
PoV Author
Setelah Ellie tertidur Ana dan Brian pun keluar dari dalam kamar itu.
"Apa yang terjadi kepadanya?" Tanya Brian.
"Dia memimpikan sesuatu. Itulah kenapa dia menjadi seperti itu, tidak ada hal lainnya." Balas Ana.
"Tapi jika itu itu semua hanya mimpi, kenapa dia bersikap seperti itu?" Tanya Brian khawatir.
"Itu bukan mimpi biasa. Mimpinya akan menjadi kenyataan. Aku rasa dia melihat sesuatu yang sangat buruk, jadi dia tidak bisa menerimanya." Ucap Ana.
"Apa?" Tanya Brian begitu terkejut.
"Jangan katakan kepada siapapun tentang hal ini. Aku adalah temannya sejak masih kecil. Tapi dia tidak mengatakan kepadaku tentang hal ini." Ucap Ana.
"Lalu bagaimana kau mengetahuinya?" Tanya Brian penasaran.
"Kami pergi melakukan tour kampus saat kami belajar di tahun pertama kuliah. Aku dan Ellie teman sekamar. Pagi harinya aku lupa jam berapa pastinya, tapi sepertinya sama seperti saat ini. Dia terbangun dengan berteriak mengatakan tidak. Aku tanya kenapa dia berkeringat dan pucat. Setelah beberapa saat dia meminta tolong. Dia menjelaskan bahwa besok sore mobil dengan plat xxx dan bus kami akan mengalami kecelakaan. Kami semua akan meninggal dalam kecelakaan itu." Ucap Ana.
"Apa? Lalu apa yang terjadi?" Tanya Brian penasaran.
"Tunggu Brian, aku akan menceritakan semuanya. Dia mengatakan kepadaku bahwa di jalan itu akan ada sebuah taman. Jika kami pergi ke sana dan dan menunda perjalanan kami, maka kami akan selamat. pada awalnya aku tidak percaya kepadanya. Tapi aku mengikuti rencananya dan kami pun melihat taman itu dalam perjalanan dan masuk ke dalamnya dan menunda perjalanan kami selama satu jam. Saat kami mulai kembali melanjutkan perjalanan kami, aku melihat mobil dengan plat xxx itu mengalami kecelakaan. Tapi mereka semua selamat. Setelah kami kembali ke kampus aku bertanya kepada Ellie tentang mimpinya. Dia mengatakan kepadaku bahwa dia mulai mengalami mimpi itu sejak dia masih kecil. Semua mimpi-mimpinya itu menjadi kenyataan. Tapi dia memintaku untuk tidak mengatakan kepada orang lain tentang hal itu. Jadi kumohon, jangan katakan kepadanya bahwa aku memberitahukan padamu tentang mimpinya ini." Ucap Ana.
"Baiklah, aku tidak akan mengatakannya." Balas Brian.
Setelah mengucapkan selamat malam, Ana kembali ke kamarnya untuk tidur. sementara Brian berbaring di sofa ruang tamu, tapi dia tidak bisa tidur.
'Jadi Ellie mengalami mimpi buruk kemarin tentang Ana, karena hal itu lah dia memintaku untuk menyewa bodyguard untuk Ana. aku harus menyewa bodyguard untuk Ana.' ucap Brian dalam hati.
...****************...
PoV Author
Keesokan harinya...
Ellie bangun lebih awal dan menyiapkan sarapan untuk semua orang. Beberapa menit kemudian Ana dan Brian pun bangun.
"Kau bangun lebih dulu." Ucap Ana.
"Apa?" Ucap Ana terkejut.
"Kau akan tinggal dimana disana?" Tanya Brian.
"Aku tidak yakin dengan hal itu. Aku akan tinggal di kamar hotel jika aku memang perlu tinggal di sana." Ucap Ellie.
"Tidak, kau akan tinggal di rumahku. Keluargaku tinggal di kota itu juga." Ucap Brian.
"Tidak... tidak... Aku tidak mau mengganggu keluargamu." Balas Ellie.
Brian melihat ke arah Ana.
"Tidak... tidak... Aku tinggal di rumahnya. Aku merasa bosan sendirian. Jadi kumohon tinggallah bersama kami. Tolong." Ucap Ana.
Ellie tidak bisa mengatakan tidak pada apapun permintaan Ana.
"Baiklah... Baiklah... Aku akan tinggal di rumah Brian." Ucap Ellie.
Ana pun berteriak dengan penuh kesenangan. Mereka akhirnya tiba di kota X. Brian mengantar Ellie ke perusahaan di mana dia akan melakukan interview dan pergi. Ellie masuk dan bertanya kepada karyawan tentang dimana ruangan interview. Dia pun tiba di sana dan dia adalah orang yang melakukan interview dengan nomor 321. Jadi Ellie perlu menunggu sampai gilirannya tiba.
Siang harinya seseorang mengumumkan nama Ellie Louis untuk melakukan interview. Ellie pun masuk dan beberapa saat kemudian interview pun selesai. Ellie menelpon Brian dan Brian datang ke perusahaan itu lalu membawa Ellie pulang ke rumahnya.
Tiba di rumah Brian...
"Mama, Papa, dia adalah Ellie Louis saudariku, sahabat terbaik dari Ana. Dia datang kemari untuk melakukan interview. Jadi dia akan tinggal di sini bersama kami." Ucap Bryan.
"Tentu saja. Kau pasti lelah karena interview itu." Ucap Mama Brian.
Dia lalu memanggil pelayan dan mengatakan kepada pelayan itu.
"Tunjukkan kepadanya kamar tamu yang ada di lantai 2." Ucap Mama Brian.
Pelayan itu lalu membawa Ellie ke kamar tamu. Mama Brian bicara dengan begitu ramah kepada Ellie.
Ellie pun begitu mengagumi keluarga Brian dan Ellie pun mulai menyukai mereka semua.
Bersambung....