Dream Love

Dream Love
EPS. 1



Dihari yang cerah, dibawah pohon yang rindang. Ada 2 anak kecil sedang saling memandang satu sama lain.


"liana...... Se.... Sebenarnya....... A.... Aku.


. Mau minta..... Maaf!!" ucap seorang anak laki-laki itu.


"memangnya apa kesalahanmu jadi minta maaf ke diriku, ethan??" tanya seorang anak perempuan yang di panggil liana tersebut.



"sebenarnya.... Ayahku dipindahkan oleh bos di perusahannya untuk pindah ke london!"ucap anak laki\-laki dipanggil ethan tersebut.



**APA**!!!" kaget liana.



"aku mohon... Tolong maafkan aku..... Dan aku janji bakal menemuimu suatu hari nanti, dan kita masih bersahabat kan??" ucap ethan.



"hutf..... Baiklah...... Ini juga bukan keinginanmu untuk pindah..... Jadi kau harus menepati janji mu itu" ucap liana sambil menghembuskan nafasnya dengan berat, karena harus merelakan ethan untuk pergi.



"aku janji..... Jadi kau gak usah sedih. Dan ini sebagai jaminan janjiku, serta supaya aku tau kalo itu dirimu, liana" ucap ethan sambil memasang kalung ke leher liana yang berbentuk huruf **E**.



"tapi kan... Ini adalah kalung pemberian ibumu.... Kenapa kau memberikannya ke diriku??" tanya liana dengan heran.



"hahaha....... Sebenarnya ibuku ingin mempunyai anak lagi... Tapi gara\-gara impian beliau belum tercapai, dan takdir berkata lain. Dan ibuku sudah menyiapkan 2 kalung untuk aku serta adik baruku. Tetapi beliau meninggal sebelum melahirkan" ucap ethan sambil terkekeh.



"maaf..... Aku masih belum tau tentang masalah keluargamu. Dan aku minta maaf karena membuatmu mengingatnya" ucap liana.



"sudahlah.... Lagi pula aku akan memakai kalung satunya supaya kau mengingatku" ucap ethan sambil tersenyum kecil.




"terima kasih liana!!.... Terima kasih banyak!!!!!" ucap ethan yang langsung memeluk liana sambil menangis. Dan liana tak bisa menahan air matanya, akhirnya ia pun ikut menangis. Dan tak lama kemudian hari yang awalnya cerah berubah menjadi mendung, dan akhirnya hujan pun turun membasahi mereka berdua serta sekitarnya. Dunia pun ikut bersedih.



Ke esokan harinya, barang yang diperlukan telah selesai dindahkan ke dalam tas berserta komper dan barang\-barang yang diperlukan. Sedangkan ethan, ia berdiri di depan pagar rumahnya dengan gelisah.



"ethan. Kau sedang apa?" tanya ayahnya sambil mengelus kepala anaknya.



"aku sedang menunggu temanku, ayah" jawabnya.



"baiklah, kita akan menunggunya sebentar lagi. Kau tunggu disini, ayah mau melihat ulang kalo ada barang yang tertinggal" ucap beliau sambil melangkah ke dalam rumah. 15 menit kemudian, ayah keluar dan memasang tanda bahwa rumah ini bakal dijual. Beliau menghampiriku yang masih menunggu temanku.



"apa temanmu itu belum datang?" tanya beliau.



"belum yah!!" jawabku dengan lesu.



"maaf ya ethan. Kita gak bisa lebih lama lagi untuk menunggunya. Soalnya jadwal keberangkatan persawatnya sebentar lagi. Dan kalo kita menunggu, kita bakal ketinggalan pesawat" jelas beliau.



"baiklah ayah!!" jawab ethan yang mulai tambah lesu. Ia pun menaiki mobil dengan wajah yang sangat kecewa. Dan berpikir apakah liana tidak mau melihat dirinya untuk terakhir kalinya?. Tak lama kemudian ia mendengar seseorang memanggil namanya.



"**ETHAN!!!! DASAR KAU LAKI\-LAKI SIALAN!!! JANGAN PERNAH KEMBALI**!!" teriak liana sambil berlari dengan menangis. Akhirnya langkahnya terhenti karena terjatuh.



"**PASTI**!!" jawab ethan sambil mengeluarkan kepala dari jendela mobil sambil tersenyum. Ia pun kembali duduk dengan benar sambil menghapus air matanya.