
Keesokan paginya Vino dan Oma pergi dari kediaman Brian. Sementara Brian membawa Ellie dan Ana ke kampus. Disisi lain, Mama Brian bertemu dengan orang tua Ana.
"Haruskah kita mengatur pernikahan mereka dengan segera?" Tanya Mama Brian kepada orang tuan Ana.
"Itu semua tergantung kepada mereka berdua. Kami tidak bisa menjawab untuk hal ini." Balas Mama Ana.
Mama Brian lalu berbisik di telinga Mama Ana dengan suara yang pelan.
"Aku pernah melihat mereka tidur di kamar yang sama."
Mendengar hal itu Mama Ana menjadi begitu terkejut.
"Kalau begitu, kita akan mengaturnya secepat mungkin bila perlu minggu depan." Ucap Mama Ana.
"Aku akan mengaturnya." Balas Mama Brian.
Setelah semuanya sudah diatur, Mama Brian pun mengatakan kepada Brian tentang hal itu. Kedua belah pihak keluarga setuju bahwa pernikahan Brian dan Ana akan dilakukan hari senin depan.
Brian pun merasa sangat bahagia. Bryan lalu menelepon Vino.
"Vino, bisakah kita bertemu?" Ucap Brian.
"Tentu saja." Balas Vino.
Beberapa saat kemudian, mereka berdua bertemu di sebuah restoran.
"Kau tanpa begitu bahagia." Ucap Vino.
Brian mengatakan, "aku akan menikah pada hari senin depan Bro."
Vino tersenyum.
"Aku turut bahagia untukmu Bro."
Brian dengan suara yang pelan bicara pada Vino.
"Bisakah aku menginap di villa mu untuk beberapa hari?" Ucap Brian.
Vino langsung memberikan kunci villa miliknya kepada Brian.
Vino berkata, "aku akan memberitahu kan kepada pelayan yang bertugas di villa itu untuk tidak pergi ke sana selama beberapa hari. Bersenang-senanglah. Tapi tolong gunakan kamar yang lain. Jangan gunakan kamarku." Ucap Vino.
Brian memeluk Vino dan berterima kasih kepadanya.
"Sampai jumpa. Aku akan menceritakan hal ini pada Ana." Ucap Brian tersenyum bahagia.
Dia bergegas pergi ke kampus Ana dan Ellie.
"Brian, kita berada di tempat umum." Ucap Ana.
Brian mengangkat tubuh Ana.
"Ana, kita akan menikah senin depan." Ucap Brian.
"Apa?" Ana begitu terkejut.
Brian mengangguk memandang Ana. Ellie kemudian dengan sengaja terbatuk pelan.
Ana pun tersadar dan berkata, "bisakah kau menurunkan aku?"
Brian pun menurunkan Ana.
Ellie lalu berkata, "selamat ya teman-teman. Bisakah kita pergi? Jika ada yang mengambil gambar kalian, itu akan jadi masalah."
"Tentu." Balas Brian.
Mereka lalu tiba di rumah Ana.
Ellie mengatakan, "aku akan memberikan kalian waktu berduaan." Ucap Ellie.
Ellie lalu pergi ke kamarnya dan mulai melakukan tugasnya.
Beberapa saat kemudian, Ana berlari ke arah kamar Ellie dan berkata, "kita akan pergi berbelanja, dan kau harus ikut bersama kami."
"Tidak, kalian pergi saja." Balas Ellie.
"Tidak...tidak, kau harus ikut dengan kami untuk memilih gaun pengantin." Ucap Brian.
"Baiklah, jika itu yang dikatakan oleh saudaraku, maka aku akan ikut." Ucap Ellie.
Ana langsung memukul kepala Ellie.
"Kau setuju dengan ucapan Brian. Tapi tidak setuju denganku. Kau bukan temanku." Ucap Ana.
"Aku pikir aku tidak ingin menjadi nyamuk diantara kalian berdua yang tengah kasmaran ini." Ucap Ellie.
"Apa?" Balas Ana dengan wajah cemberut.
"Sudahlah, jangan berkelahi. Ayo pergi." Ucap Brian.
Mereka bertiga lalu bergegas meninggalkan rumah.
Bersambung...