Dream Love

Dream Love
Mabuk



PoV Vino Adiwijaya


Setelah menyelesaikan proyek besar. Aku kembali ke kotaku. Ponselku berdering dan itu adalah panggilan dari Oma ku. Saat berjalan aku pun menjawab panggilan itu.


"Halo." Ucapku seraya masuk ke dalam mobil.


Oma memintaku untuk pulang ke rumah dengan secepatnya. Jadi aku meminta sopir untuk membawaku pergi ke rumah keluargaku. Saat aku tiba di rumah, Oma dan Papa duduk di sofa. Aku pun masuk dan Oma memintaku untuk duduk di dekatnya. Aku melakukan apa yang Oma perintahkan.


Papa melihat ke arah Oma dan memberikan tanda sesuatu kepada Oma. Oma pun melihat ke arahku dan mulai bicara.


"Oma sudah mengatur pertunangan mu dengan Ellie."


Aku pun mulai berpikir tentang apa yang tengah mereka lakukan. Jika aku mengatakan yang sebenarnya kepada mereka, maka mereka tidak akan menerima hal itu sekarang. Aku tidak bisa melawan Oma ku. Pikiranku mulai memikirkan banyak hal, tiba-tiba Oma pun bertanya kepadaku.


"Apa kau bahagia dengan keputusan Oma?" Tanya Oma padaku.


Aku memberikan senyuman palsu yang penuh keceriaan kepada Oma dan menganggukkan kepalaku.


"Papa sudah bicara dengan keluarga Ellie. Mereka setuju dengan pernikahan kalian. 15 hari lagi kami mengatur pertunangan kalian, setelah itu dia akan tinggal bersama kita untuk pernikahan. Kami akan mengatur tanggalnya nanti." Ucap Papa.


Dengan maksud untuk menghindari obrolan dengan mereka, aku pun bicara pada mereka.


"Aku punya pekerjaan yang belum selesai di perusahaan ku. Aku harus pergi sekarang." Ucapku berdiri dari sana dan kemudian memutuskan untuk pergi ke bar.


Aku mau memesan minuman dan mulai minum. Tiba-tiba seorang wanita mendekat ke arahku dan duduk di pangkuanku dan menaruh tangannya di bibirku dan bicara padaku.


"Sayang, apa kau sendirian? Apa kau butuh seorang teman?" Ucapnya.


Aku langsung mendorongnya ke arah lantai dan berteriak.


"Jangan berani-beraninya menyentuhku." Ucapku.


Semua orang melihatku. Salah satu temanku berlari ke arahku.


"Maaf, maaf karena gangguannya. Kau bisa melanjutkan pekerjaanmu. Aku akan membawamu pulang ke rumah mu." Ucap temanku.


"Tidak...."


"Baiklah.... baiklah... Tenanglah aku akan membawa mu ke rumah Brian." Ucap temanku dan menaruh ku di kursi penumpang mobilnya.


Aku merasa pusing, lalu dia mengantarku ke rumah Brian. Setelah beberapa menit, mobil pun berhenti. Temanku itu membuka pintu mobil dan membawaku keluar, membantuku untuk bisa berdiri dengan bantuan tangannya. Aku tidak bisa berdiri karena terlalu banyak minum.


Dengan tangannya yang sebelah dia mengambil ponselnya dan menelpon Brian.


"Brian, aku ada di luar rumahmu. Vino benar-benar mabuk, dia tidak bisa berjalan dengan baik. Keluarlah dan bawa dia." Ucap temanku itu.


Kurang dari 1 menit, Brian keluar dari dalam rumahnya.


"Maaf karena sudah mengganggumu." Ucap Brian kepada temanku.


"Ini bukan sebuah masalah besar, cepat bawa dia masuk." Balas temanku itu.


Brian lalu membawaku masuk. Kami sampai di lantai 2.


"Aku tahu jalannya. Kau bisa kembali ke kamarmu." Ucapku kepada Brian.


"Apa kau yakin?" Tanya Brian.


"Iya, aku ini sudah sering mabuk." Balasku.


"Apakah aku terlihat seperti seorang pemabuk?" Tanyaku kepada Brian dan dia hanya menyeringai padaku.


Dia lalu kembali ke kamarnya. Aku perlahan berjalan dan tiba di tempat tidur dan membuka sepatuku lalu menaruh ponselku di atas meja dan terjatuh di atas tempat tidur.


Aku merasakan sebuah Teddy Bear yang sangat besar terdapat di atas tempat tidur itu. Jadi aku memeluknya. Aku merasa begitu hangat karena memeluk teddy bear itu dan menutup mataku, kemudian tertidur.


Aku mendengar sebuah teriakan yang sangat besar yang membuat aku membuka mataku. Aku melihat Ellie ada di tempat tidurku dan dia berteriak.


Bersambung....