Ex Wife

Ex Wife
52



Randi dan kedua bocah kecil yaitu Al dan Rara datang menghampiri Bunda sisca dan Embun.Rara yang sudah berada di hadapan Embun langsung bergelayut manja di lengan Embun.


..."Tante,Tante menginapkan disini?.."Tanya Rara....


Baik Randi dan juga Bunda Sisca langsung saling pandang mendengar pertanyaan Rara kepada Embun,dan Embun pun sempat menatap Bunda sisca sesaat lalu mata nya kembali menatap Rara yang saat ini sedang menunggu jawaban dari nya.


..."Maaf ya Sayang,Tante tidak bisa menginap disini bersama abang Al karena abang Al besok harus sekolah dan Tante pun harus berangkat ke butik tapi kalau Rara mau menginap dirumah Tante dengan senang hati Tante dan Abang Al akan menerima nya.Ucap Embun dengan nada yang sangat lembut....


..."Benaran Tante,Apa aku boleh menginap dirumah Tante?."Tanya Rara dengan mata yang berbinar....


..."Boleh dong tapi harus izin dengan Oma dan Uncle Randi terlebih dahulu ya".Jawab Embun....


Rara langsung menatap Randi dan Bunda Sisca dengan mata yang sangat menggemaskan dan Randi pun yang tak tahan melihat tingkah keponakan nya itu langsung mencubit gemas kedua pipi gembul milik Rara,dan sang empunya langsung memayunkan bibir nya karena kesal mendapatkan perlakuan dari uncle nya itu.


..."Ooommmaaaaa".Ucap nya dengan nada merajuk....


..."Kamu ini kalau sudah gemas sama Rara,kasian kan pipi nya sampai merah begitu Nak".Ucap Bunda Sisca kepada Randi....


Randi hanya menampakkan deretan gigi nya sambil langsung menghampiri Rara yang berada di samping sang Bunda,dengan sayang Randi memeluk dan mengelus kedua pipi Rara dan tak lupa juga mengecup kedua pipi Rara.


Cup....


Cup....


Rara yang mendapat perlakuan itu pun akhir nya tersenyum sambil menganggukan kepala nya dan setelah itu dia langsung memeluk tubuh Uncle nya yang sudah di anggap seperti ayah nya sendiri,Baik Bunda Sisca maupun Embun tersenyum melihT keduanya berpelukkan.


Sementara di sebuah Rumah kontrakan tepat nya tempat tinggal Arman dan Nina sedang terjadi keributan entah apa lagi yang mereka rebutan karena hampir setiap hari selalu saja terjadi pertengkaran bahkan warga sekitar sudah mulai kesal dan bosan mendengar mereka berdua selalu ribut.


Arman berjalan terpincang-pincang sambil mengendong Jelita sang Putri untuk menghampiri Nina yang saat ini sedang bersiap entah mau kemana lagi istri nya itu hampir setiap hari selalu saja keluar rumah bahkan untuk sekedar memberikan Asi untuk putri mereka saja Nina tidak mau dan tidak sempat.


3 hari yang lalu Arman mengalami kecelakaan tunggal pada saat pulang dari tempat nya bekerja dengan keadaan hujan deras Arman melajukan kendaraan roda dua membelah jalan dengan kecepatan tinggi karena dia mendapat kabar dari tetangga nya yang bernama Ratna bahwa sejak tadi Jelita terus menerus menangis bahkan Ibu Ratna yang samping rumah kontrakan Arman pun sudah mencoba mengetuk pintu rumah Arman namun tidak ada jawaban apapun dari dalam dan pintu pun dalam keadaan terkunci dan karena Ratna takud terjadi apa-apa akhir nya dia mencoba menghubungi Arman.


Motor yang dikendarai Arman tiba-tiba saja oleng karena jalan licin ditambah hujan masih begitu deras turun membasahi bumi.


BRUUUUKKKK.....


Motor milik nya terjatuh keAspal,dan mau tidak mau tubuh Arman pun ikut terjatuh dengan kaki sebelah kanan nya tertimpah oleh body motor milik nya.Tidak ada yang dapat menolong nya apalagi kondisi hujan dan suara petir yang bergelagar di langit malam ini.