Dream Love

Dream Love
Akting



Setelah 1 jam, pesta pertunangan itu pun berakhir. Bibir Ellie terasa sakit karena dia terus memberikan senyuman palsu dari awal hingga akhir pesta. Dia akhirnya bisa menyelesaikan aktingnya itu sekarang.


"Aku punya kabar buruk Ellie. Besok kuliah kita dimulai." Ucap Ana.


"Apa? Aku perlu melakukan beberapa pekerjaan yang belum Aku selesaikan di perusahaan." Balas Ellie tampak panik.


"Jangan khawatir, aku akan mengantarmu ke perusahaan setelah pesta ini." Ucap Brian.


"Baiklah." Balas Ellie merasa lega.


Tiba-tiba seseorang memeluk Ellie dari belakang.


"Ini aku. Semua orang melihat kita sekarang. Berakting lah bersamaku." Ucap Vino.


Ellie pun akhirnya berakting dengannya. Vino tersenyum menatap mata Ellie. Dengan senyuman manisnya, dia pun berkata dengan suara yang pelan pada Ellie.


"Wow akting mu hebat."


Vino lalu meletakkan tangannya di bahu Ellie dan tersenyum. Ellie tidak pernah melihat senyuman Vino sebelumnya karena dia selalu menatap Ellie dengan marah.


Vino lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Ellie dan mengatakan, "sampai jumpa."


Setelah itu, dia pun pergi.


Ellie melihat sekeliling dan menyadari bahwa semua orang tengah memperhatikan mereka. Ketika dia melihat ke arah semua orang, semua orang tersenyum dan kemudian pergi. Itu semua terasa canggung baginya.


...----------------...


Brian membawa Ellie ke perusahaan tempatnya bekerja.


"Kau boleh pergi sekarang." Ucap Ellie.


"Baiklah, telepon aku saat kau sudah selesai bekerja." Balas Brian.


Ellie mengangguk dan masuk ke dalam perusahaan. Dia kemudian bicara dengan atasannya tentang ingin melakukan pekerjaannya secara online. Setelah itu dia menelpon Liam, Marco, dan Arnold untuk datang ke perusahaan. Setelah ketiga pria itu datang, mereka pun makan siang bersama.


...----------------...


Setelah pekerjaannya selesai, Ellie menelpon Brian untuk datang menjemputnya. Dalam beberapa menit kemudian malah Vino yang datang ke sana.


Vino berkata sambil tersenyum padanya.


"Duduklah di dalam mobil sayang."


'Kenapa dia tersenyum sekarang dan memanggilku sayang?' pikir Ellie.


"Oma...." Ucap Ellie.


"Ellie..." Balas Oma dengan tersenyum. "Kita bertemu lagi." Lanjut Oma.


Mereka berdua pun mengobrol sepanjang perjalanan.


Vino mengemudikan mobilnya menuju rumah Brian.


Oma berkata, "aku akan membawa Ellie ke rumah kami."


Ellie terkejut dan berpikir kenapa dia harus pergi ke rumah mereka sekarang. Selain Ellie Ana juga begitu terkejut.


"Tidak.. tidak Oma. Dia baru saja bertunangan. Mengapa kalian perlu membawanya ke rumah kalian sekarang? Tolong... tolong biarkan dia tinggal bersama kami. Setidaknya beberapa hari." Ucap Ana.


"Baiklah... baiklah. Oma izinkan untuk beberapa hari saja." Balas Oma.


Ellie merasa senang setelah mendengarkan kata-kata itu.


Ana pun memeluknya.


"Bisakah aku tinggal dengan cucu perempuanku malam ini disini?" Tanya Oma.


"Tentu saja Oma bisa tinggal di sini." Balas Brian.


Selain Oma, Vino juga menginap di kediaman Brian. Mereka semua berkumpul saat sarapan di meja makan. Semua orang membahas tentang konsep pernikahan yang akan diusung dalam pernikahan Vino dan Ellie.


"Bukankah terlalu cepat membahas tentang pernikahan kami. Seharusnya kita lebih baik membahas tentang pernikahan Ana dan Brian." Ucap Ellie.


"Bagaimana kalau kalian kita menikah di hari yang sama saja." Ucap Ana.


Ellie yang tengah meminum air langsung terbatuk.


"Apa kau baik-baik saja sayang?" Tanya Oma pada Ellie.


"Aku baik Oma." Balas Ellie tersenyum.


Ellie hanya tak habis pikir, bagaimana bisa Vino setuju untuk menikah dengannya, sedangkan Vino selalu marah padanya tanpa alasan yang dia ketahui.


Makan malam pun berakhir dan semua orang masuk ke kamar mereka masing-masing.


Bersambung....