DYLAN

DYLAN
BAB 6 LOVE HE HARDER



Dengan gerakan malas Ara Pun mendekati Bian sambil mengusap kepala Ara lembut.


" Kelihatan banget bohongnya,” tukas Ara


Tiba-tiba mata Ara ditutup dari belakang sontak Ara langsung berteriak kaget.


" Bian Gue mau diapain sih Nih ngapain juga Pakai di tutup mata gue, " Ara memberontak ketika matanya ditutup dengan kain.


" Udah deh Ara di turutin Dan Jangan buka kainnya ! Kalau lo buka gue buang lo ke atap sekolah.”


" Apaaa ? Kita Udah di atas atap,” tanya Ara sambil memukul Punggung Bian.


“ Belum. Bawel, lo, ah,”


Ara mengerucutkan bibirnya, tiada kata lain selain diam dan Pasrah.


Sesampai mereka di tempat yang dituju, Bian menurunkan Ara dari Pundaknya.


“ Huft Akhirnya turun juga. Sumpah Dari tadi gue udah Pengin muntah Mana Perut gue sakit banget lagi,” celoteh Ara dengan mata masih tertutup.


" Ya ampun ! Lo Pagi-pagi udah cerewet banget Pengin gue Pites kepala miring lo,” kata Bian sambil mencoba membuka ikatan kain Penutup mata Ara


“ Lo nye .... ANJIR! BIAN!!! TEMPATNYA BAGUS BANGETTTTT! LO YANG NEMUIN TEMPAT INI,” Intonasi bicara Ara yang tadi terdengar kesal langsung berubah riang ketika kain Penutup matanya dibuka.


" Bukan gue yang nemukan Tempat Tapi Gue itu di suruh seorang," jawab Bian sambil menepuk Pundak Ara lembut.


" Maksud lo,” sontak Ara menatap Bian dengan tatapan Penuh tanda tanya.


" Lihat aja Nanti ” kata Bian sebelum beranjak meninggalkan Ara di rooftop yang jarang dikunjungi siswa SMA Pelita


" Biaaannn !!! Jangan tinggalin gue sendiri di sini. Gue takut,”


" Apa yang mesti lo takutin,”


Suara yang berasal dari belakang Ara itu sukses membuat bulu kuduknya berdiri.


“ Ampun Jangan bunuh gue. Gue belum mau mati Gue belum lulus SMA, gue belum kuliah, gue belum kerja, dan yang jelas gue belum kawin Jangan bunuh gue," racau Ara sambil menutup matanya rapat-rapat


" Lo itu Tega banget sih Buka mata lo sekarang "


Ara menggeleng cepat. “ Gue Nggak mau lihat setan di Pagi hari.”


" Gue bukan setan Kali Gue ini Dylan cowok yang selalu bikin lo kesel setiap harinya," Ara menghela nafas lega setidaknya itu adalah Dylan bukan setan yang sedari tadi ia Pikirkan


Setelah matanya terbuka Ara langsung menoleh ke belakang dan Ara menemukan Dylan


" DYLAN Ternyata Elo "


" iya,” sahut Dylan sambil menyelipkan rambut Ara di balik daun telinga.


" Jangan sentuh," ketus Ara


Dylan menatap Ara lama. “ Lo kenapa sih, sama gue? Kok kayaknya anti banget,” tanya Dylan


" Nggak ada,” Jawab Ara menatap Dylan


" Jadi lo komplotan sama Bian cuma mau bikin gue enek lihat muka lo di Pagi hari yang cerah ini,”


" Gue yang maksa Bian lebih tepatnya sih," kekeh Dylan


Ara menatapnya dengan sorot Penuh kebencian lalu mengentakkan kakinya untuk beranjak dari tempat itu. Dylan


menarik tubuh Ara mendekat kepadanya.


" Lo itu Kenapa sih Benci banget sama gue Ara gue salah apa sama Lo "


" Udahlah Gue ini Capek Dylan gue mau ke kelas aja


" Ara Please Jangan Tinggalin gue sendirian di sini "


" Dylan Please jangan buat gue emosi"