Dream Love

Dream Love
Sakit Lagi



PoV Vino Adiwijaya


Aku melepaskan lehernya dan berteriak padanya.


"Keluar dari dalam mobil...!"


Ellie membuka pintu dan melangkah keluar dari dalam mobil. Aku lalu pergi dari sana.


'Dia adalah seorang playboy. Bagaimana jika dia melakukan sesuatu kepada Ellie tadi?'


Aku merasa marah dan memutuskan untuk kembali ke mall membeli beberapa pakaian untuk Ellie dan memberikan kartuku. Aku kembali mendapat panggilan dari Ana dan dengan segera aku menjawabnya.


"Vino, berikan ponselnya kepada Ellie. Aku harus bicara dengannya sekarang." Ucap Ana dengan suara yang panik.


'Oh ya Tuhan, apa yang sudah aku lakukan sekarang?'


"Mmmmm.... dia...."


Ana berkata tanpa bernapas, "jangan katakan jika sesuatu terjadi kepadanya? Aku punya perasaan yang buruk. Aku hanya perlu bicara dengannya. Sekarang berikan ponselnya kepadanya." Ucap Ana lagi.


Aku lalu bicara dengan cepat.


"Dia pergi ke ruang ganti. Aku bersamanya, jadi jangan khawatir tentangnya dan nikmati saja film kalian." Ucapku berusaha meyakinkan Ana.


"Baiklah, jaga dia." Balas Ana lagi lalu memutuskan panggilan telepon.


'Kenapa Ana begitu khawatir kepada Ellie?' tanyaku dalam hati.


Penjaga toko lalu memberikan kembali kartuku dan beberapa paper bag berisi gaun untuk Ellie. Aku kembali mengendarai mobilku ke tempat di mana aku meninggalkan Ellie. Sekarang hujan turun begitu deras dan dia sudah tidak ada di sana.


'Apalagi yang sudah aku lakukan kepadanya? Aku benar-benar bodoh.' ucapku dalam hati.


Aku lalu mengendarai mobilku perlahan. Lalu aku menyadari bahwa ada seorang wanita yang tampak berbaring di jalanan. Aku keluar dari dalam mobil dan melihat dia ternyata adalah Ellie dan dia tidak sadarkan diri. Aku langsung menggendongnya dan memasukkannya ke dalam mobil. Dia benar-benar demam dan aku tentu tidak bisa membawanya ke rumah Brian dalam kondisi seperti ini.


Villa ku hanya berjarak 3 km dari sini, jadi aku menelpon Reno untuk bergegas menuju villa ku itu dan aku akan membawa Ellie ke sana. Tiba disana, aku langsung menaruh tubuh Ellie di atas tempat tidur. Bibi Rina berada di dalam villa dan aku memberikan pakaian baru yang aku belikan untuk Ellie kepada Bibi Rina dan memintanya mengganti pakaian Ellie.


Bibi Rina masuk ke dalam kamar. Lalu setelah beberapa saat, Bibi Ana kembali keluar.


"Vino bisakah kau...."


Ucapan Bibi Rina terhenti saat tiba-tiba suara pintu terdengar diketuk. Itu pasti Reno, aku dengan cepat membuka pintu. Reno masuk dan aku langsung membawanya masuk ke dalam kamar dan mengatakan semua yang terjadi. Reno pun mulai memeriksanya.


"Dia mengalami stres seperti biasanya. Itulah kenapa dia tidak sadarkan diri. Aku sudah memberikan obat untuk menurunkan demamnya. Dia akan baik-baik saja kurang dari beberapa jam. Aku bisa pergi sekarang." Ucap Reno.


"Bisakah kau mengantar Bibi Rina ke rumahnya?" Pintaku kepada Reno.


"Tentu saja." Balas Reno.


Bibi Rina mengatakan kepadaku untuk menjaga Ellie dan setelah itu dia pun pergi bersama Reno. Aku lalu melihat ke arah Ellie tajam.


"Kenapa semua orang begitu peduli kepadamu?" Ucapku seorang diri.


