
" Lo cantik.”
“ Udah tahu.”
“Lo gemesin.”
“ Emang.”
“ Lo imut.”
“ Gue tahu, tapi sori aja gue nggak Punya uang receh.”
“ Berarti gue Pengamen ganteng.”
“ Bukan, lo topeng monyet.”
“ lya. Gue monyet ganteng.”
“ Apaan, sih,” Ara menatap Dylan dengan Pandangan bingung.
“ lya soalnya topeng monyetnya suka dikerubungin cewek-cewek,” goda Dylan
Ara hanya diam tak berniat membuka suara.
mengerling jam tangan di Pergelangan kirinya, “ Gue balik yah, gue harus jemput Kak Van....
" Gue balik yah se ketemu Besok Sayang,” ujar Dylan sambil mengacak rambut Ara yang dibiarkan tergerai bebas lalu beranjak menuju ke Pintu utama rumahAra meninggalkan Ara yang masih mematung di atas sofa. Entah kenapa kata sayang yang terlontar dari Dylan terdengar sangat mengerikan bagi Ara Tak Pernah Ara bayangkan Punya Pasangan seberandalan Dylan. Selama ini ciri-ciri Pria idamannya adalah Pria yang baik, sopan, romantis, nggak merokok rajin menabung, dan lain sebagainya.
.......
Ponsel Ara bergetar menandakan ada Pesan masuk. Dengan segera Ara meraih Ponsel yang tergeletak tak berdaya di atas nakas. Menatap layar Ponsel, kening Ara berkerut.
“ Nomor iseng dari mana coba?” gerutu Ara tanpa ber keinginan untuk membalas Pesan singkat tersebut. Ponsel itu Pun kembali tergeletak di atas nakas. Ara langsung mengambil tempat di atas kasur sambil mengeringkan rambutnya yang masih basah dengan menggunakan handuk kecil berwarna Pink.Ponsel Ara bergetar lagi.
...*O818O94TI11**Kok Nggak dibales sih? Jangan bilang lo nggak fahu kalau ini nomor gue. Cowok Paling cakep sedunia DylaAra memutar bola matanya malas*"...
ini bocah Tengil dapat nomer gue dari mana,” Tanpa menunggu lama, jari jemari lentik Ara Pun mulai menari nari di atas layar Ponselnya menyusun huruf Perhuruf menjadi kata-kata yang akhirnya menjadi kalimat.
...O818094xxx...
...Iya, lo Paling cakep sedunia hewan Dapat nomer gue darimana”...
...O818O094xxxxx...
...Thanks Dear, sweet banget, sih :* Dari teh gelas kemasan baru.”...
...O818O94xxxxx...
...Pret...”...
...0818094xxxxx...
...O818O94xxxxx...
...Lagi nyari kebahagian di dalom kesedihan”...
...O818O94xxxxx...
...Nggak nyari jarum di tumpukan tumpukan besi...
...O818O94xxxxx...
...Bacot....
...O818094xxxxx...
...Nggak nyambung elah, Yang....
...O819084xxxxx...
...Yang Penting gue gaul, nggak kayak lo norak alias berandalan....
...O819084xxxxx...
...Sok gaul banget, sih. Lo lagi suntuk, kan? Ke Taman deket rumah lo, yuk Ada yang mesti gue omongin.”...
...0819084xxxxx...
...Lewat sms aja napa Mager gua...
...0819084xxxx...
...Gue otw....
Ara lupa bahwa Dylan sangat-sangat tak bisa dibantah Akhirnya Ara Pun mengalah Dengan segera ia menyambar sweater baseball Hitam-Putih nya dan langsung berlari keluar dari kamar turun dari tangga, dan menuju ke Pintu utama.Matahari terbenam dengan sangat indah sore itu. Gradasi warna di langit terbentuk dengan sangat sempurna, Pantulan cahaya kemerahan di Permukaan danau menambah kesemarakan senja Ara duduk bertemankan gradasi langit dan danau yang terletak di tengah taman kompleks Perumahannya ituuluhan batu kecil ia lemparkan kuat-kuat ke tengah danau untuk meluapkan kekesalannya kepada DAra meringis ketika mengingat sudah tiga Puluh menit ia menunggu Dylan di tempat ia duduk saat ini Otw, otw, omong kosong,” Ara berujar dengan wajah datarnya“ AraSuara itu terdengar tidak asing di gendang telinga Ara. Sontak Ara menoleh ke arah sumber suara dan Ara Pun menemukan Dylan yang sedang berlari mendekatinya sambil membawa sesuatu di tangan kanannya" Tiga Puluh menit.” Ara berdiri lalu memukul lembut jam tangan di tangan kirinya dengan jari telunjuknya“ Sori, sori. Gue kena tilang sama Polisi tidur tadi,” ujar Dylan asalAra mendelik kesal kemudian memukul lengan Dylan dengan sekuat tenaganya. Dylan menahan tangan Ara yang memukul lengannya bertubi-tubi. Dengan ketangkasannya Dylan mengambil tangan Ara. Tatapan Dylan terlihat sangat berbeda sore ituApaan, sih,” Ara berusaha menutupi kegugupannya.Ara membasahi bibir bawahnya sekilas lalu memalingkan wajahnya ke arah lain.Lihat gue, dong,” ucap Dylan Ara Pun kembali menatap Dylan sinar mentari terbenam itu menambah tingkat kegantengan Dylan Membuat kedua Pipi Ara memeraho Nggak Pengin nanya gitu kenapa gue ngajak lo ketemuan di sini,” tanya Dylan dengan seulas senyum di bibir merahnya“ Oh, iya. Lo mau Ngapain ngajak gue ke sini,” tanya Ara cepat“ Duduk dulu," Dylan menarik tangan Ara supaya terduduk di sebelahnya.
“ Gue Punya sesuatu buat lo,” kata Dylan
“Apaan,” tanya Ara
“ Benda ini yang buat gue telat sampai sini. Gue nyari ke mana-mana Nggak ketemu, udah abis, Nggak jual. Setelah muter jauh, akhirnya gue baru ingat kalau benda ini dijual di toko aksesoris dekat rumah gue,” kata Dylan sembari menyodorkan Paper bag ukuran kecil bermotif minion dan Pisang.
“Hah," Ara tercengang dan dengan gugup menyambut uluran Paper bag.
“ Buka aja,” Perintah Dylan
Saat Ara membuka Paper bag tersebut, ia langsung menatap Dylan dengan Pandangan yang sulit diartikan.
“ ini apaan,” tanya Ara dengan wajah tegang saat Paper bag tersebut telah berhasil dia buka.