
Sore harinya...
Ana dan Brian datang ke perusahaan tempat Ellie bekerja untuk menjemputnya, tapi Ellie belum kunjung keluar. Ana terus mencoba untuk menghubungi Ellie beberapa banyak kali, tapi Ellie tak menjawab panggilan darinya. Ana dan Brian pun menunggu Ellie selama lebih dari 30 menit.
Liam, Arnold dan Marco berjalan keluar dari dalam gedung perusahaan. Melihat mereka bertiga, Ana dan Brian lantas mendekat kearah mereka.
"Halo, maaf. Apakah masih ada karyawan yang bekerja di dalam?" Tanya Ana pada mereka.
"Apakah kalian menunggu Ellie?" Tanya Marco.
"Apa kalian mengenalnya? Diman dia sekarang? Aku sudah berusaha menghubunginya beberapa kali, tapi dia tidak menjawab panggilan dariku." Ucap Ana panik.
"Tenang saja, dia mungkin membiarkan ponselnya dalam mode diam. Kami akan segera membawanya kemari. Liam tunggulah disini bersama dengan mereka. Kami akan segera kembali." Ucap Marco.
Marco dan Arnold lantas bergegas menuju meja kerja Ellie, tapi dia tidak ada disana dan hanya ponselnya yang ada diatas mejanya. Mereka berdua lantas mulai mencari Ellie, tapi tidak bisa menemukannya.
Keduanya lalu pergi ke ruangan pengamanan untuk melihat kamera CCTV mencari keberadaan Ellie terakhir kali. Mereka akhirnya mengetahui bahwa Ellie terkunci di dalam gudang bawah tanah. Dengan cepat mereka berdua berlari menuju gudang itu.
Ellie yang terjebak sejak tadi, akhirnya mendengar suara langkah kaki yang mendekat kearah gudang. Dia pun berteriak meminta tolong.
Pintu gudang itu dikunci dari luar, Marco lantas membuka pintu itu. Ellie pun keluar dari dalam gudang. Melihat bahwa Arnold dan Marco adalah orang yang menolongnya, Ellie pun tersenyum dan berterima kasih pada mereka berdua.
Arnold hendak bicara, namun ponsel milik Ellie yang dia bawa berdering. Itu adalah panggilan dari Ana.
"Halo Ellie, kau dimana? Aku menelepon mu sejak tadi, kenapa kau tidak menjawab panggilan dariku?" Ucap Ana terdengar panik.
"Maafkan aku, ponselku aku aktifkan dalam mode diam." Balas Ellie.
"Iya, mereka ada bersamaku. Tutup saja teleponnya, aku akan segera ada disana." Ucap Ellie.
Setelah itu, keduanya menutup sambungan telepon itu. Ellie lalu menatap Arnold dan Marco. Dia lalu meminta kedua pria itu untuk merahasiakan apa yang sudah terjadi kepadanya pada Ana. Dia tidak mau Ana menjadi khawatir. Kedua pria itu pun setuju, namun mereka tampak khawatir melihat wajah Ellie yang tampak pucat.
Mereka bertiga lalu keluar dari gedung perusahaan. Melihat Ellie datang, Ana langsung mendekat kearah Ellie dan langsung menamparnya. Ellie memegang pipinya yang terasa sakit.
"Kenapa kau tidak menjawab panggilan dariku? Jika kau berani untuk melakukannya lagi, kau akan mati ditangan ku." Ucap Ana dengan memegang kerah pakaian Ellie.
Setelah mengatakan hal itu, Ana kemudian melepas kerah pakaian Ellie dan terduduk di lantai lalu mulai menangis.
Ellie lalu berlutut dihadapan Ana dan mulai memeluk Ana lalu mengusap kepala Ana.
"Tidak ada apapun yang terjadi. Aku baik-baik saja." Ucap Ellie.
Arnold mendekat kearah Brian dan berkata, "hei, ini nomorku. Jika kau butuh bantuan, kau bisa menghubungi aku. Sekarang, jagalah mereka. Kami akan pergi."
Setelah itu Arnold, Liam dan Marco pun pergi.
Setelah beberapa menit, Ana pun akhirnya berhenti menangis. Brian lalu membawa kedua sahabat itu pulang ke rumah.
Tiba di rumah, Ana tidak mengatakan apapun dan langsung pergi menuju kamarnya.
"Ada apa dengan Ana?" Tanya Mama Brian yang melihat sikap Ana yang seperti itu.
Bersambung....