Setelah beberapa menit, hujan berhenti. Ponselku bergetar, aku mendapat pesan dari Brian.


(Film yang kami tonton sudah selesai. Di mana kau sekarang? Kami harus pulang ke rumah sekarang. Jika kami hanya berdua pulang ke rumah, Mama akan bertanya kepadaku. Aku tidak bisa menjawab apapun nanti kepada Mama. Di mana kau?) Tanya Reno.


Aku pun lantas membalas pesannya.


(Tetaplah di sana. Aku akan ada di sana kurang dari 15 menit.) Balas Brian.


Aku langsung menggendong Ellie ke dalam mobil dan mengendarai mobilku ke mall itu. Aku tiba di sana dan menelpon Brian.


"Aku di luar. Ayo pergi." Ucapku.


Ana dan Brian pun keluar dari dalam mobil. Kami tiba di rumah Brian dan aku menyentuh kening Ellie dan merasakan bahwa demamnya sudah turun sekarang . Aku lalu menggendongnya.


"Apa yang terjadi kepadanya? Kenapa dia?" Tanya Ana dengan panik.


"Dia bermain-main di hujan dan mengalami demam. Dia hanya tidur. Sekarang jangan khawatir." Balas ku.


Kami lalu masuk ke dalam rumah. Mama Brian mulai bertanya. Aku memberikan sinyal kepada Brian untuk menjawab semuanya, sementara aku membawa Ellie ke kamarnya dan menaruhnya di atas tempat tidur lalu turun ke lantai bawah.


"Terima kasih atas bantuan mu." Ucap Mama Brian kepadaku.


Ini adalah pertama kalinya dia berterima kasih kepadaku. Setelah itu, kami lalu makan siang.


Sore harinya kami duduk di ruang belajar dan semua orang tengah membaca buku berdasarkan apa yang mereka sukai. Sebuah ponsel berdering dan itu adalah ponsel milik Ellie. Ana langsung mengangkat panggilan dari ponsel itu.


"Iya ini Ellie...." Ucap Ana.


Dia lalu tidak bicara beberapa detik kemudian mengatakan, "baiklah terima kasih.


Dia lalu menutup sambungan telepon itu lalu berteriak keras.


"Ellie diterima bekerja. Mereka memintanya untuk bergabung pada hari senin besok. Aku sangat bahagia untuknya. Sekarang aku akan mengatakan hal ini kepadanya."


Setelah mengatakan hal itu Ana pun berlari ke kamar Ellie.


Beberapa menit kemudian, Ana berlari kembali ke arah kami dan bicara dengan suara yang panik.


"Brian telepon dokter dengan cepat."


Mama Brian pun meminta Rossa untuk tenang lebih dulu.


"Mama.... dia berdarah dan tidak sadarkan diri. Aku mencoba untuk membangunkannya, tapi dia tidak merespon apapun kepadaku."


Setelah mengatakan hal itu, Ana pun mulai menangis. Mama Brian meminta Brian untuk menelpon dokter keluarga mereka. Brian pun langsung membuat panggilan telepon. Semua orang lalu pergi ke kamar Ellie.


Tubuh bagian bawah Ellie tampak berdarah. Tidak ada pergerakan dari Ellie dan hanya perutnya yang tampak naik turun karena bernapas. Ana terus saja menangis dan Mama Brian mencoba menenangkannya.


Mama Brian melihat ke arahku dan mengatakan, "ayo kita menunggu di luar untuk dokter itu datang."


Aku pun menganggukkan kepalaku. Kami bertiga lalu meninggalkan kamar Ellie. Ana masih saja menangis.


"Apa kau percaya kepadaku?" Tanya Mama Brian.


Ana menganggukkan kepalanya.


"Dia akan baik-baik saja. Dokter akan ada di sini secepatnya." Ucap Mama Brian dengan mengusap kepala Ana.


Brian mendekat ke arah kami dan mengatakan, "dokter akan ada di sini kurang dari 10 menit lagi." Ucap Brian.


Bersambung....