Ex Wife

Ex Wife
48



Arman pergi dari rumah petakan itu untuk menenangkan diri,semakin lama rasa sesak itu semakin mengerogoti hati nya.


Dia selalu berandai-andai coba saja dulu dia tidak tergoda oleh nafsu sesaat mungkin hidup nya tidak akan seperti ini,tapi dia juga sadar bahwa menyesal pun percuma semua nya sudah terjadi.Saat ini Arman sangat bingung mau pergi kemana,sejak menikah dengan Nina dia seperti laki-laki yang sangat menderita bagaimana tidak kebahagian nyan dia rasakan saat masih berselingkuh degan istri nya itu hanya kebahagian semu yang akhir nya malah membawa nya jatuh kedalam jurang kehancuran yang sangat dalam,menyesal pun tidak ada gunanya karena semua sudah terjadi.Motor yang di kendarai oleh Arman masih melaju dengan kecepatan sedang karena sejaj dia bercerai dengan Embun dan menikahi Nina serta karir nya hancur hampir semua orang yang dulu mengaku sebagai teman nya pergi menjauhi nya,Saat ini tidak ada niat untuk pergi kerumah orang tua nya karena seperti nya akan percuma apabila dia pergi ke rumah ibu nya bukan tambah tenang yang ada tambah membuat kepala nya rasa ingin pecah.


Motor yang di tunggangi oleh Arman melesat dijalan raya dengan kecepatan sedang,saat ini dia akan menuju sebuah pantai yang berada di pinggiran kota,karena sudah lama sekali dia tidak pernah datang kepantai lagi,Arman ingat saat terakhir dia datang kepantai itu saat usia Putra nya Alaska berusia 3 tahun.


Senyum sempat terbit di wajah lelah nya meskipun tak lama dia senyum itu langsung hilang karena dia harus menerima kenyataan nya bahwa Putra nyavitu sudah sangat membenci nya.


Desiran ombak sudah menyambutnya ketika dia baru saja sampai disana,pemandangan matahari terbenam terlihat begitu indah di ujung sana,Arman melepas sepatu yang di pakainya dan meletakkan di atas motor matic milik nya,dia mencoba menelusuri bibir pantai seorang diri,disekitar pantai itu memang sudah tidak begitu banyak aktifitas hanya sebagian dari nelayan yang masih membereskan beberapa perlengkapan mereka.


Disaat itu lah Dia menjadi teringat kembali awal pertemuan nya dengan mantan istri nya itu.Memang dari awal dia sadar dia hanya lelaki biasa yang tidak memiliki harta sedangkan Mantan istri nya itu memang anak yatim piatu namun almarhum kedua orang tua nya itu meninggalkan harta warisan yang sangat banyak sehingga Embun dan Arman bisa mendirikan sebuah usaha,dan selama mengenal Embun dan menikah dengan Mantan istri nya karier nya begitu menanjak naik karena Embun selalu terus memberikan dukungan material maupun semangat agar dia menjadi laki-laki yang sukses,dan jika mengingat itu rasa penyesalan yang di rasakan oleh nya begitu sangat menyesakkan dada nya, Andai waktu dapat di putar kembali Arman tidak akan pernah mau berselingkuh dan menikahi selingkuhan nya dan tidak akan mau melepaskan berlian seperti Mantan istri nya dan menggantikan nya sebuah serangan pasir.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


3 bulan pun berlalu Butik milik Embun semakin maju dengan pesat nya bahkan saat ini Embun sudah mempunyai anak cabang butik nya di 2 kota dengan 3 Autlet dimasing-masing kota.


Embun sangat bersyukur dengan pencapaian nya saat ini semua ini bukan hanya hasil kerja keras nya melainkan hasil usaha dan kekompakkan seluruh karyawan nya dan Saat ini Embun berniat akan memberikan mereka bonus dan juga mengajak semua karyawan nya untuk pergi tamasya bersama.