Dream Love

Dream Love
Alan Selingkuh



PoV Ellie


Vino berteriak kepadaku.


"Keluar dari dalam mobil!"


Jadi aku pun keluar dari dalam mobil. Dia pun lalu pergi menjauh dariku. Aku melihat ke sekeliling. Itu adalah area yang sepi. Aku tidak punya ponsel atau dompet bersamaku. Di sana pun tidak ada kendaraan. Jadi aku tidak bisa meminta tolong kepada siapapun. Aku pun mulai berjalan dan aku melihat sebuah rumah.


Aku pikir jika aku masuk ke dalam rumah itu, mungkin aku bisa meminta tolong. Aku mendekat ke arah pintu dan pintu itu terbuka. Jadi aku pun masuk ke dalam rumah itu. Tapi tidak ada suara siapapun. Aku tiba-tiba mendengar sebuah suara dari lantai atas. Aku pun pergi ke lantai atas. Aku mencari di setiap ruangan, tapi tidak ada siapapun disana.


'Lalu dari mana suara itu berasal?' pikirku.


Ada sebuah kamar di sudut ruangan itu aku pun mendekat ke arah sudut itu. Aku melihat sebuah gaun di lantai. Pintu kamar itu terbuka dan sedikit gelap. Di dalam ruangan itu aku melihat seorang pria membuka pakaian dalam seorang wanita dan menaruh tangannya di dada wanita itu dan mulai menekannya.


Wanita itu merintih, aku berdiri di belakang mereka jadi aku tidak tahu siapa mereka. Tapi aku merasa bahwa itu adalah sosok yang familiar. Jadi aku tidak berpindah dari sana.


Pria itu tampak mencium bibir wanita itu dan perlahan mengalihkan mulutnya ke arah dada wanita itu dan mulai menciumnya.


"Aaahh..." Rintih wanita itu menahan suaranya.


"Jangan tahan suaramu, biarkan aku mendengarnya." Ucap pria itu.


Pria itu kembali memegang dada wanita itu dan menciumnya lagi.


"Sayang itu sakit, perlahan lah." Ucap wanita itu.


Pria itu lalu mencium dada wanita itu dengan perlahan.


"Maaf sayang." Ucap pria itu lalu berdiri dari arah wanita itu.


Wanita itu memegang tangan pria itu dan berkata, "ke mana kau akan pergi?"


"Jangan khawatir sayang, aku tidak akan meninggalkanmu di tengah-tengah kegiatan indah kita ini. Tunggulah sebentar sayang, aku akan membawakan minuman untukmu." Balas pria itu tersenyum dan mengambil sebuah botol dari meja.


Pria itu kembali ke arah tempat tidur dan menuang minuman itu di perut wanita itu.


"Sayang...." Ucap wanita itu.


"Jangan bicara." Balas pria itu. "Setelah sekian lama, kita akhirnya bertemu. Biarkan aku menikmati dirimu." Lanjut pria itu, dan wanita itu pun mengangguk.


Mereka berdua lalu kembali berciuman dengan penuh hasrat.


"Aku sangat senang saat kau merintih." Ucap pria itu.


Dia kembali mulai mencium seluruh tubuh wanita itu.


"Sayang, aku tidak bisa menunggu lagi. Bisakah kau melanjutkannya dengan cepat." Ucap wanita itu.


"Sayang, kau tidak sabaran." Ucap pria itu.


"Ayolah sayang, jangan buat aku malu." Balas wanita itu.


"Ini bukanlah pertama kali kau melakukannya. Kita sudah seringkali melakukannya, tapi kau masih saja malu seperti pertama kali kita melakukannya." Ucap pria itu.


"Bahkan walaupun ini bukan yang pertama, aku tetap merasa malu seperti pertama kalinya. Karena sentuhan mu itu membuat aku menggila sayang." Ucap wanita itu.


Aku pun akhirnya menyadari bahwa wanita itu adalah Novi saudari tiri ku.


Pria itu menaruh tubuh Novi di atas tempat tidur dan berkata, "aku akan membuatmu merasa begitu spesial dan berterima kasih kepadamu karena membuang jauh Ellie itu dari keluargamu."


"Ayolah sayang, aku melakukan apapun yang kau katakan kepadaku." Ucap Novi menaruh tangannya di dada pria itu.


Dia mulai memainkan tangannya di dada pria itu.


Kenapa kau mau Ellie pergi dari keluargaku dan kenapa kau tidak putus dengannya?" Tanya Novi.


"Sayang, aku berkencan dengannya hampir 3 tahun. Tapi dia tidak penting bagiku dan dia juga tidak membiarkan aku menyentuhnya. Itulah kenapa aku lebih memilih dirimu. Kau sangat spesial karena kau memberikan segalanya untukku."


Mendengar hal itu air mataku mulai jatuh ke pipiku.


"Alan, aku mencintaimu." Rintih Novi.


Alan kembali menggigit dada.


"Novi aku juga mencintaimu. Novi aku hanya bermain-main dengannya. Kau adalah cinta sejati ku." Balas Alan.


Setelah itu Alan mulai melakukan hubungan itu dengan Novi.


Novi pun merintih.


"Aku akan lebih cepat." Ucap Alan.


Novi pun mengangguk.


Alan mulai bergerak dengan cepat.


"Alan... Oh Alan... perlahan lah sedikit." Ucap Novi.


Alan berbalik menatap ke arah pintu. Aku dengan cepat bersembunyi.


"Kenapa kau melihat ke sana?" Tanya Novi.


"Aku merasa seseorang tengah berdiri di sana." Balas Alan.


"Tidak akan ada yang datang kemari sayang. Ini area yang sepi." Balas Novi.


"Iya sayang." Ucap Alan dan melanjutkan adegan mesranya dengan Novi.


Aku berpindah dari sana melangkah perlahan dengan air mata yang turun ke pipiku. Aku keluar dari rumah itu dan sekarang ternyata tengah hujan. Aku berlari di jalanan.


'Apakah aku seperti boneka baginya? Aku mencintainya dengan setulus hatiku. Tapi dia berselingkuh dariku dan meniduri Novi? Apa kesalahan yang sudah aku lakukan?'


Bersambung...