dengan tema sederhana,yang akan di laksanakan di sebuah Restauran yang di miliki oleh Randi.
Embun memang meminta akad beserta pesta syukuran nya di lakukan dengan sangat sederhana karena ini adalah pernikahan kedua nya dan dia ingin acara pernikahan ini menjadi acara yang lebih privasi dengan mengngundang lebih banyak keluarga besar keduanya dan juga sahabat mereka dan alhamdulillah Randi mengikuti keinginan calon istri nya tersebut,bagi nya itu lebih baik agar mereka juga tidak terlalu cape selama acara apalagi memang rencana antara penganti dan para tamu nanti nya akan berbaur jadi lebih nampak kehangatan didalam nya dan Embun ingin semua tamu yang datang ikut merasakan kebahagian mereka.
Gaun pengantin sudah 50 persen siap dan itu Embun sendiri yang merancang nya dan segala urusan untuk pernikahan mereka juga sudah hampir rampung semua.
Untuk Paman Andrew dan Bibi Elsa juga akan datang kepernikahan mereka dan rencana nya minggu depan kedua orang tua itu akan terbang dari Swiss menuju Indonesia.
Saat ini Embun sedang fokus mengerjakan beberapa pekerjaan nya lebih tepat nya memasak pakaian rancangan nya di tubuh patung manekin agar dia bisa tau apa saja yang masih harus di perbaiki ataupun ditambah kan namun tiba-tiba saja dari arah belakang tubuh nya di peluk oleh seseorang yang sangat Embun kenali aroma parfum nya,siapa lagi yang memeluk nya kalau bukan Randi,Pria itu pasti akan datang setiap jam makan siang ke butiknya.
..."Kamu sudah datang sayang?.."Tanya Embun....
Awalnya Embun memanggil Randi dengan sebutan Mas tapi Randi menolak nya karena dia tidak mau di sama kan panggilan sayang nya dengan orang lain,awalnya Randi menyarankan untuk memanggil nya Hubby tapi karena mereka berdua belum resmi akhir nya keputusan kedua nya untuk memanggil Randi dengan sebutan sayang.
..."Ya sayang... ohya,Apa kamu masih sibuk?.."Tanya Randi dengan posisi memeluk Embun....
...Cup.......
Tiba-tiba saja Randi mengecup pipi kanan Embun sambil melepaskan pelukkan nya.
..."Baiklah aku akan menunggu mu sayang".Ucap Randi yang langsung duduk disofa yang berada di ruangan itu....
Embun melanjutkan kembali pekerjaan nya dan sejak tadi pandangan Randi tak pernah lepas dari sosok wanita yang sebenarnya lagi akan me jadi istri dan ibu dari anak-anak nya.
Jujur rasa nya Randi sudah sangat tidak sabar menantikan hari sakral itu.Ada rasa bahagia dan ada rasa deg-deg an yang dirasakan nya saat ini.
Sementara di kota yang sama Arman sudah mengajukan surat gugatan perceraian kepada Nina dipengadilan agama.Tekad nya sudah bulat untuk menceraikan Nina karena semenjak Arman pertengkaran waktu itu membuat Arman bertekad untuk melepaskan Nina.Walaupun jauh didalam lubuk hati nya dia begitu sangat sedih karena lagi-lagi pernikahan nya harus berakhir dengan perceraian.
Sudah seminggu ini juga Jelita dan Arman pulang kerumah orang tua nya,karena bagaimana pun dia masih memikirkan Jelita putri nya yang harus mendapatkan perawatan dari sang Mama ketika Arman bekerja.Walaupun pada awalnya sang Mamam menolak tapi setelah di imingi-imingi uang setiap bulan yang ada di peroleh Sang Mama karena sudah mau membantu menjag dan merawat Jelita membuat sang Mama akhir nya setuju.