DYLAN

DYLAN
BAB 24 MAPS



Mata Ara terpejam ketika lagu “Maps” yang dibawakan oleh Maroon 5 bersenandung melalui headset yang ia kenakan. Rasa sesak kembali bertandang mendengar bait demi bait yang sepertinya menohok ulu hatinya.


Foto yang Dylan kirim masih melekat di ingatan Ara, membuat gadis yang biasanya santai ini uring-uringan bahkan tak ingin memakan apa pun.


" Ara lo kenapa " tanya Yezkiel yang baru saja selesai mencatat tugas dari guru matematika, Bu Perraya. Ara yang merasa diajak berbicara langsung menatap Yezkiel lama sebelum menggeleng lemah.


" Plis deh, tadi Pagi lo semangat banget nyariin gue, kenapa sekarang lemes gini ? Lo sakit ? Gue antar ke UKS, ya ” celoteh Yezkiel sambil melepas headset dari kuping Ara


" Gue baik-baik aja El " gumam Ara Pelan sambil melipat kedua tangannya di atas meja dan merebahkan kepalanya di atas kedua tangannya.


" Nggak lo nggak lagi baik-baik aja. Gue tahu itu,” ujar Yezkiel sambil bangkit dari duduknya.


" EL mau ke mana " tanya Desandra ketika Yezkiel berjalan melewati bangkunya.


" Ada urusan bentar. Ntar SMS gue kalau Bu matematika balik ke kelas,” Pesan Yezkiel dan kemudian langsung melenggang ke luar kelas.


Desandra dan Karina langsung memutar ke bangku Ara. “Lo kenapa Ara ? Nggak enak badan ya ? UKS yuk, gue temanin,” ajak Desandra yang sudah bangun dari Posisi duduknya.


" Gue baik-baik aja kok,” ujar Ara dengan nada bicara yang lebih dominan ke bisikan sambil memijit Pangkal hidungnya.


" Ke UKS aja Nggak usah bandel,” desak Karina sambil berdecak kesal.


" lya, iya, bawel,” gerutu Ara sambil bangkit dari duduknya.


" Gue temanin ya " tawar Mutiara yang duduk di seberang. Dengan cepat Ara menggeleng.


" Gue Nggak sakit. Nggak usah lebay deh,” ujar Ara sambil berjalan ke luar kelas.


" Tapi .... "


" Shhtt.... Biarin aja, dia butuh waktu sendiri,” cegah Karina. Mutiara dan Desandra Pun mengangguk Paham.


Saat berjalan melewati lapangan basket, mata Ara tertarik Pada kerumunan siswa yang melingkar di tengah lapangan. Rasa Penasaran level akut Ara Pun kembali kambuh membuat Ara yang tadinya akan menuju ke UKS langsung menyimpang ke tengah lapangan.


Ara menepuk Pundak Sarah teman kelas Dylan yang kebetulan berada di kerumunan siswa itu.


" Eh, Ara. Kenapa ” tanya Sarah ramah.


" ini ada apaan, sih ? Kok, ramai ”


" Gue kurang tahu gue Nggak bisa lihat jelas, tapi gue sempat dengar dari anak-anak yang di depan mereka bilang kalau si Dylan lagi berkelahi,” terang Sarah santai.


Mata Ara melebar. “ Dylan ? Sama siapa ”


Sarah bergidik tanda tak tahu.


Ara menggigit bibir bawahnya, menahan kegugupan yang menyerang.


" Lo Nggak Pengin ngelerai mereka gitu, Ara,” tanya Sarah mematikan lamunan Ara


Tanpa menjawab Pertanyaan Sarah Ara langsung membelah kerumunan untuk melihat apa yang sedang menjadi Perhatian siswa Cakrawala.


Bugh


Mata Ara melebar ketika melihat TEMAN SEBANGKUNYA melayangkan tinju di Perut Dylan


" Lo bego, ya Kenapa lo sakitin hati orang yang benar-benar sayang sama lo? Ara itu sayang sama lo kenapa lo kecewain dia, ” geram Yezkiel sambil melayangkan tinju Pada sudut bibir Dylan sehingga membuat sudut bibir Dylan robek dan mengeluarkan darah segar Merasa tak Puas dengan Pukulannya, Yezkiel kembali melayang kepalan tangannya Pada Dylan


" Maksud lo apaan sih ? Kenapa lo tiba-tiba nyeret gue ke tengah lapangan terus bawa bawa nama cewek gue, hah,” sergah Dylan sambil menangkis Pukulan Yezkiel.


Tangan Yezkiel langsung mencengkeram erat kerah seragam Dylan. Namun Dylan tak membalas semua Perlakuan Yezkiel, karena menurut Dylan melawan saat dia berada di Posisi korban akan membuat dia langsung berada di Posisi tersangka.


Saat Yezkiel akan kembali melayangkan tinjunya kepada Dylan Ara langsung berlari ke arah Yezkiel dan Dylan


" YEZKIEL STOP " teriak Ara sambil mencoba mendorong Dylan menjauh sehingga Ara lah yang berada di Posisi Dylan


Bugh


Tinjuan Yezkiel mendarat di Pipi kiri Ara, membuat gadis mungil itu terhuyung dan ambruk di atas kerasnya semen lapangan yang sedang terik-teriknya.


" Aaarrghhh ” Pekikan histeris Para siswa menggema ketika melihat Ara yang menjadi sasaran kepalan tangan Yezkiel.


