Dream Love

Dream Love
EPS. 4



"ghen...... Aku tidur dulu ya!!?" ucap liana melihat jam di hp nya dan meletakkannya di atas meja.



"awas kau gk bisa bangun. Padahal kau itu selalu tidur cepat. sekarang aja baru jam 20.00. Dan ini gak seperti biasanya kau tidur secepat ini" keluh ghenissa.



"maafin aku ya ghen, soalnya aku ngantuk banget nih!" jawab liana sambil menarik selimutnya dan mulai terlelap.


............


"**H.....HEI......I.....INI DIMANA**??!!" Panik liana ketika melihat seisi ruangan itu berwarna putih. Dan tiba\-tiba ada seorang laki\-laki muncul dihadapannya. Ketika laki\-laki itu muncul ruangan yang awalnya berwarna putih berubah menjadi warna angkasa. Liana pun terheran\-heran. " *siapa laki\-laki ini? Dan mengapa ruangan ini berubah seperti di angkasa ketika laki\-laki ini datang*? " batinnya.



"liana...... Akhirnya aku bisa menepati janjiku!" ucap laki\-laki tersebut dengan bangga.



"tunggu!!.... Jangan mendekat!!..... Siapa kau, dan mengapa kau tau namaku?!" ucap liana sambil melangkah kebelakang.



"liana, apa kau lupa??!!..... Ini aku Ethan, sahabatmu waktu kecil"ucap laki\-laki tersebut sambil melangkah mendekati liana.



" **JANGAN MENDEKAT**!! "teriak liana. Laki\-laki yang bernama ethan tersebut langsung terdiam dan berhenti di tempat.



" jelasakan tentang dirimu, dan apa maksudmu kau sudah bisa menepati janjimu, dan apa kau nyakin dengan orang tersebut atau mungkin kau salah orang"sambung liana.



" tidak, aku tidak salah orang. Dan aku sangat nyakin bahwa itu adalah kau *Liana justin*" ucap ethan.




"tidak, aku bukan seorang stalker, dan mana mungkin stalker bisa bertemu di ruangan yang sangat indah ini" jawab ethan.



" jadi, kalo kau bukan stalker, apa hubunganmu dengan diriku?" tanya liana.



"tadi sudahku bilang kan bahwa kau sahabatku waktu kita kecil. Dan kita berpisah sangat lama. Asal kau tau liana, aku sangat bahagia bisa bertemu dirimu lagi, meski di dalam mimpi, tapi ku harap pertemuan kita bisa jadi kenyataan di dunia nyata"jelas ethan sambil mengeluarkan air mata.



"tunggu, apa kau nyakin aku sahabatmu waktu kecil. Dan apa buktinya!" ucap liana yang mulai heran karena kelakuan ethan yang mulai menangis.



" bukti!, kau mau bukti?" tanya ethan sambil menghapus air matanya.



"iya..... Aku mau buktinya" jawab liana dengan sedikit tegas dan penasaran.



" tapi, sebelum aku ngasih tau buktinya aku mau tanya, kau mendapatkan kalung itu dari mana?" ucap ethan sambil menunjuk kalung yang di pakai liana tersebut.



" kalung ini, aku tidak bergitu mengingatnya aku dapat dari mana, tapi dulu aku bertanya pada orang tuaku tentang kalung ini, dan mereka menjawab pertanyaanku kalo kalung ini aku dapat dari temanku yang dulu. Dan entah kenapa aku tidak bergitu mengingat kejadian itu. Entah itu kapan, dimana, siapa, kenapa, dan bagaimana ia mengasih kalung ini. Tapi aku tidak bisa mengingat kejadian tersebut. Tetapi, 4 bulan yang lalu aku bermimpi bahwa ada anak kecil yang mengasih aku kalung, dan kalung itu sama persis dengan kalung yang ku pakai saat ini. Sampai saat ini aku terus bermimpi soal itu, dan lama kelamaan mimpi itu menjadi sedikit lebih jelas " jelas liana sambil memegang kalung miliknya.



"mungkin mimpi itu adalah ingatanmu yang hilang. Dan bukti yang kau minta adalah kalung yang kau pakai. Dan anak laki\-laki yang mengasih kalung di mimpimu itu adalah aku, liana. Itu adalah kejadian nyata bukan sekadar mimpi. Dan pertemuan kita ini adalah kenyataan, meskipun di dalam mimpi" ucap ethan sambil tersenyum. Dan pelahan dirinya serta ruangan ini berubah, dan ethan mulai menghilang.


.............