Dream Love

Dream Love
EPS. 6



" **HHAACCIIHH**!!......" teriak liana.



"liana,apa kamu sakit?" tanya farhan sambil menatapku.



" iya, soalnya kamu dari tadi bersin mulu tuh, sampai\-sampai dosen aja negur kamu mulu deh" ucap cleo sambil cemberut.



" kalo kamu gak enak badan, besok aku absenin kamu besok" ucap ghenissa dengan nada sedihnya.



" aku gak kenapa\-napa kok, jadi kalian gak usah khawatir" ucap liana sambil tersenyum.



"meskipun kau bilang bergitu, tapi kami tetap khawatir sama dirimu" ucap ghenissa.



"sebaiknya kamu besok istirahat aja, mungkin aja kamu kelelahan" usul cleo.



" betul tuh, lagi pula hampir setiap hari kamu full dengan kegiatanmu itu. Dan kamu selalu aja kerja sehabis kuliah. Dan aku serta cleo juga tau kok kalo kamu mulai tidur lebih cepat dari biasanya, bahkan sampai teriak\-teiak" ucap farhan.



"ghen, apa kamu yang ngomong masalah ini ke mereka?" bisik liana.



" maaf li, soalnya aku khawatir kalo kamu setiap tidur selalu teriak\-teriak, makanya aku bilang ke mereka karena aku mengkhawatirkanmu" bisik ghenissa.



" huh, aku tidak apa\-apa kok" ucap liana yang pandangannya mulai memudar.



" li, kamu gak papa kan!?" panik cleo.



"iya, aku.... Tidak..... Ap.... Apa\-apa.... Kok!" jawab liana.


#BRUK!!


Tiba\-tiba liana terjatuh dari bangku di kantin. Ghenissa, cleo, serta farhan langsung khawatir, dan mereka segera membawa liana ke uks. Tetapi, setiba mereka di uks, pihak uks segera menelpon pihak rumah sakit terdekat. Di karenakan suhu badannya naik terus menerus secara dratis.



Di tempat ethan ia berada di perusahaan ayah dan ibunya. Mereka sedang melaksanakan miting perusahaan. Akan tetapi, perlahan pandangannya ethan mulai memudar, dan mulai gelap.


#BRUK!!


Tiba\-tiba ethan terjatuh dari kursinya, dan membuat semua orang yang berada di ruangan tersebut terkejut, termasuk ayah dan ibunya. Dan mereka segera menelpon rumah sakit terdekat.


............


" hei,kenapa aku bisa berada disini lagi?. Dan, kenapa badanku terasa sakit semua?!" ucap liana yang tampak kebingungan.



" hei, liana, apa kau yang membawaku kesini?" tanya ethan dari belakang liana. Liana terkejut, dan segera membalikkan badannya.



" kamu lagi!!?? "ucap liana sambil menunjuk ke arah ethan.




" hm.....maaf,aku lupa nama mu" ucap liana sambil menggaruk kepala bagian belakang sambil terkekeh.



" namaku *Ethan *wijayanto**, liana!" jawab ethan.



" ok ethan, aku mau nanya, kenapa kita bisa berada di sini?. Dan mengapa cuma kita berdua yang bisa berada di sini?" tanya liana.



"aku juga gak tau kenapa kita bisa berada disini. Oya ya, apa kamu tau tentang cerita *cinta di dunia mimpi yang bisa terjadi kenyataan*?" ucap ethan bertanya balik kepada liana.



"hm..... Sepertinya aku pernah dengar cerita itu" ucap liana sambil mengingat.



"di cerita itu, apabila salah satu dari pasangan takdir tersebut mulai tertidur, maka pasangannya ikut tertidur. Dan mereka bakal bertemu di dunia mimpi" jelas ethan.



" jadi, apa mungkin kisah itu terjadi pada kita?" tanya liana.



"mungkin, coba kau ingat\-ingat kenapa kita bisa bertemu, padahal ini masih jam siang bolong" ucap ethan sambil melihat jam di tangan kirinya.



"hm.... Kalo gak salah, aku pingsan" jawab liana.



" apa kamu sakit?" tanya ethan sambil memegang dahi liana untuk mencek apakah ia sakit atau tidak.



"**HEI, JANGAN SENTUH AKU**!!" Teriak liana sambil memukul tangan ethan, dan melangkah ke belakang. Dan tiba\-tiba ia jatuh.



"**LIANA, APA KAMU GAK PAPA**? Teriak ethan sambil berlari menghampiri liana.



"**KU BILANG JANGAN MENDEKAT**!!" Teriak liana yang mulai menangis karena kesakitan. Ethan pun mulai terdiam, dan ia mendekat dengan perlahan ke arah. Dan duduk di depan liana sambil mengelus kepalanya.



"li, aku tau kamu sakit, makanya aku juga ikut terseret. Pas kamu pingsan tadi" ucap ethan yang mulai menenangkan liana.



" i.... Iya" jawab liana lesu.



"aku juga tadi tiba\-tiba pingsan kok" jawab ethan.



"ma.... Maaf.... Kan..... Aku....... Ka.... Karena........ Menyeretmu..... Ke.


Sini!!" ucap liana yang masi saja menangis.


"sudahlah tidak apa\-apa. Jadi, apabila kamu mau menangis, menangis lah. Apabila kamu mau teriak, teriaklah. Aku bakal mendengarkan keluh kesahmu" ucap ethan dengan nada yang bergitu hangat. Dan tiba\-tiba liana langsung memeluk ethan, dan menangis serta teriak di dalam pelukkannya. Ethan pun menyambutnya dengan hangat.