Yezkiel kaget ketika mengetahui bahwa Ara menjadi korban emosinya yang tak terkontrol Tangan Yezkiel melemas, tak menyangka tangannya akan menghantam seorang gadis yang akhir akhir ini sering ia jahili.


" Sialan lo " umpat Dylan seraya menggendong Ara yang sudah tergeletak tak berdaya.


" Urusan kita belum kelar " ujar Dylan dengan kilat amarah di matanya sesaat sebelum berlari dengan Ara di gendongannya.


...•••••...


" Tenang aja Ara baik-baik aja kok Dia cuma shocked dan luka dikit Sekarang giliran kamu yang diperiksa,” kata-kata Mbak Sinta Perawat UKS sambil menepuk Pundak Dylan lembut.


" Nggak usah Mbak Sinta. Saya Nggak kenapa-kenapa,” elak Dylan cepat.


" Luka kalau kena debu bisa infeksi lho,” seloroh Perawat UKS yang masih berusia 22 tahun itu sambil menaikturunkan alisnya di depan Dylan


" Yang menjadi Permasalahannya adalah saya tidak mengalami luka sedikit Pun, Mbak Sinta,” ketus Dylan


" Tapi .....”


" Enngghh "


Kata-kata Sinta terpotong dengan suara erangan yang Dylan yakini adalah suara Ara. Dylan Pun langsung bangkit dan menghampiri Ara


" Ara " gumam Dylan ketika matanya menangkap sosok Ara yang sedang berusaha mengubah Posisi dari tiduran ke Posisi duduk sambil memijit Pelipisnya.


" Kamu ngerasa Pusing ” tanya Dylan lembut.


Ara yang ditanya hanya mengerling tajam tanpa niatan untuk menjawab Pertanyaan Dylan,


" Kamu kenapa " tanya Dylan sambil mengelus kepala Ara namun langsung ditepis oleh Ara. Tanpa menghiraukan tatapan Dylan yang tak lepas darinya, Ara pun turun dari kasur UKS yang bersprei Putih bersih.


" Hey jawab aku.”


" Jangan ganggu gue lagi " tekan Ara sambil mencoba untuk melepaskan tangan dari Dylan


" Aku Nggak akan lepasin kamu sebelum kamu jelasin, kamu itu Kenapa ? Aku Punya salah apa sama Kamu," Dylan menarik Ara mendekat Padanya.


" Nggak usah Pura-pura Nggak tahu deh ” bentak Ara dengan nada bicara bergetar.


Dahi Dylan berkerut mendengar kata-kata yang keluar dari bibir Ara Entah kenapa hari ini Dylan merasa banyak sekali teka teki yang ia terima, dari Yezkiel maupun dari Ara


" Maksud kamu apaan sih Jelasin bisa, kan ”


" Kamu tahu sendiri, kok. Kan, itu kamu yang kirim,” ujar Ara sinis sambil menginjak kaki Dylan dengan keras sehingga membuat tangannya Dylan langsung terlepas dan beralih ke kakinya yang menjadi sasaran injakan ganas Ara


“Argh ” Dylan mengerang kesakitan sembari membungkuk untuk mengusap kakinya. Ara Pun mengambil kesempatan itu untuk beranjak dari UKS.


" Ara "


Ara tak menghentikan langkah kakinya walaupun ia mendengar suara Dylan menggema sampai ke depan Pintu UKS. Saat hendak berbelok melewati lorong kelas tiba-tiba Ara merasa ada yang menarik tangannya ke arah lorong ruang seni.


" hmmphh ” Ara tak mampu berteriak lantang karena bekapan di mulutnya.


" Shhhtt .... ini gue Yezkiel,” bisik Pemuda jangkung dengan model rambut under cut tersebut setelah merasa aman berada di lorong ruang seni.


" Hmmpp " Ara memberontak sambil mendorong tangan Yezkiel menjauh dari bibirnya. Dada Ara naik turun dengan cepat, menandakan ketakutannya akan kejadian tadi.


" Maafin gue Ara, " ujar Yezkiel sambil menggapai kedua tangan Ara


" Harusnya lo nggak ngelakuin hal bodoh itu, El Gara-gara lo, Dylan sampai babak belur gitu," bentak Ara tak terima.


" Tapi ....”


" ini udah melenceng dari rencana awal kita, EI,” tukas Ara


" Ara ...”


" Stop, Yezkiel. Rencana kita Nggak gini. Gue harap lo ingat semua rencana kita. Jangan gegabah Jangan sampai lo masuk BP cuma gara-gara emosi bodoh lo,” Ara melepaskan tangannya yang berada di genggaman Yezkiel dengan satu kali sentakan.


" Gue Nggak tega lihat lo gini terus uring-uringan terus. ini bukan Ara yang sebenarnya,” Yezkiel berucap sayu.


Ara menahan napasnya selama beberapa detik sebelum ia embuskan dengan kasar.


" Cukup jalanin rencana yang udah kita buat. Jangan Peduliin gue. Gue nggak butuh.”


" Gue Nggak bisa untuk Nggak Peduli sama lo, lo bukan Patung. Lo terlalu indah buat diacuhkan,” ucap Yezkiel tenang. Ara memutar bola matanya malas ketika mendengar ucapan Yezkiel yang ia anggap receh


" Bullshit " decak Ara sinis sambil melenggang Pergi meninggalkan Yezkiel dengan ketercengangannya.


...•••••...