DYLAN

DYLAN
BAB 21 KEPERCAYAAN



Di lantai dua


Jingga membuka Pintu kamarnya dan speechless Jingga tidak bisa berkata apa-apa lagi dengan apa yang ia lihat kini di depan matanya


kamarnya telah di sulap dengan sangat romantis. penuh dengan balon gas di setiap talinya di tempel foto Cahaya dan Al


dan ada juga foto besar di langit-langit kamar Cahaya dengan foto mesra mereka berdua


Regan menghampiri Jingga


Jingga Tak Percaya Regan bisa seromantis Jingga saking Romantis nya Regan Jingga sampai meneteskan air mata ini bukan air mata kesedihan tapi air mata kebahagiaan


Regan mengambil sebuket bunga mawar merah dan kue tart


" happy birthday. happy birthday happy birthday to you Jingga,"


" Happy 2nd month anniversary and I want to say thank you to you all this time because you have given a new color to your life I'm sorry because I often make you sad so long as you know and make you happy seventeenth birthday hopefully your dreams are all achieved yes i love you,"


Jingga langsung memeluk Regan begitu erat dengan Penuh kasih sayang


" Udah dong Nangis nya " sahut Regan mengusap air mata Cahaya


" YaUdah sekarang kamu tiup lilin nya dan jangan lupa mekuis dulu ya "


" iya "


Jingga pun meniup lilin nya dan mekuis di dalam hati harapan nya di hari ulang tahun ini


" Semoga aku sama Regan bisa terus bersama Amin...."


" Sekali lagi makasih iya Kak "


tak ada kemungkinan bagi Ara maupun Pengendara motor itu menghindar lebih jauh lagi. Si Pengendara motor berusaha mencoba untuk menghindar sebisa mungkin tapi tetap saja motor tersebut akhirnya mengenai lengan Ara dan membuatnya terjatuh


" duduk di trotoar Dahi Ara berkerut heran dan alisnya menyatu seakan menyiratkan kebingungan yang sedang ia alami


" iya .


Ara menarik napasnya dalam dalam lalu ia mengepalkan tangannya berusaha berdiri


" Lo lancang banget " Ara


memberikan Penekanan di kalimat terakhir yang ia ucapkan.


" Gue Cowok Ara Jelas gue lebih tahu gimana sikap seorang cowok, "


" Ara " Yezkiel dengan mudah bisa menyusul langkah kaki Ara yang kecil itu.


Ara nada Paling memelas yang ia miliki.


" Okay " balas Ara sambil menepis kedua tangan Yezkiel yang bertengger di kedua Pundaknya.


Mendengar jawaban Ara, Yezkiel tersenyum sumringah


...•••••...


Saat sedang menemani Vanno check Up. tiba-tiba saja Ponsel Dylan berbunyi. Dengan cepat, Dylan mengeluarkan benda Pipih yang bewarna hitam dari kantong celananya.


...Zamora...


...Dylan udahan ya sama si Ara...


...Dylan...


...Nggak gosip dari mana...


...Zamora...


...Nggak gosip Tadi gue lihat Ara lagi mesra-mesraan sama si anak baru di jalanan...


...Dylan...


...Hoax...


...Zamora...


...Gue Punya buktinya kok besok lo bisa lihat sendiri...


Dylan memijit Pangkal hidungnya sambil menggeleng Pelan. Lamunan Dylan buyar ketika ia merasa ada tangan yang mengguncang tubuhnya. Mata Dylan mengerjap lambat, kemudian Dylan menoleh ke sampingnya.


" Di Panggil dari tadi malah ngelamun. Gue udah kelar, ayo Pulang,” kata Vanno sambil meninju lengan Dylan Pelan.


" Oh sorry " Dylan mengacak rambutnya sehingga mem Perlihatkan kesan bad boy yang memang sudah tersemat di jiwa Dylan


...••••...


“ Makasih udah anterin gue Pulang Lo langsung Pulang aja,” ujar Ara setelah turun dari motor Yezkiel.


" Aduh lo Nggak ada basa-basinya buat ngajak gue masuk gitu ? Main usir aja,” balas Yezkiel sambil melepas helm full face nya.