Ex Wife

Ex Wife
65



Keributan yang mereka ciptakan membuat arah pandang semua orang menjadi tertuju pada nya apalagi Joshua yang sejak tadi melirik ke arah Tia pun saat ini menjadi menatap Tia dengan senyum yang mengembang.


"Pak...enggak mau sekalian di tembak aja pak disini".Ucap Melly dengan teriakan yang May tidak mau malah membuat orang yang berada disana tertawa melihat tingkah nya.


..."Jangan dong nanti mati kalau doi ditembak ha..ha..ha..ha..".Jawab Joshua....


Setelah acara makan malam dan acara nyanyi-nyanyi selesai mereka semua masuk satu persatu ke dalam kamar mereka tak terkecuali Joshua dan Tia.


Pagi pun menjelang udara sekitar masih di tutup oleh kabut tebal apalagi gerimis rintik-rintik ikut turun kebumi yang semakin menambah udara semakin dingin untung saja disini terdapat tungku api untuk membantu menghangatkan udara didalam ruangan,Mang Jaja salah satu penjaga Vila beserta sang istri sejak pagi sudah bangun dan mempersiapkan beberapa minuman hangat seperti teh manis,kopi,dan juga Bandrek yang mana merupakan salah satu minuman khas Jawa barat.


Satu persatu penghuni Villa sudah menampakkan diri di ruang keluarga yang sangat besar dengan terdapat tungku perapian disana.


Embun yang saat ini sudah membersihkan diri dan sudah memakai pakaian hangat mencoba melangkahkan kakinya menuju dapur dan saat dia sampai disana terlihat lah keluarga Mang Jaja sedang sibuk membuat sarapan.


..."Pagi semua....."Sapa Embun....


Baik Mang Jaja beserta keluarga langsung menoleh dan menunduk hormat kepada Embun dan tak lupa juga dia membalas sapaan Embun.


..."Pagi Nona Embun,Apa ada yang bisa kami bantu dan butuhkan Non?..".Tanya Istri Mang Jaja....


..."Tidak Bu,Justru saya kesini ingin menawarkan tenaga mungkin saja Bu dan Mang Jaja memerlukan bantuan saya".Ucap Embun dengan nada yang lembut dan senyum yang tidak pernah luntur dai wajah cantiknya....


..."Masya allah bukan hanya cantik paras nya tapi hati dan tuturkata nya pun secantik paras nya".Gumam Istri Mang Jaja dalam hati....


Setelah mendengar perkataan Embun Ostri Mang Jaja dan Mang Jaja sendiri langsung menolak nya secara halus.


..."Tidak usah Nona,lebih baik Nona duduk saja dan bersantai dengan yang lain karena sebentar lagi juga sudah mau selesai Nona".Ucap Istri Mang Jaja....


..."Baik lah kalau butuh bantuan jangan sungkan untuk meminta bantuan saya atau yang lain ya Mang,Bu"....


..."Baik Nona"....


Embun langsung ikut bergabung bersama yang lain banyak yang menyapa nya dan saat ini Embun langsung duduk dan bergabung bersama Alaska,Rara dan Bunda sisca dan tak lama Randi dan Joshua pun sudah ikutan bergabung bersama mereka.Rencana nya siang ini mereka akan pulang ke Jakarta.


Sementara Di Jakarta tepat nya disebuah kontrakan dimana Arman dan istri baru nya baru saja terjadi pertengkaran yang membuat Nina angkat kaki dari rumah itu dan bersiap untuk bercerai dengan Arman,Nina sudah tidak kuat dengan kehidupan nya sekarang yang jauh dari bayangan nya.


Dengan tanpa rasa belas kasihan Nina menarik koper nya keluar dari kontrakan itu tanpa menoleh kepada sang anak yang sejak tadi menangis dan sedang di tenangkan oleh Arman didalam gendongan nya.


Arman hanya bisa menarik nafas secara kasar dan mencoba memendam amarah nya agar tidak menyakiti Nina dan dia sudah pasrah dengan rumah tangga nya,kalau memang Nina sudah bertekad bulat ingin berpisah dari nya dia akan segera mengurus perceraian nya di pengadilan agama dan biarlah dia hidup berdua dengan Jelita.Mungkin ini memang sudah garis hidupnya plus karma yang harus dia terima atas perbuatan nya di masa lalu.


Arman akan menata hidupnya kembali bersama Jelita dan dia berjanji akan menjadi ayah yang baik dan bertanggung jawab untuk anak nya dan dia juga akan berusaha untuk menjadi Papi yang bisa dibangkitkan oleh Putra nya Alaska.