
PoV Author
Setelah 10 menit, seorang dokter datang. Mama Brian menunjukkan arah menuju kamar Ellie. Dokter dan Mama Brian masuk dan mengunci pintu. Setelah beberapa menit, mereka berdua keluar. Mama Brian melihat ke arah Brian dan memintanya untuk membawa Ana ke dalam kamarnya.
"Apa yang Dokter katakan?" Tanya Ana.
"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Dokter meminta Mama untuk membawanya ke rumah sakit untuk melakukan check up. Dia akan bangun kurang dari beberapa jam. Mama akan membawanya ke rumah sakit. Brian akan tetap bersamamu." Ucap Mama Brian.
Ana menganggukkan kepalanya dengan masih menangis. Setelah itu, Brian lalu membawanya ke kamarnya.
"Aku akan pergi ke rumah sakit lebih dulu dan mengatur semuanya di sana. Bawalah dia secepatnya." Ucap dokter itu.
Mama Brian menganggukkan kepalanya. Dokter itu lalu pergi sementara Mama Brian meminta seorang pelayan untuk mengganti pakaian Ellie. Pelayan itu pun masuk ke kamar Ellie dan setelah beberapa menit pelayan itu kembali keluar.
Mama Brian meminta Vino untuk membawa Ellie. Vino pun masuk ke dalam kamar dan menggendong Ellie lalu turun ke lantai bawah kemudian menaruh tubuh Ellie ke dalam mobil.
Ellie, Vino dan Mama Brian lalu pergi ke rumah sakit.
Tiba di rumah sakit, Vino membawa Ellie masuk ke dalam sebuah ruangan. Dokter meminta mereka untuk menunggu di luar.
Setelah beberapa menit, Vino mendapat sebuah panggilan telepon.
"Tante, aku mendapat sebuah panggilan dari perusahaan dan ini sangat penting. Aku harus pergi ke sana sekarang juga." Ucap Vino kepada Mama Brian.
" Tante akan menjaganya, kau bisa pergi." Balas Mama Brian.
...----------------...
Malam harinya, Ana dan Brian pergi ke rumah sakit. Ellie masih ada di atas tempat tidur dan belum sadarkan diri. Ana mendekat ke arah Ellie dan memegang tangannya.
"Ellie ini aku Ana. Tidakkah kau mendengar suaraku?" Ucap Ana.
Ellie tiba-tiba membuka matanya perlahan dan menaruh tangannya di atas tangan Ana. Ana melihat ke arah wajah Ellie dengan matanya yang tampak terbuka. Ana pun langsung berteriak.
Mama Brian pun bicara.
"Brian, segera panggil dokter."
Brian lalu keluar untuk memanggil dokter. Sementara Ellie tampak tersenyum kepada Ana.
"Kau membuatku begitu khawatir dan kau bisa tersenyum padaku seperti itu?" Ucap Ana.
Setelah itu, dokter pun datang dan mulai memeriksa Ellie.
Dokter pun berkata, "kalian sudah bisa membawanya pulang ke rumah. Jangan membuat dia stres berlebihan dan berikan dia makanan yang sehat."
Setelah itu, Brian lalu mengurus semua dokumen untuk bisa membawa Ellie pulang ke rumah dan mereka pun bisa pulang ke rumah. Sejak hari itu, mereka pun menjaga Ellie dengan sangat baik.
...----------------...
Hari-hari pun berlalu....
Tepat di hari senin, yaitu hari ini, Ellie harus pergi untuk pekerjaannya. Di pagi hari, Ana memberikan Ellie beberapa pakaian formal. Ellie menggunakan salah satu dari pakaian itu. Mama Brian meminta Brian untuk mengantar Ellie ke perusahaan. Brian lalu membawa Ellie ke perusahaan itu.
"Salah seorang temanku bekerja di perusahaan ini. Jika kau butuh bantuan katakan saja kepadaku, aku akan langsung menghubunginya." Ucap Brian.
Ellie menganggukkan kepalanya dengan tersenyum. Dia lalu masuk ke dalam perusahaan itu. Dia mulai memperkenalkan dirinya pada seorang resepsionis. Setelah itu, dia pun mendapat ID card nya.
Seniornya membawa Ellie masuk ke arah ruangannya dan menunjukkan meja kerjanya. Dia juga mengatakan apa yang harus di kerjakan oleh Ellie. Setelah itu seniornya pun pergi.
Ellie memulai pekerjaannya dengan pergi ke gudang untuk mengambil beberapa file. Setelah mengambil file itu, dia kembali ke mejanya dan mulai bekerja.
Bersambung....