Ex Wife

Ex Wife
51



Randi dan Embun pergi meninggalkan butik menuju sekolah Alaska dan setelah itu mereka bertiga langsung pergi kerumah Randi untuk makan siang karena saat baru saja sampai di sekolah Alaska Bunda Sisca menghubungi Embun untuk mengundang nya makan siang bersama di kediaman nya dan Embun mau tak mau menyetujui nya apalagi saat itu Alaska yang mendengar percakapan diri nya dengan Bunda Sisca pun langsung merenggek meminta datang kerumah Bunda Sisca untuk makan siang bersama dengan Bunda Sisca yang di panggil Grandma oleh Alaska.


Sejak pertama kali bertemu di butik Embun, Alaska dan Bunda Sisca langsung akrab tak hanya itu gadis kecil keponakan Randi pun sangat dekat dengan Alaska.


Setelah menutup panggilan telepon dari Mereka bertiga langsung menuju perumahan tempat tinggal Bunda Sisca dan Randi berada.Saat mobil mereka baru saja sampai mereka semua langsung di hebohkan dengan suara Rara yang berteriak sambil tubuh kkecil nya itu melompat-lompat saking bahagianya.


..."Ye....ye...ye...Abang Al datang...Ye..ye..ye..OMMMMMMAAAA MREKA SUDAH DATANG...MEREKA SUDAH DATANG....HE..HE..HE..".teriak bocah menggemaskan itu dan tak lama Bunda Sisca keluar dari dalam rumah dan menyambut kedatangan mereka semua sementara Randi langsung menepuk jidad nya saat mendengar dan melihat kelakuan keponakan nya itu....


Mereka saling bersalaman dan berpelukkan dan setelah itu mereka semua langsung masuk menuju ruang makan karena memang makanan untuk makan siang sudah terhidang dengan lengkap dan rapi di meja makan.


Siang ini Bunda Sisca sengaja membuat soto betawi dengan isian daging sapi untuk makan siang di tambah dengan sambal mentah dan limau serta irisan tomat,dan jangan lupakan bakwan udang dan kerupuk serta emping meninjo untuk pelengkap nya.Tak lama mereka menikmati makan siang dengan sesekali terjadi obrolan ringan disana.


Selesai makan siang bersama,Bunda Sisca mengajak Embun untuk menikmati salad buah sebagai penutup nya mereka saat ini berada di taman samping tepat nya disebuah gazebo yang dihadapan nya langsung terdapat kolam ikan dengan pohon mangga dan jambu air yang sudah sangat rendang sementara Randi dan kedua bocah kesayangan mereka sedang main di ruang keluarga.


Sisca memberikan semangkok salad buah untuk di nikmati oleh Embun,dan Embun langsung menerima nya dengan senyum yang mengembang sempurna.


..."Embun,Bunda ingin cerita sedikit tentang keluarga Bunda boleh?.."...


..."Setelah suami Bunda meninggal,Bunda menjadi tulang punggug keluarga mengurus kedua anak Bunda dengan meneruskan usaha kuliner Almarhum suami Bunda,awalnya memang berat tapi lama-kelamaan Bunda dapat menjalani nya dengan baik apalagi ada Randi yang membantu Bunda,Sejak SMA Randi memang sudah berkecimpung dengan bisnis dan sampai sekarang diusia nya yang sudah cukup untuk menikah dia masih saja sibuk untuk berkerja padahal sudah banyak yang Bunda kenalkan pada nya seorang wanita cantik dan tentu nya Smart tapi selalu di tolak nya,Apalagi semenjak Kakak nya meninggal dunia anak itu semakin sibuk mencari uang dan membangun kerajaan bisnis nya sendiri,Bunda hanya memiliki anak 2 orang satu putra dan satu putri,tapi sayang putri Bunda sudah lebih dulu meninggalkan kita disaat dia melahirkan Rara ke dunia,padahal saat itu kami semua sangat antusias menunggu kelahiran Rara walaupun kehadiran Rara adalah hasil dari pemerkosaan,tes....".Ucap Bunda Sisca sambil meneteskan air mata nya,lama kelamaan semakin deras dengan bahu yang berguncang hebat dan Embun pun yang melihat itu langsung membawa tubuh wanita parubaya itu kedalam pelukkan nya....


..."Sabar ya Bunda,kalau memang Bunda tidak siap cerita jangan di ceritakan ya Bun,Embun tidak mau Bunda menjadi sedih".Ucap Embun....


Bunda Sisca langsung melepaskan pelukkan nya dan menghapus air mata nya,Sisca memang akan selalu menangis apabila mengenang dan berbicara mengenai Almarhumah Putri nya itu lalu Bunda Sisca mengenggam kedua tangan Embun sambil menatap wajah Wanita yang sudah mencairkan es didalam hati putra nya itu.


..."Bun,Bunda Harap kamu mau menerima Randi sebagai calon suami kamu ya sayang,karena Bunda tidak pernah melihat putra Bunda begitu sangat bahagia ketika membicarakan mu dan bersama mu beserta Alaska,Bunda tahu Embun saat ini mungkin masih trauma akan sebuah pernikahan tapi jangan terlalu larut sayang,kamu dan Al pantas Bahagia dan Bunda Yakin Putra Bunda Dapat membahagiakan kamu dan Alaska nak".Ucap Nya....


Embun sungguh terkejut mendengar penuturan Bunda Sisca,selama ini dia bukan tidak tau kalau Randi menyimpan perasaan pada nya tapi Embun berusaha cuek dan mengabaikan itu karena menurut dia selama ini mungkin saja itu hanya perasaan kasihan Randi kepada nya dan Alsaka dan bukan perasaan cinta hang sebenar nya.


..."Bunda tidak memaksa Embun harus menerima putra Bunda,Bunda hanya ingin Embun tau bahwa Putra Bunda itu sangat mencintai kamu dan Alaska tapi Bunda Yakin Randi belum sama sekali menyatakan perasaan nya pada mu kan sayang".Ucap Bunda Sisca....


Embun hanya menggelengkan kepala nya saat mendengar perkataan wanita parubaya itu sebagai jawaban pembenaran karena memang benar Randi tidak pernah menyatakan perasaan nya pada Embun secara langsung,sementara Bunda Sisca langsung tersenyum sambil berbicara dalam hati.


..."Sudah Bunda duga kamu tidak berani menyatakan perasaan mu son,bagaimana kalian bisa bersatu kalau kelamaan bisa di serobot orang kalau begini cerita nya".Ucap nya dalam hati sambil membuang nafas nya secara kasar....