DYLAN

DYLAN
BAB 27 FAST



" Aku mau jujur sama kamu "


Ara mengernyit heran mendengar Pernyataan Dylan


jadi kamu jangan sekali-kali motong Pembicaraan aku. Kalau kamu masih ngeyel mau motong Pembicaraan aku, aku ceburin kamu ke danau,” ancam Dylan sambil jarinya mencolek hidung Ara gemas.


" Ayo buruan ! Kan katanya mau jujur.”


" Tentang Perjodohan kita,” ujar Dylan Pelan.


" Aha "


" Jangan memotong Pembicaraan "


Ara memutar bola matanya malas dengan kepala yang mengangguk Patuh.


" Sebenarnya orangtua kita Nggak sahabatan. Sebenarnya aku yang maksa orangtua aku buat bantu Perusahaan ayah kamu yang hampir mengalami kebangkrutan tapi dengan syarat kita berdua dijodohkan.” Dylan menjeda kata-katanya dengan menghirup napas dalam-dalam sebelum ia embuskan dengan kasar.


Ara terdiam, kepalanya berusaha ?


kamu marah Pas tahu mama sama Papa aku adalah orangtua Kak Vanno, orang yang menyebabkan kakak kamu meninggal. Tapi karena desakan Perusahaan yang hampir bangkrut mau nggak mau ayah kamu Pun terima bantuan orangtua aku. Maafin aku,” Dylan mengacak rambutnya frustrasi.


" Terus kamu berharap aku bakalan bilang Kamu tega Jadi selama ini kamu itu bohongin aku ? Jadi selama ini cinta kamu ke aku itu Pura-pura Gitu " tanya Ara sinis.


" Biasa aja " sambar


" Marah, ngamuk, emosi, Pukul aku atau bahkan Putusin aku gitu " jawab Dylan sambil mengusap tengkuknya.


" Sinetron banget "


" Dasar gemesin "


" Sakit " jerit Ara sambil tangan kanannya menjitak dahi Dhirga.


" Aduh "


" Makanya jangan usil,”


" lya, ampun deh "


" Eh, ngomong-ngomong Kak Vanno ke mana ya? Kok aku Nggak Pernah lihat dia lagi " tanya Ara


" Kamu nanyain Kak Vanno "


" iya aku nanyain Kak Vanno. Kamu Nggak lagi tuli kan "


" Nggak kok. Cuma Nggak Percaya aja, kamu nanyain Kak Vanno,” Dylan terkekeh di akhir kalimatnya.


Ara membasahi bibir bawahnya cepat sebelum membalas kata kata Dylan


" Yang lalu, biarlah berlalu " Dylan menggenggam erat jemari Ara


" Dia ke London untuk ngurusin kantor cabang. Nggak tahu kapan Pulangnya. Kali aja dia kepincut cewek bule lagian di umur yang hampir mencapai kepala tiga, dia harusnya udah nikah.”


" Mungkin dia Pengin sukses dulu baru nikah,” timpal Ara


" Dia udah cukup mapan kok. Yang mau sama dia juga banyak, tapi dianya aja yang Nggak mau,” ujar Dylan


" Nggak deh makasih.”


" Kok, gitu, sih "


" Aku Nggak mau jadi Perjaka tua kayak Kak Vanno. Aku maunya cepat-cepat Punya momongan sama kamu,” goda Dylan sambil menyungging senyum nakalnya.


" Dasar genit mesum " gerutu Ara sembari menoyor kepala Dylan geram.


Sementara Dylan hanya tertawa melihat tingkah lucu Ara


" Genit gini juga disayang sama kamu. iya kan " Dylan mengedipkan mata kirinya Pada Ara


" Yaks ! Pengin banget disayang sama aku " Ara mengangkat kedua alisnya secara bersamaan.


" Iya. Pengin banget, banget, banget, banget malah,” balas Dylan sambil tangannya sibuk memainkan rambut Elvira yang tergerai bebas.


" Tapi sayangnya aku Nggak Pengin,” Ara memeletkan lidahnya di depan Dylan meledek Pemuda tampan yang sedang menatapnya lekat.


" Gitu ya ? Oke, oke fine,” Dylan bergumam Pelan. Tiba-tiba suatu ide jahil terlintas di benak Dylan. Dylan menatap Ara lama membuat gadis itu merasa risih diperhatikan segitu lama.


" Apa lihat lihat ? Kamu kira aku Pisang " tanya Ara sengit.


" iya kamu Pisang Cantik aku monyet ganteng. Cocok kan kita berdua,"


Dylan menyungging senyum mesum membuat bulu kuduk Ara berdiri secara refleks.


" Alarm gawat darurat udah berbunyi Pasti kamu lagi ngerencanain sesuatu kan ? lya kan,"terka Ara


" Nggak kok aku Nggak ngerencanain apa-apa Sumpah deh,” kata Dylan dengan wajah tanpa dosa sambil tangannya terjulur di sisi Pinggang Ara. Tanpa Ara sadari tiba-tiba jemari Dylan bergerak menggelitiki pinggang Ara


" Dylannn Geliii ... ahhahahah tahu," Ara berteriak sambil berusaha memberontak gelitikan Dylan


Line


Ponsel Dylan berbunyi nyaring, menandakan ada notifikasi baru.


" Bentar-bentar, " Dylan segera merogoh saku celananya, mengeluarkan Ponsel miliknya.


Dahi Dylan berkerut membaca Pesan yang ia terima.


...zamora...


...Hi sweety Miss you so bad...


" Siapa " tanya Ara memecah keheningan.


" Eh ini si Zamora,” Dylan langsung menyerahkan Ponselnya kepada Ara


Menyambut Ponsel uluran Dylan ide jenius terbesit di benak Ara Membuat gadis itu mengulas senyum jahatnya.


" Aku balas nih ya " tanya Ara meminta kepastian.


Dylan hanya mengangguk tanpa suara.


...••••...